23-Menuju sarang iblis

46.1K 5.2K 353
                                        

Happy Reading brader💕

______________________________________

"HONEY."

Zura spontan menjauhkan ponselnya dari telinganya saat mendengarkan suara Kaizo yang melengking. "Lo bisa santai gak?" tanyanya kesal.

"Sorry, soalnya gue udah kangen banget sama lo."

"Ra, lo apa kabar?" Kali ini suara Gernon. Kedua pria itu masih berada di Jepang.

"Baik," jawab Zura sekenanya. "Kabar kalian gimana?"

"Baik," jawab kedua pria itu kompak. "Lo mau oleh-oleh apa Ra? tiga hari lagi kita bakal balik ke Indo," tanya Gernon.

Zura terdiam sejenak. Apakah dirinya harus mengatakannya saja, jika besok ia sudah meninggalkan markas THUNDEROUS dan tinggal di kediaman Rhigo.

"Honey?" panggil Kaizo saat tak mendengar suara Zura.

"Gak perlu," jawab Zura. "Kalian pulang dengan selamat, itu yang gue minta," ucapnya tulus. Sepertinya biarkan saja Asher yang menjelaskannya nanti pada Kaizo dan Gernon jika telah tiba.

"Aeeee baper Abang ini Dek," goda Gernon dari seberang sana. Lalu terdengar tawaan dari kedua pria itu.

Zura tersenyum tipis. "Gak usah gila," cibirnya. "kalian kegaet cewek cantik gak disana?"

"Banyak sih cewek cantik, tapi lo yang paling cantik." Kaizo yang menggoda lalu terkekeh geli. Berasa seperti playboy alay bin jamet yang mencari mangsa.

"Asu," maki Zura bergidik geli. "Begini kalo kelamaan jomblo."

"Lo juga jomblo, syaiton!" balas Kaizo tak terima.

"Ra, lo tau gak, kemarin Kaizo mesum banget," kata Gernon sembari menahan tawanya.

"Anjing lo, Gernon babi!" maki Kaizo dan memukul kepala Gernon.

Zura nampak tertarik akan topik ini. "Mesum gimana?"

Terdengar suara ribut dari seberang sana dan itu membuat Zura semakin penasaran. "Mesum gimana anjing?!" tanyanya tak sabaran.

"Gak jadi," balas Gernon.

Zura berdecak kesal. Kalau sudah penasaran, pasti membuatnya gelisah. "Kasi tau, Ger. Lo jangan php, gue udah penasaran banget nih, anjrit."

Gernon tertawa. "Oke oke."

"Gernon ANJING!" maki Kaizo lagi.

Zura semakin penasaran.

"Kemarin kan ada nenek-nenek, pake rok. Roknya mini...." Gernon tertawa.

"Terus terus?" tanya Zura yang sudah dipuncak rasa penasaran.

"Babi!" Kaizo menggeplak mulut Gernon. Membuat Gernon semakin terbahak-bahak.

"Apa weh? Lama banget njir!" Zura sudah gelisah ingin mendengarkan kelanjutannya.

Gernon meredakan tawanya. "Pas ada angin..." Lagi belum selesai berbicara pria itu kembali tertawa membuat Zura sangat kesal.

Azzura Revenge (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang