Lalice Shanetta Carolie dan Jeykey Gaharu, dua manusia yang tak pernah akur jika dipertemukan. Pasti ada saja lemparan kata-kata dari kedua bibir yang saling berdusta itu. Satunya galak dan sering menyentak, sementara satunya lagi sombong dan tak ma...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"K-kita pernah pacaran??"
Rasanya Jeykey ingin menghilang saja dari bumi ini. Bahkan tubuhnya susah untuk bergerak sedikit saja. Pertanyaan yang entah harus dijawab seperti apa.
Akhirnya, Jekey menggeleng dengan berat hati. "Enggak.."
Lalice menatap Jeykey lekat, dengan raut wajah kebingungan. Tatapan itu membuat Jeykey bergerak risih.
Sebenarnya sangat banyak sekali berbagai hal yang berputar di benaknya. Tapi ia tidak mengerti itu apa. Rasa ingin terus bertanya pada orang sekitarnya, sangat tinggi.
Dia juga susah untuk mendeskripsikan isi pikirannya menjadi sebuah pertanyaan untuk orang lain.
"Kita ngga pernah pacaran, Lice.." ulangnya sekali lagi. Seolah tahu cewek itu sedang risau.
Lalice diam, termenung. Cowok itu begitu berusaha untuk meyakinkan hal ini. Tapi ia ingat sesuatu yang membuatnya ragu sekaligus pusing memikirkannya.
2 hari sebelumnya...
"Jadi kita ber-enam tuh, sahabatan?" tanya Lalice pada Lalvane di depannya.
Hari itu, anggota Lalvane bermain ke rumah ketuanya. Ingin melihat keadaan Lalice dan mengajak berbincang beberapa hal, sedikit demi sedikit.
"Iyah, kita udah lama banget sahabatan."
"Kalian baik."
Anggota Lalvane tersenyum mendengarnya. Di mana Lalice yang cuek dan datar?
"Di makan nih camilannya,"
"Makasih bu ketu!!"
"Ish, Chaeyon.. Jangan panggil gitu, aku kan belum terbiasa."
Ya, perbincangan sebelumnya, adalah mengenai status Lalice dalam grup mereka. Cewek itu sedikit kaget, kala mengetahui bahwa dia adalah sang ketua dari geng motor itu.
"Hehe, sorry!"
Mereka berbicang dibumbui dengan tawa penuh kegembiraan itu yang juga mengiringi berjalannya waktu.
"Eum, Lice."
Lalice menatap Mina yang memanggilnya. "Yaa?"
"Kita mau kasih tau sesuatu,"
Lalice mengangkat alisnya. "Ouh, ada lagi?" Mina menganggukkan.
"Iya kasih tau aja,"
Mina menatap anggota Lalvane, dan dibalas anggukan oleh mereka. Seolah menyetujui niat Mina. Sementara Lalice sudah menunggunya.
"Kita kan udah kasih tau lo ya tentang keluarga, sahabat, sekolah, lingkungan.."