Senyum yang ku rindukan

72 6 0
                                        

Viona menunggu dengan gusar di mobil ia berkali-kali mengubah posisi duduknya.di pikirannya berkecamuk berbagai pertanyaan.

bagaimana jika ibunya tidak membiarkan Arjuna masuk?

bagaimana jika ibunya tidak suka dengan bunga yang ia beli?

apa yang akan ibunya pikirkan jika tiba-tiba orang asing seperti Arjuna datang dan menjenguknya dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan lain yang membuat kepala Viona pusing sendiri. gadis itu bahkan mengetuk-ngetuk kepalanya saking frustasi.

Arjuna masuk ke mobil dan duduk di kursi kemudi ia memperhatikan sikap aneh Viona dengan dahi berkerut.

"Vi elo Kenapa?"tanya Arjuna

"kapan lo datang,cepat amat bunganya udah lo kasih belum Terus gimana reaksi nyokap gue?."Viona bertanya tak sabar

Arjuna terkekeh melihat Viona yang tidak sabaran ia lalu mengambil handphone dari saku kemejanya dan menyerahkan pada Viona.

"gue udah punya,buat apa Hp lo lo kasi ke gue " Viona menolak.

"ini, Lo pengen lihat nyokap lo kan gue punya Videonya"

"serius emang ada"Viona tak percaya Arjuna segera mendekat ke arahnya Ia lalu memperlihatkan video di handphone miliknya.di video Itu tampak Ayunda yang memegang bunga dengan senyum lebar. wanita paruh baya itu bahkan terlihat sangat menyukai bunga anggrek berwarna ungu pemberian Viona.walaupun ia tidak tahu siapa yang memberikan bunga itu.

Viona menyeka Air mata Di Sudut matanya ia terharu,sudah sangat lama sekali saat terakhir kali ia melihat senyum dari ibunya.rasa rindu membuncah di dadanya namun segera ia menepisnya.Viona mengingatkan dirinya bahwa Ayunda sudah tidak mau menganggapnya sebagai Putri lagi dan itu adalah pukulan telak untuk Viona.

"Elo nggak papa?" tanya Arjuna khawatir

Viona menggelengkan kepalanya masih sambil mengusap air mata. "nggak gue nggak papa, makasih ya Jun elo udah kasih gue video ini.gue senang bisa lihat senyum nyokap gue lagi." tutur Viona dengan wajah tulus tidak ada wajah ketus maupun tatapan tajam di sana seperti yang selalu ia tunjukan untuk pertama kalinya Arjuna melihat Viona tersenyum manis.

"Gimana caranya elo dapetin video Itu?bukan elo yang ngasih bunganya kan?"tanya Viona penasaran.

"Bukan,gue minta tolong sama suster tadi videoinnya juga diem diem, haha gimana pinter kan gue"Arjuna membanggakan dirinya sendiri.

"Iya iya Lo pinter,tu suster Lo kasih imbalan apa kok mau Lo suruh sih"

Arjuna menyisir rambutnya ke belakang dengan tangan
"Siapa yang bisa nolak pesona gue,tuh suster cuma gue kasih senyuman tadi langsung mau dianya."

"Dasar Lo jun,abis ini anterin gue ke suatu tempat gue udah lama nggak ke sana"ucap Viona dengan nada memerintah rasa bangga Arjuna seketika sirna digantikan dengan rasa kesal.

"udah gue bilang jangan panggil gue itu."

" iya-iya cepetan anterin gue"

" kita ada kuliah lupa? Ucap Arjuna mengingatkan"

" bolos gak papa kali"

"kebiasaan Lo, gue ini anggota BEM masa iya gue bolos kemana Citra dan harga diri gue."

Arjuna tidak mau bila dirinya menjadi contoh buruk untuk mahasiswa yang lain.tetapi ia juga tidak tega menolak permintaan Viona dan lagi ini adalah pertama kalinya gadis itu meminta sesuatu padanya.apa dia harus menolak?

"Emang harus sekarang,kalo nanti pulang kuliah gimana?" tanya Arjuna mencoba mencari jalan tengah agar ia bisa melakukan keduanya.

"Ya udah kalau lo nggak mau Citra lu rusak gue pergi sendiri."

Drowning In SadnessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang