Motor matic berwarna hijau army yang di kendarai Viona melaju cepat di jalan beraspal.menyalip beberapa kendaraan lain yang menghalangi jalannya.hingga mereka mengumpatinya, tapi Viona tentu saja tak mempedulikan hal itu.telinganya seolah tuli walaupun mereka berteriak ia tetep fokus mengemudi.
Saat dirinya harus berhenti karena lampu lalu lintas berwarna merah.hati Viona semakin gelisah ia menggeleng untuk mengusir pikiran buruk yang hinggap di kepalanya.di detik pertama lampu berubah hijau ia segera melajukan motor dengan kecepatan penuh.
Butuh waktu 30 menit untuk ia sampai di rumah.segera Viona memarkirkan motor namun karena gugup ia tak sengaja melukai jempol kakinya, yang terinjak standar motor.
Seolah tak merasa sakit Viona buru buru masuk ke rumah ia membuka pintu depan.suasana rumah sangat gelap hingga ujung jari pun tak tampak oleh mata.ditengah kegelapan itu Viona berteriak memanggil kakeknya seraya melangkah meraba sekitar.
"Kakek!! Kakek di mana kek jawab Viona " ucapnya
"Aku mohon tolong jangan tinggalin aku"Viona kembali memohon, suaranya bergema karena ruangan yang sepi.merasa tak jua sampai Viona mulai berjalan dengan cepat, namun kakinya terhalang oleh sesuatu sehingga membuat ia jatuh dengan lutut yang membentur lantai.
Menahan sakit di lututnya ia kembali bangkit dan berniat meneruskan langkah.namun langkahnya harus terhenti karena suara sesuatu yang meletus,tepat di saat itu juga lampu rumah kembali menyala.lalu suara nyanyian selamat ulang tahun terdengar.
"Selamat ulang tahun..selamat ulang tahun.. selamat ulang tahun Viona... selamat ulang tahun.." lagu itu di nyanyikan bersama-sama.
Tampak Zara yang membawa bolu berhiaskan lilin yang sudah menyala serta Arjuna, Zaki, Aldi dan Raja yang membawa Balon di tangan mereka tersenyum menyambut kedatangan Viona.
Gadis itu menatap nanar orang orang di hadapannya amarah seketika meluap menguasai dirinya.
"Mana kakek gue?"tanya Viona dengan suara bergetar.
Melihat reaksi Viona yang di luar dugaan mereka semua diam tak berani menjawab.gadis itu menatap satu persatu manusia yang ada di sana dengan tatapan tajam.ia berusaha mencari jawaban dari mereka.
"Kenapa gak ada yang jawab hah!! Kakek gue mana gimana keadaannya"teriakan Viona kembali terdengar.
Zara memberanikan diri membuka suara ia berjalan mendekat"kakek kamu baik baik aja Vi,kami manggil kamu ke sini untuk kasih Kamu kejutan"cicitnya
Mendengar itu Viona seketika murka ucapan kasar langsung keluar dari mulutnya.
"Shiiit !! kalian jadiin kakek gue sebagai umpan agar gue datang dan nerima kejutan kalian ini."
"Apa kalian tau betapa paniknya gue saat denger Zara nangis nangis sambil nyebut nama kakek? apa kalian tau seberapa besar keinginan gue untuk sampai ke sini secepatnya hingga gue mengabaikan keselamatan diri gue sendiri.? kalian gak akan tau betapa takutnya gue kehilangan satu satunya orang yang gue punya."sentak Viona
"Kenapa kalian lakuin ini huh!! kalian mau melihat gue menderita?, gue gak butuh kejutan atau ucapan selamat ulang tahun dari kalian semua.!!!"
Nafas Viona memburu sementara yang lain merasa bersalah karena membohongi dirinya.
"Kalian semua pergi dari sini" ucap gadis itu kemudian
"TIDAK."sahut seseorang yang baru saja datang.
"Kakek yang mengundang mereka kesini jadi kamu tidak berhak mengusir mereka"Irawan datang bersama pak Jono yang mengekor di belakang.
Melihat Irawan mata Viona seketika menghangat ia lantas menghambur memeluk sang kakek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Drowning In Sadness
ChickLitKehidupan Viona yang bahagia berubah 180° setelah terjadinya sebuah insiden yang membuat ia kehilangan sang kakak. semua orang yang dulu dekat dengannya perlahan meninggalkannya. bahkan ia di usir dari rumah oleh ibunya sendiri. kakeknya kemudia...
