Azzura Thalassa Adicandra atau dipanggil Zura, gadis berusia 16 tahun yang bergabung dalam agen rahasia dalam mengusut kasus kejahatan bernama THUNDEROUS agen yang identik dengan pakaian hitam. THUNDEROUS ini sering bekerjasama dengan pihak kepolisi...
Mo nanya dong, tokoh fav brader di cerita Azzura Revenge siapa?
MATURE AREA⚠️
Happy Reading💕
______________________________________
"Dih apaan, salah guci lo." Zura menatap kesal kearah Rhigo.
"Bodoh, kau yang salah karena berjalan tidak hati-hati," balas Rhigo dingin. Menatap memar di kening gadis itu.
Karena terlalu fokus mengirimi pesan di WhatsApp dengan ketiga sahabatnya. Zura yang sedang berjalan tak sengaja kesandung guci besar milik Rhigo hingga guci itu pecah dan membuatnya terjatuh di lantai. Alhasil keningnya lah yang terkena imbas.
"Kenapa natapnya gitu?" tanya Zura melihat tatapan Rhigo yang menajam.
Rhigo tak menggubris pertanyaan Zura. Ia memanggil seorang maid untuk membawakan kotak obat. Beberapa menit, maid itu tiba dengan kotak obat ditangannya. Rhigo mengambilnya dan menyuruh maid itu pergi.
Rhigo menatap netra cokelat gadis itu. Ia meletakkan kotak obat tadi di meja yang berada disekitar mereka. "Leher ku sampai sakit kalau berbicara dengan mu." Pria itu menelusupkan kedua telapak tangannya ke ketiak Zura, membuat gadis itu spontan memegangi lengan kekarnya. Lalu mengangkatnya, mendudukkan gadis itu di atas meja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Anjir gue digendong kek bocil." Zura malah tertawa. Merasa lucu karena Rhigo seakan memperlakukannya bagai anak kecil atau gadis polos yang manja.
Rhigo membuka kotak obat yang berada disebelah kanan Zura. Kemudian mulai mengobati kening gadis itu yang memar.
"Ini Tuan kopinya." Seorang maid meletakkan kopi yang tadi diminta Rhigo di atas meja.
Rhigo hanya mengangguk. "Kau tidak ingin meminum sesuatu?" tanyanya pada Zura sembari tangannya yang terus mengobati memar itu.
"Coca-cola," jawab Zura singkat.
"Buatkan dia susu."
Zura melotot. "Coca-cola bukan susu, beda jauh banget anj. Atau lo tiba-tiba budek?"
"Kau tunggu apalagi, buatkan apa yang aku minta!" titah Rhigo tegas pada maid itu yang menunduk takut.
"B-baik Tuan." Maid itu berlalu pergi untuk membuatkan minuman yang diminta oleh Rhigo.
"Galak banget kek anjing herder," cibir Zura.
Rhigo menghentikan gerakan tangannya yang tadi mengobati memar gadis itu. Ia menatap Zura tajam. "Kau bisa diam?!"
Zura meresponnya dengan decihan sinis dan raut kesal yang ditampakkannya. Pria dihadapannya ini mudah sekali marah.
Beberapa saat, Zura mengernyitkan keningnya. "Lah beneran susu," ucapnya kala maid tadi membawakannya segelas susu coklat panas. Kekehan tak menyangka keluar dari mulut mungilnya. Benar-benar diperlakukan seperti gadis kecil. Aw baby girlnya Rhigo.