Dua belas tahun kemudian
"Kakak mau kemana?" tanya anak laki-laki itu kepada kakaknya.
"Kakak mau pergi ngerjain tugas sebentar, adik dirumah aja sama abang."
Anak laki-laki itu cemberut, ia merasa bosan di rumah. Abang nya tidak mau di ajak main olehnya, tidak seperti kakak nya.
"Abang gak mau main sama adik." curhatnya. Membuat sang kakak tersenyum hangat.
"Main sendiri ya? Kakak cuma sebentar, janji!" menunjukan jari kelingking nya.
"Iya deh, hati-hati kak!" ujarnya dengan senyuman.
Anak ketiga dari pasangan Dania Verita Wijaya dan Danuarta Putra Wijaya. Berusia sekitar 5 tahun, berjenis kelamin laki-laki. Bernama Denandra Putra Wijaya.
Denandra lebih dekat dengan kakaknya karena Denaya lebih suka mengajak nya bermain atau sekedar berjalan-jalan. Sedangkan Dannarta atau Arta lebih suka berdiam diri di kamar degan mengerjakan tugasnya. Usia keduanya tidak terpaut terlalu jauh.
Dania dan Danuarta sedang pergi ke jakarta untuk mengontrol perusahaan Dania dan orangtuanya.
Orang tua Danu sekarang ini tidak terlalu sibuk seperti dulu karena usianya yang semakin tua, membuat pergerakan nya terbatas.
Begitu pula dengan Danu yang usia nya sudah tidak muda lagi. Dan Dania yang semakin cantik dan awet muda di usianya saat ini.
"Udah selesai semua urusan nya?" tanya Danu kepada istrinya yang sedang duduk di pangkuan nya.
"Udah, besok kita bisa pulang." mencium pipi suaminya sayang.
Dania menatap wajah suaminya yang semakin tua semakin tampan pula. Dania masih tidak menyangka ia akhirnya bisa merasakan keluarga bahagia kembali. Keluarga kecilnya yang harmonis dengan penuh sayang dan cinta di dalamnya. Di tambah dengan kehadiran 3 anak-anak mereka membuat kebahagiaan semakin lengkap.
Banyak sekali lika-liku kehidupan pernikahan mereka, hingga Dania kadang ingin menyerah dan mengakhiri, tapi semua itu selalu di kuatkan lagi oleh suaminya dan dipersatukan lagi oleh sang maha kuasa.
Sebagai manusia kita hanya bisa mengikuti alur kehidupan yang sudah di gariskan untuk kita.
Dania bahagia dengan kehidupannya. Apalagi sekarang suaminya benar-benar bucin terhadap nya. Danu tidak ingin kecolongan barang sebentar saja.
"Ada apa lihat Mas kayak gitu?"
Dania tertawa geli, "Mas makin ganteng." setelah mengatakan itu Dania bersembunyi di dada bidang suaminya membuat Danu terkekeh geli.
"Kamu ini, kita itu udah tua. Apalagi Mas nih udah mau bau tanah." mengusap surai hitam istrinya.
"Makin tua makin jadi." lirih Dania.
Membuat Danu tertawa karena nya, istrinya ini hafal sekali.
"Mana ada gitu?"
"Ada, ini buktinya!" menunjuk bagian dadanya yang merah karena ulah suaminya.
"Sama istri sendiri." jawab acuh Danu mmebuat Dania mendengus sebal.
"Mau lagi?" tanya Danu.
"Enggak! Capek!" menjauhi suaminya sebelum hal yang iya-iya terjadi.
"Mau kemana?" Dania kalah cepat, karena Danu kini sudah memeluk pinggang nya erat.
"Mas! Lepas!" omel Dania. Membuat Danu tersenyum menang.
Keasikan mereka terhenti karena handphone Dania berbunyi.
"Ganggu aja!" dumel Danu dengan masih melingkarkan pergelangan tangan nya di pinggang sang istri.
KAMU SEDANG MEMBACA
DuDa (COMPLETED)
AcakDanuarta Putra Wijaya, Danu resmi menyandang status duda dengan satu orang anak ketika usianya menginjak 37 tahun. penghianatan, dan perselingkuhan itulah yang membuat pernikahan nya hancur. Mantan istri yang menjadi wanita karier membuat pernikahan...
