6-One more slap

69.1K 7.3K 447
                                        

Oh iya brader, untuk konflik Azzura Revenge gue belum bisa spoiler, kek di lapak Zelva🙂 gue biasanya kan spoiler tuh, but di lapak Zura masih rahasia ye.

Sekian brader:")

Happy Reading💕

______________________________________

Zura tertawa mengejek pada Raven. Tawaan itu terlontar karena Raven dihukum. Laki-laki pemilik tatapan tajam itu terlambat ke lapangan saat pelajaran olahraga.

Zura mengedipkan sebelah matanya, bukan bermaksud menggoda namun meledeki Raven.

Sementara Raven harus berlari 2 putaran lagi mengelilingi lapangan.

Setelah kejadian dikantin. Dimana Zura ribut dengan Raven, keduanya masih mengobarkan aura permusuhan, namun tak separah saat pertama kali bertemu.

"Berhenti cari masalah sama Raven," kata Chander yang tiba-tiba duduk di sebelah Zura.

Kali ini, kelas 11 IPS 2 dibebaskan ingin bermain apa. Ada yang bermain futsal, bulu tangkis dan basket. Sedangkan Zura hanya duduk di bangku pinggir lapangan sembari meneguk coca-cola.

Zura menoleh singkat kearah Chander. "Oghey," ucapnya singkat.

"Zura, ayok main bulu tangkis sama gue," ajak Gama yang sudah memegangi dua raket bulutangkis.

Zura menggeleng. "Lo sama yang lain aja," tolaknya.

Gama mendengus. Padahal dirinya ingin sekali bermain bersama Zura. Terpaksa ia mencari orang lain untuk bermain bersamanya.

Raven telah selesai menjalankan hukumannya. Ia melangkah mendekati Zura dan duduk disebelah gadis itu. "Ngejek mulu lo," ketus Raven sembari menyeka keringat diwajahnya menggunakan punggung lengannya.

Zura terkekeh. "Lucu aja liat muka lo kalo marah," balasnya.

Raven berdecih. "Gue selalu nahan diri untuk gak bogem lo," katanya.

Zura menatap Raven, netra keduanya bertubrukan. "Nih pipi gue." Zura menepuk-nepuk pelan pipinya. "Tampar aja kalo berani."

Raven meneguk saliva nya kasar. Wajah Zura terlalu dekat dengan wajahnya. Laki-laki itu dapat melihat wajah Zura yang natural tanpa polesan make up. Bibir Zura pink alami, wajahnya putih bersih dan bulu mata yang lentik. Raven berdehem singkat, menormalkan dirinya yang sepertinya terpaku dengan kecantikan Zura.

Sialan!

Tangan Raven mendorong kasar wajah Zura, hingga gadis itu terhuyung menubruk Chander yang juga duduk disebelahnya. Chander refleks menahan Zura. Sehingga gadis itu bersender di dada bidangnya dan tangan Chander memegangi kedua pundak Zura. Laki-laki berwajah datar itu melotot atas apa yang dirinya lakukan. Ini pertama kalinya Chander sedekat ini dengan seorang gadis.

"Sialan." Zura menegakkan tubuhnya. Ia menoleh menatap Chander yang mematung. "Sorry Chan," ucapnya.

Chander hanya mengangguk. Tiba-tiba saja jantungnya berpacu dua kali lipat.

Oh shit!

Zura melayangkan tatapan sinis pada Raven.

"Gak usah natap gue kek gitu, anjing!" sentak Raven sarkas.

Zura memutar bola matanya malas. Lalu kembali meneguk minuman bersoda favoritnya.

Raven dan Chander sama-sama menatap Zura dari samping. Sementara gadis itu yang berada ditengah-tengah kedua lelaki tampan itu, menatap Gama yang bermain bulu tangkis bersama murid laki-laki.

Azzura Revenge (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang