Haiii~
Kali ini aku bawain Prequel dari YAKUZA's LOVER, salah satu judul dari e-book (PDF) antologi CHRONICLES OF WANGXIAN.
Awal mula perjuangan Lan Wangji mengejar Wei Wuxian, ehe.
.
.
.
Susana sunyi mengalir di sepanjang gang yang hanya diterangi cahaya remang dari lampu tiang yang berkedip, sepertinya hanya tinggal menunggu waktu sampai benda itu kehilangan fungsinya sama sekali. Wei Wuxian menggerutu sambil melayangkan tendangan kecil pada permukaan tiang lampu, menggerutu tentang betapa tidak bergunanya pemerintah untuk sekedar mengurus hal sepele semacam lampu tiang. Kemana semua uang pajak yang dia bayarkan selama ini? Bahkan untuk seukuran gangster seperti dirinya saja Wei Wuxian masih merasa jauh lebih baik ketimbang para manusia berdasi yang duduk di kursi mewah dalam istana mengatasnamakan wakil rakyat. Ceh.
"Wakil rakyat pantatku. Mereka hanya perampok berkedok manusia intelek, cuih." Wei Wuxian memegangi kepalanya yang agak pengar, pengaruh alkohol yang dia konsumsi agaknya mulai terasa. Apa mereka minum terlalu berlebihan? Wei Wuxian tidak pernah minum sampai seperti ini sebelumnya. Pria dengan rambut hitam yang hampir menyentuh bahu menggeleng sambil memukul-mukul kecil kepalanya. Mungkin kondisinya yang sedang drop yang membuat efek alkohol terasa berkali lipat lebih memabukan dari biasanya.
ugh, tiba-tiba saja ia merindukan kasurnya yang empuk dan nyaman.
"Wei Ying?"
Suara yang agak familiar terdengar begitu dekat. Wei Wuxian mengedarkan tatapannya yang agak buram dan menemukan siluet yang berdiri tepat di depan gerbang rumahnya.
"Siapa?"
orang itu tidak menjawab, tapi Wei Wuxian bisa merasakan sepasang tangan melingkar di pingganya, disusul aroma cendana memenuhi indra penciuamannya. Seketika Wei Wuxian mengenali siapa orang di hadapannya. Hanya ada satu orang yang memiliki aroma ini. Tangannya terangkat untuk meraba wajah sosok itu lalu mencengkram pipinya kuat sampai membuat pria yang saat ini memeluknya meringis, "Kau bocah jelek yang sering menggangguku. Kenapa kau disini? Mau belajar menguntit, heh?" Seringainya mengejek.
Tampaknya Wei Wuxian memang sangat mabuk. Karena jika tidak, mana mungkin dia akan membiarkan pemuda itu memeluknya seperti ini. Alih-alih Wei Wuxian tak akan ragu menghantamkan bogem mentah padanya.
"Kau harus berhenti minum, Wei Ying. Alkohol tidak baik untuk kesehatanmu." Wangji memapah Wei Wuxian melewati gerbang, dan tanpa harus diminta Wei Wuxian memasukan kunci kombinasi pintu rumahnya lalu masuk. Ia membiarkan Wangji mengekor dibelakang tanpa protes. Saat ini yang ada dalam kepalanya hanya istirahat dan tidur. Ia akan mengurus masalah Wangji nanti.
Tapi sepertinya tekadnya berbanding terbalik dengan tubuhnya yang sudah tumbang lebih dulu bahkan sebelum mencapai pintu kamar. Wei Wuxian hampir saja limbung menghantam lantai jika saja Wangji tidak sigap menopang pingganya. pria yang masih mengenakan seragam SMA itu mengangkat tubuh Wei Wuxian memasuki kamar dan membaringkannya di atas kasur. Wangji duduk di tepi ranjang sembari memandangi wajah Wei Wuxian yang tampak kusut.
kulitnya yang pucat ditambah kantung mata tebal yang menggantung. Entah berapa lama Wei Wuxian tidak tidur. Ibu jari Wangji mengusap luka goresan kecil di pipi pria itu, terlihat masih baru. Mungkin didapatkan saat berkelahi.
Lama Wangji menatap wajah tidur Wei Wuxian, sampai tanpa sadar tertawa kecil ditengah kegiatannya. Aneh saja melihat Wei Wuxian yang terlihat tidak berdaya tanpa pertahanan seperti ini. Wangji sudah sangat terbiasa dengan seringai dan sikapnya yang kasar, belum lagi cara bicaranya yang tajam. Wajahnya yang sangar ketika sedang jengkel juga- terlihat seksi ketika sedang menghajar seseorang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chateau de Wangxian
Historia Cortapenggalan kisah pendek Wangxian di era modern. Alternative Universe. disclaimer: I own nothing, whole characters inside are belong to MXTX
