Langkah kaki Viona menuntunnya menuju ke meja resepsionis gadis yang memakai hoodie merah kebesaran dengan celana jeans sobek di bagian lututnya itu tampak disambut dengan ramah oleh seorang resepsionis berhijab.
"Selamat malam dek sudah lama tidak melihat kamu hari ini pun tepat setahun tanggal 7 September,apakah kamu datang untuk naik ke rooftop seperti biasa" sapa nya ramah
Viona mengangguk "iya mbak,apakah boleh?tanyanya kemudian
"Manager hotel kami mengizinkan tentu saja boleh, silakan naik malam ini langitnya indah semoga kamu menikmati.tetap hati-hati dan jangan lupa jaga keselamatan ya dek"jelasnya
"baik mbak terima kasih"
"oh ya dek kamu bisa menggunakan lift nya"tawarnya
"Tidak apa mbak,saya lebih suka naik tangga anginnya akan lebih terasa saat saya merasa kepanasan"sahut Viona
sang resepsionis terkekeh "baiklah jika itu mau kamu,kamu ini memang unik ya"serunya
Viona mengangguk kecil dan tersenyum untuk berpamitan.ia lalu bergegas menaiki tangga menuju ke rooftop yang terletak di lantai 5 gedung.seraya membuka pintu menuju rooftop setelah sampai di tangga terakhir.meskipun dengan napas terengah karena setengah berlari menaiki tangga darurat namun wajahnya tetap berbinar.
Angin malam yang sejuk menerpa Viona sejak ia menginjakkan kaki di lantai gedung yang dipunuhi bermacam-macam sayuran hidroponik segar.rambutnya berkibar pelan tertiup angin,seraya mendekati pohon tomat yang buahnya berwarna merah tanda bahwa buah itu sudah matang.
tangan Viona terulur memetik satu buah tomat di usapnya buah itu menggunakan lengan hoodie untuk sedikit membersihkan.gadis itu lalu menggigit sedikit demi sedikit sambil merasakan tomat segar yang masuk ke mulutnya.
" hm enak manis lumayan untuk mengurangi dahaga karena sudah berolahraga tadi"seru Viona ceria
ia kembali menggigit tomat penuh minat namun saat tatapannya jatuh pada gedung di depan tempatnya berada matanya berubah sendu.
" tomat ini manis tapi tak semanis hidup ku"
Seraya menatap papan bunga di seberang gedung yang berjejer rapih dihiasi dengan lampu kelap-kelip bertuliskan berbagai ucapan selamat ulang tahun untuk Viola.tak ada sama sekali namanya yang terukir di sana,ia sepenuhnya sudah tersingkir dari kehidupan mereka.
Orang orang dengan pakaian pesta andalannya tampak berjalan memasuki gedung.sebuah mobil mewah berhenti di depan gedung mata Viona semakin terpaku menatapnya.
dua orang wanita dengan gaun pesta yang indah dan elegan tampak keluar dari dalam mobil. lalu datang satu mobil lainnya yang membawa seorang pria yang tak lain adalah Nendra Dinakta.
Nendra berjalan menghampiri dua wanita yang terlebih dulu sampai tak lain adalah istri dan anaknya yang sedang berulang tahun,yakni Ayunda dan Viola.
Di apit oleh dua wanita cantik Nendra berjalan memasuki gedung dengan wajah bahagia.begitupun Viola dirinya tampak bersinar bahagia karena dikelilingi orang yang ia sayangi.berbeda dengan Viona yang berdiri di atas rooftop ia mengunyah tomatnya dengan beringas.
"Dasar bodoh,jelas-jelas Lo akan sedih melihat ini kenapa Lo masih aja datang untuk melihatnya"Rutuk Viona pada diri sendiri.
Seraya mengusap kasar mulut yang kotor dengan lengan Hoodie yang di pakainya.ia sedikit menyesal datang ke sana,tetapi mau bagaimana lagi ini semua terjadi karena salahnya dia pun mencoba untuk tegar.
"Selamat ulang tahun Viola aku kesini untuk merayakan ulang tahun dengan mu,kita terbiasa merayakannya berdua bukan.kali ini pun sama walau aku disini dan kau disana.walaupun kau di bawah terangnya lampu dan aku di gelapnya malam,aku senang bisa merayakannya bersamamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Drowning In Sadness
ChickLitKehidupan Viona yang bahagia berubah 180° setelah terjadinya sebuah insiden yang membuat ia kehilangan sang kakak. semua orang yang dulu dekat dengannya perlahan meninggalkannya. bahkan ia di usir dari rumah oleh ibunya sendiri. kakeknya kemudia...
