PART 10

14.9K 905 20
                                        

HAPPY READING

.

.

.

.

.

.

***

"Ibu tidak mengerti" Sean terkekeh melihat wajah imut milik ibunya. Ketahuilah walaupun usia ibunya sudah berkepala empat tapi wajahnya layaknya usia akhir dua puluhan.

"Ya sudah jangan ibu fikirkan. Nanti juga ibu tau sendiri. Lebih baik kita turun kebawah. Nenek pasti sudah menunggu kita untuk makan malam. Niat aku memanggil ibu untuk makan malam. Tapi kita keasikan mengobrol, aku harap nenek tidak mengamuk" kekeh Sean.

Alana pun menyambut uluran tangan Sean untuk digenggam nya dan mereka pun menuju lantai satu dirumah tersebut untuk makan malam.

***

Dua hari Kemudian.

      Hari ini Alana dan Sean sudah mendarat di negara Gingseng tersebut. Negara yang banyak melahirkan idol - idol Kpop yang digandrungi oleh anak - anak muda bahkan orang dewasa sekalipun.

Sejak dipesawat tadi Alana mengalami mual. Mabuk udara.
Maklum saja karena ini adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya naik pesawat dan juga dalam perjalanan yang sangat jauh.

Sean kasihan melihat wajah ibunya yang  lemas karena mabuk udara. Bahkan beberapa kali saat mereka masih di pesawat ibunya bolak - balik toilet mengeluarkan isi perut nya walaupun hanya air lah yang keluar.

"Ibu sudah baikan? Lebih baik kita duduk dulu ya?" Sean tidak tega sekali melihat ibunya yang menderita karena mabuk udara seperti ini. Ingin sekali rasa nya Sean saja yang menggantikan posisi ibunya saat ini.

Alana mengangguk, dan mereka pun duduk di bangku yang pihak bandara itu sediakan.

"Apa tujuan kita masih jauh, sayang? Ibu sudah tidak tahan untuk istirahat. Kepala ibu sangat pusing sekali" bukan nya Alana mengeluh, tapi sungguh rasanya tubuhnya saat ini tidak menentu seperti melayang - melayang.

"Cukup memakan waktu. Kita akan ke Seoul. Lebih baik kita mencari penginapan saja di dekat sini. Ada hotel tak jauh dari bandara. Lebih baik kita menginap saja dulu semalam. Lalu besok pagi kita lanjutkan perjalanan kita, bagaimana? Ibu mau kan?" Alana mengangguk, tidur dimana saja yang penting saat ini tubuh nya bisa ia baringkan. Karena jujur saja kepalanya seperti berputar - putar, sangat pusing sekali.

Sean membantu ibunya bangkit dari duduk nya.

"Apa ibu kuat berjalan? Jika tidak sanggup lagi, ibu memakai kursi roda saja ya?" Tawar nya. Alana menggeleng kan kepalanya menolak halus.

"Ibu masih sanggup jalan, nak. Lagipula misalkan ibu memakai kursi roda nanti siapa yang membawa koper kita? Kan Sean mendorong kursi roda ibu"

"Astaga bu, ibu tidak usah mengkhawatirkan itu. Aku bisa menyewa orang untuk membawakan barang kita"

"Tidak usah. Ibu masih sanggup jalan kok. Lebih baik uang nya kau tabung saja daripada untuk menyewa orang"

RETURN MY CHILDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang