Dua puluh empat(🔥)

108K 3.9K 35
                                        

Sudah genap tiga hari Dania mendiami suami serta mertuanya bukan nya tidak takut dosa hanya saja Dania ingin memberi suaminya sedikit pelajaran. Dan untuk ibu mertuanya Dania sudah memaafkan hanya saja ia masih belum mau bicara.

"Jadi liburan?" tanya Danu ia masih belum menyerah mengajak istrinya berbicara.

Dania mengendikan bahu nya. Tidak berminat membahas hal ini.

"Besok kita berangkat ke bandung. Kita berdua." putus Danu tidak menerima penolakan. Lagian juga Dania tidak akan berbicara dengannya.

Dania melototi suaminya bisa-bisa mya membuat keputusan secara sepihak tanpa merundingkan dengan nya. Belum lagi Danu tidak memikirkan putrinya yang akan mereka tinggal.

Danu harus ekstra sabar menghadapi istrinya, dan ia harus berpuasa akhir-akhir ini untuk tidak melakukan 'itu'. Dania benar-benar menghindar.

Keesokan harinya seperti yang di katakan Danu kemarin malam mereka berdua tengah bersiap untuk pergi liburan bisa di bilang honey moon mereka yang tertunda.

"Bunda sama Ayah hati-hati ya."

Dania sempat berpikir putrinya akan merengek untuk ikut tapi ternyata dugaan nya salah Denaya malah senang di tinggal orang tuanya.

"Kasih adik buat Denaya." dengan cekikikan nya membuat Danu ikut tersenyum dan Dania yang tersipu di buatnya.

"Kamu enggak mau ikut?" tanya Dania menawari Denaya.

"Enggak, Denaya di rumah sama kakek, nenek."

Dania tersenyun kepada putrinya. Beralih menatap Ayah mertuanya dan Ibu.

"Dania pergi dulu Yah."

"Hati-hati ya." pesan Pak Rahmat kepada menantunya.

"Dania pergi dulu Bu." mencium punggung tangan Bu Ratih membuatnya sedikit tersentak. Menantunya mengajaknya bicara.

Sedangkan Danu menatap tidak terima istrinya.

"Apa coba maksdunya, kamu udah bicara sama Ibu tapi sama saya enggak?" kesal Danu ketika mereka berdua sudah berada di dalam mobil.

Danu melajukan mobilnya menuju daerah Bandung. Tempat yang akan mereka tuju untuk liburan mereka.

"Sudah sampai." ujar Danu, Dania tidak menjawab ia turun dari mobil. Memperhatikan sekitar.

Villa di bandung, Danu memilih villa karena lebih nyaman saja.

Danu turun berniat menggandeng istrinya tapi di tolak. Dania malah memberikan koper yang dia bawa untuk Danu gandeng. Membuat Danu melototi istrinya.

"Masih enggak mau bicara sama saya? Dosa kamu! diemin suami, enggak kasih nafkah batin juga." dengan wajah cemberut nya meletakan koper yang mereka bawa tadi.

Dania menahan senyumnya ingin sekali ia memeluk suaminya hanya saja Dania masih dalam posisi ngambek.

Tanpa menghiraukan Danu, Dania menuju ke arah kolam renang yang ada di villa mereka. Pemandangan yang indah, udara yang sejuk sepertinya akan membuatnya betah.

"Jangan diemin saya lagi." bisik Danu di telinga istrinya. Memeluk istrinya dari belakang. Membuat Dania terkejut dengan ulah suaminya.

Mereka berdua terdiam dengan pikiran masing-masing. Hingga Dania menyadari sesuatu.

"Badan kamu panas Mas?" tanya Dania berbalik mengahadap suaminya dengan wajah khawatirnya.

Danu tersenyum tulus ke arah istrinya, "akhirnya kamu mau bicara sama saya."

DuDa (COMPLETED) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang