HAPPY READING
.
.
.
.
.
*****
Dan juga tanpa sepengetahuan Sean, sebenarnya setiap malam tanpa absen Damian selalu ke kamar Sean, karena memang Sean tidak pernah mengunci kamar nya. Untuk mengatakan bahwa ia sangat menyayangi dan juga mencintai anak sulung nya itu, tak lupa juga dengan kecupan di kening nya. Ini menjadi rahasia, hanya Alana yang tau. Hihi
***
Pagi ini meja makan bertambah dua anggota, ya. Kemarin siang Shin dan Jaemin tiba dan langsung di jemput oleh Sean di bandara Heathrow. Salah satu bandara tersibuk di Eropa.
Ketiga pria tampan beda usia di depan nya ini sudah rapi semua dengan setelan jas yang menambahkan kesan karisma nya.
Hanya satu yang mengenakan setelan santai, hanya celana bahan pendek dan kaos oblong putih kesukaan nya.
Siapa lagi kalau bukan Jaemin. Ia ada waktu beberapa jam untuk bersantai - santai. Karena sore nanti anggota group dan juga para rombongan nya tiba. Ya, karena Jaemin meminta berangkat terlebih dahulu. Untuk sekedar mampir ke rumah aunty nya, terlebih lagi Jaemin rindu dengan keponakan bule nya yang baru lahir beberapa minggu yang lalu. Baby Nio.
"Kak, mau di masakan apa sama ibu?" tanya Alana, sambil mengambil kan sarapan milik Damian.
"Terserah ibu" Sean menyuapkan sepotong roti ke dalam mulut nya.
"Lho kok terserah. Ibu bingung nanti"
Alana memandang Sean cukup lama.
"Apa saja, bu. Selagi itu masakan ibu pasti aku makan semua"
"Sweet" timpal Jaemin. Shin tersenyum simpul dibuatnya, sedangkan Damian mengangguk. Dalam hati nya membenarkan ucapan Sean. Apapun makanan yang istri nya itu masak pasti akan mereka makan habis tanpa tersisa.
"Ayam goreng dan sop jamur saja ya?" Sean mengangguk mengiyakan dan Damian pun ikut mengangguk. Karena dipastikan isi bekal makanan mereka sama.
"Shin~ah, kamu juga mau di bawakan bekal?" tawar Alana kepada Shin. Shin pun langsung menggelengkan kepala nya tanda menolak.
"Tidak usah noona, aku nanti makan siang di Restaurant saja. Repot"
Alana terkekeh mendengar tolakan adik nya itu. Ya memang sih sedikit merepotkan membawa kotak makan, apalagi yang membawa itu seorang pria. Karena belum tentu wanita saja mau membawa hal semacam itu.
"Ya sudah kalau begitu"
"Sayang, kamu tidak sibuk kan hari ini?" Damian pun langsung menengok ke arah Alana. Merasa di tatap Alana pun terkekeh.
"Bukan kamu, tapi Jaemin" ujar Alana pada Damian.
Damian yang mendengar istrinya memanggil pria lain dengan sebutan 'sayang' mendengus sebal, walaupun nyata nya pria itu keponakan sang istri sekalipun dia tetap tidak rela jangankan keponakan, anak nya sendiri pun dia tidak suka sekali. Alana hanya milik nya. Catat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
RETURN MY CHILD
Ficção GeralKau menghancurkan hidup ku yang sudah tidak ada apa - apa nya ini.
