Dania menatap pantulan dirinya dari cermin. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan klien bajingan nya itu.
"Sial!" mengobrak abrik meja riasnya.
Danu yang sudah masuk ke dalam kamar di buat terkejut oleh perbuatan istrinya.
"Kenapa?" Danu bersuara tiba-tiba membuat Dania yang tidak sadar keberadaan nya salah tingkah.
"Kamu dari tadi udah masuk kamar Mas?" tanya Dania dengan menata meja rias yanh sempat ia buat berantakan tadi.
"Jangan mengalihkan pertanyaan saya, ada yang kamu sembunyikan dari saya?" meminta penjelasan dari istrinya.
Dania memutar badan nya menatap sang suami. Ia bingung harus menceritakan nya atau tidak. Tapi Dania sangat tau kalau suaminya itu tidak suka di bohongi.
"Saya ingin kamu menjelaskan hubungan Fajar dengan kamu!" meninggikan nada suara nya membuat Dania terkejut. Terkejut dengan suara suaminya dan juga terkejut karena suaminya sepertinya sudah tau.
"Duduk Mas." Dania mengajak suaminya duduk. Ia akan menceritakan semuanya.
"Fajar udah deketin aku lumayan lama, sebelum aku kenal kamu Mas. Dia deketin aku lewat cara apapun entah itu jadi klien Papah atau jadi klien aku."
"Dia enggak pernah nyerah untuk deketin aku walau aku menolak nya mentah-memtah berulang kali. Kamu bisa tanya sekertaris aku Putra dia tau semua yang di lakukan si bajingan itu."
"Kesalahan yang membuat aku semakin muak adalah dia pernah ngasih obat perangsang di minuman aku pas kita berempat. Aku, Putra sekertaris aku, Dodi sekertaris nya dan Fajar tentunya."
Dania menatap lurus ke depan ia tidak berani menatap mata tajam suaminya. Menarik nafas sebanyak-banyaknya sebelum melanjutkan kembali.
"Untungnya Putra ada di sana waktu itu, dia melindungi aku dari bajingan itu. Laki-laki yang haus akan seks. Aku sama sekali tidak pernah tertarik kepadanya karena tau kalau dia itu playboy, haus akan vagina!" Dania tidak sadar sedang bicara dengan kosa kata frontal.
"Setelah itu aku mendengar kabar kalau dia menikah, dan itu membuat ku tenang aku bisa bernafas lega tapi ternyata hanya sesaat, karena setelahnya ia masih mengejar ku dengan status barunya dan juga sekarang dia sudah punya anak Mas! Benar-benar!"
"Dia bahkan mau menceraikan istrinya dan sebagai gantinya aku yang akan menikah dengan nya. Tapi aku menolak nya dan mengatakan kalau aku sudah menikah."
"Kamu kemarin ke Jakarta bertemu dengan nya?" tanya Danu tepat sasaran.
Dania mengangguk, "iya, dia tidak mau menjalankan kerja sama kalau bukan aku yang tanda tangan. Atau lebih tepatnya dia ingin bertemu denganku."
"Kenapa tidak bilang?!" marah Danu.
"Aku baru tau saat di Jakarta Mas, Putra enggak kasih tau. Papah juga." jelas Dania berterus terang.
"Mas tadi bicara sama dia?" tebak Dania karena tidak mungkin suaminya itu tiba-tiba bertanya mengenai Fajar.
Danu mengangguk, menatap mata istrinya yang sekarang menatapnya.
Dania berlutut di kaki suaminya membuat Danu mencegahnya namun di tolak Dania.
"Apapun yang dia katakan tadi, semuanya enggak usah kamu dengar Mas. Aku mohon." dengan ekspresi wajah memelas.
Danu mengangguk, "saya percaya sama kamu." ujar Danu pasti.
"Terima kasih Mas." berdiri dan duduk di pangkuan suaminya memeluk leher suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DuDa (COMPLETED)
RastgeleDanuarta Putra Wijaya, Danu resmi menyandang status duda dengan satu orang anak ketika usianya menginjak 37 tahun. penghianatan, dan perselingkuhan itulah yang membuat pernikahan nya hancur. Mantan istri yang menjadi wanita karier membuat pernikahan...
