6] Teman Main

6.2K 856 38
                                        

VOTE & KOMEN!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

VOTE & KOMEN!

Murid-murid SMA BRAGASA dipulangkan lebih awal, karena semua guru mengadakan rapat penting. Pastinya seluruh murid sangat senang sekarang.

"Eh bentar," seorang cowok dengan seragam dari sekolahnya itu memberhentikan langkah dua orang siswi SMA BRAGASA.

"Lo kenal Lalice ga?" tanya cowok itu yang bernama Aditama.

Dua siswi itu saling bertatapan. "Kenal kak."

"Dia udah keluar kelas belum?" tanya Adi lagi.

"Eum, kayaknya tadi aku liat ka Lalice lagi piket deh." balas salah satu dari dua siswi tersebut.

"Ouh gitu, thanks ya!" dua siswi itu mengangguk, lalu kembali melanjutkan langkahnya.

Adi turun dari motornya. Sejenak ia berdiri sambil menengok ke kanan dan kiri. Sampai matanya bertemu pada satu titik. Segerombolan anak laki-laki yang menggunakan jaket dengan tulisan Jeyracks.

"Masih hidup ternyata.." gumam Adi sembari melihat ke arah anggota Jeyracks. Tanpa disadari sang ketua Jeyracks memperhatikan Adi kembali. Dengan tatapan yang sulit untuk dideskripsikan.

Adi langsung bergegas menuju dalam SMA BRAGASA tanpa mempedulikan tatapan dari Jeykey. Ia tahu arti tatapan tersebut.

Adi menjadi sorotan semua murid BRAGASA, karena seragam yang berbeda dari yang lain. Namun Adi tetap berjalan santai, sampai di kelas 12 IPA 2.

"Adi!" Lalice tersentak kaget melihat keberadaan Adi di sekolahnya. Cowok itu tampak santai saja, terlihat dari mimik wajahnya.

"Hai, dah lama ya ga ketemu kita." Adi memberikan senyuman.

"Siapa Lice?" tanya Eunha seraya menyenggol sikut Lalice. Eunha belum pulang karena dia memiliki hari piket yang sama dengan Lalice.

"Temen main gue," Eunha ber-beo

"Eum gue duluan ya Eun." lanjut Lalice seraya menarik pergelangan tangan Adi, membawa cowok itu pergi.

"Iya HATI-HATI LICE!" balas Eunha dengan sedikit berteriak. Lalice mengacungkan jarinya sebelum tertelan langkah.

___

"Kan aku udah bilang kak, kalau kakak mau samper aku chat dulu. Jangan main samper aja." ujar Lalice. Dia dan Adi sedang berada di parkiran motor sekolah. Adi duduk di motor miliknya, sedangkan Lalice berdiri sambil bersedekap di hadapan Adi.

"Ya sorry, habisnya kamu ga keluar-keluar." Lalice menghela nafas berat.

"Ya udah, terus kakak ngapain samper aku ke sini?"

"Mau ajakin kamu makan siang bareng anak Cross." jawab Adi. Jangan lupakan beberapa tatapan orang lain ke mereka berdua.

"Mau ga?" tanya Adi, "Ayolah udah lama kan kita ga kumpul."

Cover The Taste || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang