Lalice Shanetta Carolie dan Jeykey Gaharu, dua manusia yang tak pernah akur jika dipertemukan. Pasti ada saja lemparan kata-kata dari kedua bibir yang saling berdusta itu. Satunya galak dan sering menyentak, sementara satunya lagi sombong dan tak ma...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tok.. Tok.. Tokk...
Rahma mengetuk pintu kamar sang adik. Ia di suruh bundanya mengajak adiknya itu makan. Dari luar kota minggu lalu, Jeykey tidak keluar kamar jika tidak ada hal penting. Beberapa detik tidak ada tanda jawaban dari dalam.
Btw. Jeykey menceritakan tentang kecelakaan itu pada kakak dan bundanya.
"Jey?" panggil Rahma seraya menempelkan kupingnya ke pintu kamar sang adik.
Cklek.
Tak sengaja, Rahma memegang ensel pintu itu dan ternyata tidak terkunci. Karena penasaran masuklah dia.
Pertama kali yang ia lihat adalah Jeykey yang tengah tengkurap di atas kasur. Menenggelamkan wajahnya di antara bantal.
"Jey,"
"Hm?" sahutnya berdeham.
"Loh, kirain tidur." Rahma mendekati ranjang Jeykey. Lalu duduk di tepi kasur. Menatap tubuh sang adik dengan nanar.
"Ayo, sarapan.."
"Males,"
"Di suruh sama bunda." Jeykey terdiam tak menjawab. Membuat Rahma menunggu.
"Good morning!!"
Rahma langsung menoleh ke arah suara itu. Naura datanng dengan membawa nampan yang berisi susu putih dan dua buah roti tawar.
Setelah menaruh nampan di nakas Jeykey, Naura bertanya pada Rahma. "Ngga mau," gumam Rahma tanpa suara.
Akhirnya, wanita paruh baya itu mengambil alih. Dia duduk di pinggir ranjang dan menatap tubuh putra bungsunya.
"Lo tega Jey? Bunda udah capek-capek loh habis beberes rumah, terus langsung buatin sarapan buat lo. Tapi malah ngga di makan buatannya," sahut Rahma menggunakan trik agar Jeykey menurut.
"Enghh," benar saja, dengan rasa malas, Jeykey memutar badannya jadi telentang dan sedetik kemudian ia duduk. Menatap bundanya sedih.
"Maaf bun," lirihnya merasa bersalah, karena mengabaikan bundanya demi kepentingan pribadinya.