HAPPY READING
.
.
.
.
.
.
*****
"Ibu"
Seketika Alana menghentikan kegiatan nya saat mendengar seseorang yang ada tepat dibelakang nya memanggilanya dengan sebutan 'ibu'.
Alana memutar tubuhnya kebelakang. Matanya berkaca - kaca saat melihat ada sosok laki - laki muda berdiri di depan nya sama seperti dirinya. Mata berkaca - kaca.
"Sean?" Sean mengangguk mantap.
Alana langsung memeluk tubuh Sean dengan sangat erat sekali. Begitupun sebaliknya. Sean merengkuh tubuh sang ibu yang sedikit kurus ini dengan sangat erat, Sean tidak memperdulikan dengan pakaian mahalnya yang terkena pakaian Alana yang kotor itu.
***
Alana mencium seluruh wajah Sean tanpa sedikit pun yang tertinggal, begitu pun sebalik nya. Sean pun mencium seluruh wajah ibu nya seperti apa yang ibu nya lakukan tadi. Air mata Alana belum juga berhenti mengalir sejak Sean datang.
"Kau datang, nak?" Sean mengangguk mantap dengan suara sesenggukan karena sisa tangisan tadi.
"Iya, bu. Aku datang. Datang untuk ibu dan menjemput ibu untuk pulang" Alana memeluk tubuh Sean kembali dengan sangat erat nya. Sudah 10 tahun lama nya ia tidak melihat wajah anak nya yang ia lahirkan 20 tahun yang lalu itu.
Alana mengajak Sean kearah gazebo yang tak jauh dari tempat mereka tadi berdiri.
"Ibu sangat merindukan mu, nak. Sangat merindukanmu. Sampai rasanya dada ibu sesak karena terlalu merindukan anak ibu yang tampan ini" Alana menangkupkan kedua tangan nya di kedua sisi pipi Sean dan mengelus nya dengan lembut sekali. Sean menikmati elusan lembut dari ibunya dengan hati yang sangat senang dan damai.
"Aku pun begitu, bu. Percayalah tak pernah sehari pun aku tak memikirkan dan tak merindukan ibu. Setiap aku merindukan ibu hanya ini lah yang selalu menemaniku tidur setiap malam nya" Sean mengerluarkan selendang biru muda dari jas nya. Air mata Alana kembali menetes saat melihat selendang biru milik nya sejak ia masih tinggal di panti asuhan dulu.
"Ini kan..." Alana meraih selendang biru muda itu dari tangan Sean.
"Milik ibu. Selendang ibu yang penuh kenangan bukan? Selendang yang sejak kecil selalu ibu gunakan untuk menutup kepala ibu disaat ibu sedang keluar rumah karena merasa malu" jelas Sean secara detail. Karena dulu Alana pernah menceritakan sejarah selendang itu pada Sean waktu mereka akan tidur.
"Bu, aku tidak pernah melupakan ibu apalagi membenci ibu seperti apa yang pernah aku katakan 10 tahun yang lalu. Maaf untuk 10 tahun yang lalu karena aku meninggalkan ibu seorang diri, tapi percayalah itu aku lakukan terpaksa demi ibu. Maaf jika cara ku salah. Tapi hanya inilah satu - satu nya cara agar ibu tak merasa terbebani" Alana menggelengkan kepalanya. Tak menyetujui ucapan Sean yang mengatakan jika Sean akan membebani nya. Sean tidak membebani nya sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
RETURN MY CHILD
Fiksi UmumKau menghancurkan hidup ku yang sudah tidak ada apa - apa nya ini.
