30-Regie dan Lavi

45.4K 4.8K 512
                                        

Happy Reading💕

______________________________________

Sudah ada tiga Minggu Zura berada di mansion Rhigo dan selama itu hubungan mereka tak separah sebelumnya. Ya walaupun masih ada perdebatan diantara keduanya.

"Apaan?" sinis Zura pada Rhigo. Lalu menyantap makan malamnya.

Rhigo tak menggubris nya. Dan melanjutkan santapannya.

"Ini apa?" tunjuk Zura pada salah satu makanan yang menarik minatnya.

"Ini apa?" tunjuk Zura pada salah satu makanan yang menarik minatnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rhigo mengikuti arah tunjuk Zura. "Itu Gnocchi, makanan khas Italia."

"Kuaci?" ulang Zura.

Rhigo menatap datar pada Zura. "Gnocchi."

"Kemoci?" Zura nampaknya sedang mencari masalah.

"Kau tuli apa sengaja mencari masalah?" Rhigo menatapnya tajam.

Zura terkekeh. "Selow brader." Lalu mengambil makanan Italia itu.

"Kenapa kau bisa bergabung dengan THUNDEROUS?" tanya Rhigo setelah selesai menyantap makanannya.

Zura yang masih makan, menelan makanannya. "Kenapa tiba-tiba lo nanya itu?" tanyanya balik.

"Aku bertanya, Zura," kata Rhigo. Bukannya menjawab, gadis itu malah balik bertanya.

Zura meneguk air minumnya. "Lo gak perlu tau," balasnya.

Rhigo terdiam sejenak. Menatap datar gadis dihadapannya. Sangat sulit berbicara dengan gadis itu, selalu saja memancing keributan.

Sebelumnya, Rhigo sudah mengetahui identitas Zura dan kematian kedua orang tua gadis itu. Dan sekarang yang membuatnya penasaran, kenapa bisa gadis berusia 16 tahun itu bergabung dengan sebuah agen rahasia yang selalu menjalankan misi berbahaya.

"Aku akan secepatnya tau," kata Rhigo dan pergi menuju kamarnya.

Zura menatap kepergian Rhigo. "Dih apaan," ucapnya, lalu melanjutkan memakan Gnocchi.

___________________________________

"Tadi malam gue beli nasi goreng di tempat langganan gue kan, terus gue kaget anjing liat orang pada lari-lari, gue kira tawuran atau kejar maling, eh taunya mereka di kejar orang gila bawa parang," tutur Gama lalu tertawa. "Gue juga ikutan lari dong, dan gobloknya nih ya, parang yang dibawa tuh orang gila, parang mainan, anjing, rugi keringat gue."

"Emang ada parang mainan?" tanya Chander setelah tawanya mereda.

"Ada lah," jawab Gama. "Buktinya tuh orgil kejar warga pake parang mainan."

"Dapat darimana tuh parang nya, anjing?" sahut Raven heran.

Gama mengendikkan bahunya. "Gue gak sempat tanya orgil nya," jawabnya ngawur.

Azzura Revenge (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang