Danuarta Putra Wijaya, Danu resmi menyandang status duda dengan satu orang anak ketika usianya menginjak 37 tahun. penghianatan, dan perselingkuhan itulah yang membuat pernikahan nya hancur. Mantan istri yang menjadi wanita karier membuat pernikahan...
Bau obat menusuk indra penciuman Danu. Ia mengerjap menyesuaikan dengan cahaya lampu di atasnya. Danu mulai mengingat apa yang terjadi sebelumnya hingga ia bisa berada di ruang rawat ini.
"Dania!" teriak Danu.
Ratih, Rahmat dan orang tua Dania masuk ke dalam ruang rawat Danu setelah mendengar teriakan dari dalam.
"Sudah sadar Nu?" tanya Ratih khawatir.
Danu menatap semua orang bergantian, tiba-tiba matanya terasa panas. Sepertinya ia menangis.
"Dania dimana bu? Keadaan Dania gimana?" tanya Danu. Terdengar helaan dari Ratih. Ia tidak tega mengatakan hal ini. Apalagi melihat kondisi anaknya yang sedang tidak baik karena memikirkan istrinya.
"Kita masih nunggu," lirih Cessie ibu mertua Danu.
Danu semakin di buat kelimpungan dengan keadaan istrinya, ia ingin tau keadaan istrinya saat ini, "Danu mau ke ruang rawat Dania bu." setelah mengatakan itu ia berusaha turun dari ranjang dengan berpegangan pada tepian ranjang.
"Ayah bantu." tangan Rahmat teulur untuk membantu anaknya.
Cessie dan Ken baru beberapa jam sampai mereka di beritahu oleh Rahmat kalau Dania akan melahirkan cucu mereka.
Senyum terbit di wajah mereka berdua ketika melihat cucunya yang tampan lahir dengan selamat tidak ada kurang suatu apapun, tapi senyum itu pudar ketika mendapati putri mereka tidak baik-baik saja sekarang ini. Dania koma.
"Masih belum ada perkembangan?" tanya Ken kepada dokter yang baru saja keluar dari ruang rawat putrinya.
"Belum ada Pak, kami akan selalu mengecek setiap tiga jam sekali untuk memastikan keadaan Bu Dania."
"Lakukan yang terbaik." menatap penuh harap dokter tersebut.
"Sudah menjadi tugas saya Pak." dokter berlalu pergi.
Sampai larut malam semua orang mulai meninggalkan ruang tunggu, menyisakan Danu yang masih ada di sana. Tadi orang tuanya dan mertuanya mengajak Danu untuk makan tapi di tolak secara halus olehnya. Ia tidak mau meninggalkan istrinya. Ia takut. Hingga suster memanggilnya untuk melihat sang buah hati yang rewel sedari tadi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jagoannya Ayah lapar?" tanya Danu ketika sudah menggendong putranya.
Danu menatap haru putranya ia menangis lagi, dengan sifat ke bapak an nya ia mulai menenangkan putranya.
"Mau ketemu Bunda?"
Seperti paham dengan pertanyaan yang keluar dari mulut sang Ayah bayi kecil itu pun tersenyum. Senyum itu seperti menyalur ke Danu.
"Kita lihat Bunda ya." berjalan menuju ruang rawat istrinya.
"Dania.. Cepat buka mata ya? Anak kita butuh kamu. Mas mohon, bertahan sayang.. " Danu tidak kuat untuk menahan tangis nya. Tangis pilu yang ia keluarkan seharian ini.