Tubuh mungil yang mengeliat mencari kenyamanan di gendongan sang ibu, Dania menatap putra nya penuh haru. Ternyata ia memang baru sadar dari koma setelah melahirkan putranya.
"Sudah ada namanya Mas?" tanya Dania kepada Danu yang sedari tadi berdiri di sebelahnya tidak berniat pergi walau barang sebentar.
"Belum, Mas nunggu kamu." menatap tulus ke arah keduanya.
"Aku boleh kasih nama?"
"Tentu.. "
"Dennz Dannaarta"
"Boleh juga, boleh Mas menambahi?"
Dania mengangguk sebagai jawaban, ia mengalihkan pandangan nya dari suami karena putranya sedikit tidak nyaman dengan posisi nya saat ini.
"Dannarta Putra Wijaya? Bagaimana menurut kamu?"
"Hm? Kok di ganti?" dumel Dania.
"Kita tinggal di desa sayang, kurang cocok." memberi penjelasan kepada istrinya.
"Ya udah.. "
Hening, tidak ada sahutan. Danu memilih untuk duduk di kursi sofa sedangkan Dania memilih untuk menyusui putranya, walaupun dirinya baru sadar dari koma tidak membuat air asi nya susah keluar malah sebaliknya air asi Dania mengalir dengan deras.
"Pulang kapan Mas?" tanya Dania ketika sudah menidurkan putrnya.
"Besok," ketus Danu.
Dania menatap geram suaminya, "seharusnya kan aku yang marah bukan Mas Danu!" batin Dania.
"Kamu kenapa sih Mas?" tanya Dania meminta penjelasan.
"Lah kamu gitu!" dengan wajah cemberutnya.
"Aku kenapa? Kamu yang aneh!"
Danu berjalan mendekati istrinya, ikut berbaring di samping istrinya.
"Mas itu kangen sama kamu, bukannya perhatian sama Mas malah fokus ke anak kita." terang Danu membuat Dania cengo di tempatnya.
Dania menepuk pelan mulut suaminya, "kamu apaan sih Mas! Enggak jelas tau gak!"
"Kamu udah enggak sayang sama saya? Udah enggak cinta lagi?" tanya Danu bertubi-tubi.
Dania menatap malas suaminya, jika dilanjutkan akan kemana-mana nanti.
"Tidur ya udah malam." menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.
"Kamu beneran udah enggak cinta sama saya?!" tanya Danu sedikit meninggi.
Dania buru-buru menutup mulut sang suami, "Arta udah tidur Mas, kamu jangan keras-keras bicaranya." ujar Dania berbisik di telinga sang suami.
Danu yang mengerti pun mengangguk mengiyakan.
"Besok kita bahas, udah malam. Aku mau tidur."
Setelah mengatakan itu Dania tertidur dengan damai sedangkan Danu masih terjaga menatap wajah damai istrinya saat tertidur dan juga sesekali melihat putranya yang tertidur nyenyak di ranjang bayi.
******
"Alhamdulillah istri Pak Danu sudah sembuh." ujar salah satu ibu-ibu yang berkunjung ke rumah untuk menjenguk Dania.
Dania tersenyun hangat ke arah mereka semua. Sedari Dania pulang ke rumah ia sudah di serbu ibu-ibu yang menjenguknya. Hingga petang pun belum juga usai karena bukan hanya tetangga melainkan para pekerja dan juga pengepul sayur di pasar ikut juga menjenguk. Benar-benar banyak sampai Ratih harus di bantu Cessie untuk menyiapkan minuman dan makanan untuk tamu yang datang.
KAMU SEDANG MEMBACA
DuDa (COMPLETED)
De TodoDanuarta Putra Wijaya, Danu resmi menyandang status duda dengan satu orang anak ketika usianya menginjak 37 tahun. penghianatan, dan perselingkuhan itulah yang membuat pernikahan nya hancur. Mantan istri yang menjadi wanita karier membuat pernikahan...
