Kasih Judul Sendiri (Tanda 13)

634 78 1
                                        

Author: Selamat!!! Cerita System Gacha sudah menembus 20K View!!! dan saya memutusn untuk Update sekarang ini juga. Nanti Satu Ch lagi, entah siang atau sore.

Kembali kecerita.

Di sebuah Kapal layar berwarna Putih dan coklat, ada seorang pemuda yang lagi stres. Dikarenakan ia sudah terombang-ambing di lautan selama seminggu penuh, karena ia sendirian jadi ia semakin Stres.

"Ahhhhhh!!! Sialan!! kenapa aku bisa lupa begini!!!." Teriak Pemuda itu.

"Aku butuh Navigator Sialan!!!." Teriak lagi pemuda itu, yang tak lain dan takbukan pemuda itu adalah Leon sendiri.

"Bagaimana kata Dunia kalau calon orang terkuat sedunia akan mengalami hal memalukan ini!!!." Teriak Leon dan muali tepar di Galadak Kapal.

Yappsss... selama seminggu ini, Leon hanya terombang-ambing arus Lautan, dan samasekali belum melihat Daratan.

Kwaaakkk" Kwaaakkk"

Sesaat Leon putus asa tentang nasipnya yang lagi sialnya, sekelompok Burung putih dengan paruh berwarna oren sedang melintas di atas Kapal milik Leon.

"Burung Camar!?." Leon kaget melihat burung camar itu, dan ia juga melihat kalau burung Camar itu searah dengan Laju Kapal miliknya.

"Jangan-jangan!!." Leon mulai berpendapat dan mulai maju ke depan Kapal, sesampainya di depan Kapal.

Leon samar-samar melihat gunung Hijau di pandanganya, dan akhirnya Leon sadar, kalau Burung Camar itu sedang menuju ke Pulau yang saat ini Kapal Leon menuju ke Sana.

"Hahahahaha!!! ternyata aku tidak tersesat!!!." Teriak Leon dan tertawa senang.

"Baiklah ayo kesana!! aku sudah tidak sabar ingin menginjakkan kaki ku daratan!!." Ucap Leon semangat dan mulai mengendalikan Kapal ke arah Pulau, biar tidak melenceng ke jalur yang salah.

Sudah setengah jam Leon menuju ke arah Pulau tersebut, dan akhirnya Leon pun sampai. Pertama-tama Leon menurunkan Jangkar, dan akhirnya melompat turun dari Kapal.

Jekssss*

Leon mendarat di pasir Putih Pantai, dan mulai tersenyum bahagia.

"Hemmmmmmm* Tarik nafas dalam-dalam* Fuhhhhhhhhh* Keluarkan Nafas dengan santai*. Aku bisa memcium bau daratan." Ucap Leon setelah merilekskan Pikiran dengan pernafasan.

"Hahahaha.... baiklah waktunya untuk penjelajahan!!." Ucap Leon bersemangat.

Leon mulai melangkah menuju ke dalam Hutan, sepanjang jalan. Leon menemui berbagai mamalia dan hewan buas maupun bukan berkeliaran di sekitarnya. Itu membuat Leon bahagia, karena berhari-hari dilautan ia selalu menemui Hewan Laut yang besar-besar.

Leon tidak tau mahluk apa itu, dan Leon juga belum pernah mendengar tentang Hewan Laut yang besarnya Segedung-gedung di Bumi. Leon hanya terus membunuh Hewan Laut itu kalau mereka mengganggu Leon, Leon butuh usahat yang agak keras untuk meleyapkan Hewan Laut yang besar itu.

Kembali keperjalanan. Leon saat ini sedang beristirahat di bawah Pohon yang cukup rindang. Leon mengeluarkan daging dari Inventory dan Kayu Potong untuk membakar Daging itu, sesudah menumpuk Kayu potong/Kayu Bakar. Leon mulai menyalakan Api dengan cara Primitif, yaitu. Memutar-mutar Batang kayu yang sudah agak dilincipi ke Balok Kayu Berlubang, dan di bawah Balok kayu yang berlubang, disana terdapat seraput kayu yang sudah di sisik sedemikian rupa biar gampang terbakar.

Lima Menit berlalu, muncullah asap di bawah Balok Kayu yang berlobang itu. Leon dengan cepat menyingkirkan Balok Kayu, dan mulai meniup Seraput Kayu halus itu. Saat Leon meniup dengan Pelan, seraput-raput kayu kering itu mulai mengeluarkan Api kecil. Dan Leon buru-buru meletakkan Api kecil itu di bawah tempat Kayu bakar yang sudah ia siapkan.

System GachaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang