Dania baru selesai membersihkan dirinya setelah tadi harus bergantian menjaga Arta dengan suaminya.
"Anteng banget sama Ayah?"
Arta yang tau akan kehadiran Bundanya pun mulai bertingkah tidak tenang di dalam bedongan.
"Mau apa?" tanya Danu menatap sang putra dengan senyum gemas.
"Sini-sini... " merentangkan tangan.
"Udah ngantuk tadi, langsung kamu susuin aja nanti juga tidur." ujar Danu setelah Arta berpindah tangan.
Benar apa yang dikatakan suaminya, Arta sudah tertidur dengan lelap di dekapan Bundanya.
Dania mulai merebahkan Arta di ranjang bayi miliknya. Tidak lupa menutupinya dengan selimut.
"Akhirnya bisa istirahat." menghela nafas panjang.
"Udah tidur Arta?" tanya Danu ketika melihat Dania sudah berada di sebelahnya berniat untuk tidur.
"Udah Mas, barusan."
Dania tengkurap, ia memejamkan matanya mencari kenyamanan tidurnya.
"Saya mau bicara sama kamu."
Deg
"Ada apa Mas?" tanya Dania penasaran karena suaminya sudah menggunakan 'saya' dengan nya.
"Kamu masih sayang sama saya? Kamu masih cinta sama saya?"
Pertanyaan itu lagi, sudah dapat di pastikan jawaban nya adalah.
"Kamu masih nanya hal itu Mas? Sekarang kamu pikir deh, kalau aku udah nggak cinta dan sayang sama kamu kenapa aku masih ada di sini?"
"Aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu Mas! Jadi enggak perlu tanya hal itu lagi." jelas Dania.
"Karena jawaban nya udah jelas Mas!"
"Maaf.. "
Dania merentangkan tangan nya agar suaminya bisa berhambur ke pelukan nya.
"Saya kangen sama kamu.. " lirih Danu sensual.
Dania yang mengerti akan permintaan suaminya itu pun sedikit menjauh.
"Jangan sekarang ya." larang Dania.
Danu menghembuskan nafas nya kasar, "atas aja boleh?" mohon nya dengan tatapan penuh harap.
"Boleh.."
Setelah mendapatkan lampu hijau dari sang istri Danu pun tanpa aba-aba dengan sigap membuka daster milik istrinya yang langsung memperlihatkan dua gunung kesukaan nya. Dania memang tidak memakai bra karena dirinya tidak ingi ribet jika harus membuka bra terkebih dahulu sebelum menyusui.
"Pelan Mas.. " peringat Dania.
Bukan Danu namanya jika pelan.
Puas bermain-main Danu akhirnya memuncratkan spermanya dengan bantuan tangan Dania.
Dania paham akan nafsu suaminya yang semakin tua semakin jadi.
Di tambah lagi dengan pikiran-pikiran suaminya yang tiba-tiba berasumsi sendiri.
"Terima kasih.. " mengecup pelan kening istrinya.
"I love you"
Dania tersenyun manis sebelum akhirnya menjawab, "i love you to, jangan pernah raguin cinta dan sayang aku ke kamu Mas."
Danu menatap Dania sebentar sebelum akhirnya mereka berdua saling berpelukan menyalurkan rasa cinta dan sayang mereka berdua.
******
KAMU SEDANG MEMBACA
DuDa (COMPLETED)
De TodoDanuarta Putra Wijaya, Danu resmi menyandang status duda dengan satu orang anak ketika usianya menginjak 37 tahun. penghianatan, dan perselingkuhan itulah yang membuat pernikahan nya hancur. Mantan istri yang menjadi wanita karier membuat pernikahan...
