"Benarkah!! Kau langsung menjadi hakim di sana nak?"
"Yes mom!! Berkat dirimu membantuku selalu menjaga Aletha" Eileen memeluk Elinor dengan sangat bahagia, ia merasa bangga padanya. Terlebih ia merasa wanita muda itu seperti putri kandungnya sendiri.
Di sisi lain Severus sedang menggendong Aletha yang sedang memegang mobil mainan milik Draco kecil yang saat ini sednwg berada di gendongan ibunya. Bayi kecil itu saling banyak bicara satu sama lainnya, seperti layaknya orang dewasa. Hanya saja mereka masih memakai bahasa tak jelas yang hanya akan dipahami keduanya. "Astaga, Draco.. jangan pukul Aletha, nak"
Tanpa sadar Severus langsung menjauhkan putrinya yang hendak menangis setelah terkena serangan bayi Draco. Ia menimangnya, membuat kepala gadis kecil itu berada di pundaknya, ia bersenandung meng-nina bobokan putrinya yang memang sudah rewel sebelum ia pergi bersama Elinor menuju ke Kementerian.
Tak berselang lama, bocah kecil itu tertidur di pundak sang ayah. "Duplikat Severus Snape dalam wujud perempuan" celetuk Narcissa melihat Severus mengembalikan mainan Draco dari genggaman Aletha. Severus hanya dapat tersenyum karenanya.
Saling menggandeng tangan satu sama lain mereka semua sampai ke sebuah tempat makan yang seperti di janjikan Lucius. Memesan makanan hidangan khas Prancis, mereka semua saling menyantapnya.
Severus harus mengorbankan diri dengan terus menimang Aletha lebih dulu, membiarkan sang ibu makan hingga selesai. "Severus, buka mulutmu!"
"Nanti saja, kau lanjutkan makanmu!"
"Itu gampang, cepat makan dulu!" Elinor memaksanya untuk memakan beberapa suap lebih dulu, ia menyadari bahwasanya putri keduanya sudah bertumbuh lebih berat dan semakin besar.
Narcissa dan Lucius terkekeh geli begitupula dengan Eileen yang tak menyangka Elinor dapat memaksa Severus di depan publik begitu. "Apa susahnya membuka mulutmu, Sev" balas Lucius dengan sangat merendah nya. "Sekarang siapa yang malu, huh!"
"Iya sayangku, aku akan memakannya" Dengan paksaan dari istrinya dan teman serta ibunya yang merendahkan harga dirinya, akhirnya Severus menerima suapan wanita itu.
Elinor menyelesaikan makannya, kini Aletha ada dalam panggutan ibunya yang dengan asiknya duduk selagi memakan hidangan penutup. Severus mendengus kesal, pasalnya Aletha selalu merengek setiap dirinya ingin duduk dan memulai makan meskipun tubuh itu berada dalam dekapannya.
"Mamma.." Draco menunjuk pada tubuh Aletha dalam panggutan ibunya. "Aletha sedang tidur Draco, nanti lagi mainnya nak"
"Sepertinya Draco dan Aletha bisa berjodoh nanti" celetuk Eileen gemas melihat tingkah menggemaskan Draco. "Harapanku begitu, Eileen" runtuk sang ibu.
Makan siang telah usai, Severus dan Elinor sangat berterima kasih atas ajakan makan bersama oleh keluarga yang tajir melintir tersebut. "Lucius, terima kasih.."
"Tak apa El.. hitung hitung ini untuk mengucapkan selamat kepada suamimu mendapatkan kerja kemarin, aku lupa mengatakannya" Mereka semua tertawa bersama, hingga tanpa sadar Draco rupanya sangat usil, ia menekan nekan pipi Aletha yang sedang tertidur hingga bocah perempuan kecil itu terbangun.
"Hai Lil girl, do you wanna play with auntie?" Ajak Narcissa yang gemas melihat bocah cantik itu sedang mengusap usap matanya. "Hai.." Suasana hatinya membaik setelah berkelana dalam mimpi. "Ouh.. my baby girl, your so cute" Lucius ikut gemas. Pasalnya ia ingin memiliki seorang putri setelah di karuniai seorang putra.
"Hai.." Draco tersenyum senang, akhirnya teman bermainnya sudah terbangun. "Sepertinya kita tak akan jadi berpisah Severus, anak anak muda ini akan bermain bersama"
"Kau benar Cissy, sebaiknya Aletha dan Elinor bisa main di Malfoy Mannor hingga nanti sore.. atau mungkin menginap"
"Aku rasa itu tidak perlu Lucius, sebaiknya Draco bersama kami.. dia akan aman bersama ayah baptisnya" Severus menolak mentah-mentah, ia khawatir istrinya akan di rebut pria yang serba tak sabaran itu. "Ehm.. kau benar Sev" wajah Narcissa sumringah.
Severus mengambil bocah itu dari ibunya. "Manfaatkan waktu untuk menciptakan putri yang baru" bisik Severus mencuri kesempatan. Wajah Narcissa hanya memerah. "Baiklah aku akan mengantar Draco besok pagi"
Kedua keluarga tersebut terpisah dan kembali ke kediamannya masing masing. "Aku masih tak habis pikir Elinor, kau sangat membanggakan" Eileen tak habis habisnya memuji menantunya tersebut. Ia merasa sangatlah bahagia. "Ini semua berkat dirimu, Bu.."
"Auch.. Draco" asal suara tersebut rupanya berasal dari Severus yang rambutnya kena jambak pria kecil berambut pirang terang. Eileen tertawa sejadinya, karena putranya itu tampak sangat menggemaskan. "Dasar Malfoy!! Tidak yang besar, tidak yang kecil.. sama sama menyebalkan!!"
Severus yang di rundung kesal langsung melangkah cepat menaiki tangga menuju kamarnya dan menaruh tubuh kecil itu tak perduli di kasur. Elinor tak menyangka bahwa suaminya bisa merajuk karena hal sepele, ia meletakkan tubuh Aletha dan Draco di dalam box bayi yang sama. "Uh.. my big boy" Elinor merentangkan tangannya, dan Severus langsung mendekapnya dengan begitu erat dengan mencium wangi tubuh istrinya yang selalu menjadi candu untuknya.
"El.. you are my everything, kau selalu ada untukku kau sudah mengubahku hingga seperti ini, dan lihatlah mereka berdua" Severus mulai terisak, tanpa alasan yang pasti dengan menunjuk pada keranjang bayi yang terisi dua bocah kecil yang saling tertawa tanpa henti. "Severus.. kau sudah menjadi seorang ayah, untuk dua bocah itu.. dan kau masih menangis seperti bocah begini"
"Emh.. I miss you, I miss you my love"
"Hey!! Aku tak pergi kemanapun, aku ada di sini untukmu"
"Elinor.. don't leave me!"
"Aku ada di sini untukmu Severus.. Sebenarnya kau kenapa? Mengapa kau jadi aneh seperti ini?"
"Waktu berganti begitu cepat! Lihat, dua manusia itu sudah tumbuh secepat itu.. dan dulu salah satunya ada di dalam sini" Severus menunjuk pada perut istrinya. "Hey!!"
Melepaskan diri dari tubuh pria itu dan menatapnya dengan tatapan serius penuh makna. "Kau bisa menjadi ayah yang terbaik untuknya. Kau tak ingin seperti ayahmu kan?"
Severus mengangguk ringan.
"Jadilah versi yang terbaik dari dirimu sendiri untuknya, menjadi ayah terbaik untuk putri kecilmu itu. Severus."
Malam yang semakin larut membuat Elinor harus menimang bayi nya lebih dulu, membuatnya terlelap dan membaringkannya di ranjang yang sama dengan dirinya tertidur, dilanjutkan dengan membuat bayi lelaki itu juga. Meskipun awalnya Draco sempat rewel merindukan ibu kandungnya namun Elinor dapat menyiasatinya dengan baik.
Merentangkan tubuh kedua bayi itu di ranjang yang sama. Di lindungi sisi kanan dan kiri dari dirinya dan Severus. Menepuk tubuh mungil bayi berambut pirang itu Severus melihat gemas kedua manusia kecil di hadapannya. Ia masih merasa bahwa semua ini adalah sebuah keajaiban.
"Ini jadinya jika anak kita kembar, sangat melelahkan"
"Lucius sialan! Pasti dia sedang bersenang-senang dengan istrinya itu!" Severus mendadak dirundung kesal, mengingat kejadian tadi siang yang membuatnya tak habis pikir dengan jalan pemikiran pria gila itu. "Bukannya kau sendiri yang merebut Draco dari Cissy, ya?"
"Memang, lebih baik aku di repotkan mengurus satu bayi begini daripada aku harus kehilangan dua orang kesayanganku karenanya!"
"A-astaga, damn it!"
"Apa katamu? Severus.. cepat ceritakan semuanya padaku, sayang!"
TBC
HAI, GIMANA PERASAAN KALIAN HARI INI?
Aku harap kalia sehat sehat ya🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WAY
Fantasy" Siapa kau? " " Aku Severus Snape, suamimu sayang. " . . Sometimes added adult stories [ NOT FOR CHILD ] ⚠️ FOR 18+ 21+ Start : 18 Febuari 2021 End : -
