Penyusup bernetra biru

33 5 0
                                        

Rumah mewah dengan penjagaan yang sangat ketat itu berdiri sangat angkuh.lampu lampu yang menyala bagaikan puluhan pasang mata menyorot dengan tajam.

seorang pria  berpakaian hitam memegang teropong,seraya mengawasi rumah tersebut dari rooftop yang terletak tak jauh dari rumah itu berada. mulutnya bergerak seraya berbicara lewat earphone di telinga kanannya.

Cukup lama dirinya berbincang di telepon,setelah sambungan terputus ia segera memakai topi hitam dan juga masker untuk menutupi wajah.kemudian dia turun dengan cara melompat ke bangunan yang lebih rendah dari tempat tersebut dengan gerakan lincah.

Di lain sisi,pos utama kediaman Dinakta kedatangan tamu seorang pengantar paket yang membawa sebuah kotak hitam.setelah berbicara lewat intercom tak lama salah satu penjaga keluar untuk mengambil paket tersebut.

paket itu kemudian dibawa masuk sementara sang pengantar segera berlalu senyum miring terbit dari wajahnya,disusul bunyi berdebum yang keras dari pos utama.rupanya paket yang ia antar berisi bom molotov sehingga membuat pos tersebut kebakaran.

Penghuni rumah menjadi geger karena suara Bom yang begitu kencang.para penjaga mulai berdatangan untuk memadamkan api di pos utama,sehingga membuat penjagaan menjadi longgar.di tengah kesibukan itu lelaki yang semula mengawasi kediaman Dinakta menyusup masuk ke dalam rumah.dia menyelinap menghindari penjaga dengan lincah dirinya masuk melalui pintu belakang yang di biarkan terbuka.saat pegawai dapur ada yang memergokinya ia langsung membuat mereka pingsan dengan menotok punggung mereka.

Setelah membereskan penjaga yang berada di lantai satu,ia bergegas naik ke lantai dua.seraya mengecek satu per satu ruangan mencari gadis yang ia incar.Saat dia sedang sibuk mencari telinganya menangkap suara piano yang berdenting merdu.pria itu mengikuti ke arah suara piano itu berasal dan dirinya mendapati gadis yang dicarinya tengah menekan tuts piano dengan lincah.

tanpa basa-basi lagi ia langsung masuk ke dalam dan mengunci pintu.gadis yang tengah bermain piano itu tak sadar bahwa ada penyusup yang masuk ke ruang musiknya sehingga ia tetap fokus pada permainan piano yang sedang ia mainkan.

Namun saat pria itu berdiri di belakangnya bayangan pria itu terpantul lewat penutup piano yang mengkilap.gadis itu sontak terkejut seraya berbalik untuk melihat wujud asli dari bayangan itu.Pria asing dengan pakaian serba hitam berdiri menjulang,matanya yang berwarna biru menatap ia tajam.

"Permainan piano mu lumayan bagus" suara berat pria itu menggema membuat sang gadis bergidik ia merapatkan tubuhnya pada piano.

"Apa kau takut pada ku Viola Nisha Dinakta?huh sangat membosankan"pria itu berdecih seraya mulai mendekati Viola.

"Siapa kau? kenapa datang ke sini, jangan berani mendekat!!"Viola berucap dengan suara bergetar.

Tangannya bergerak mengambil handphone namun karena gugup ia malah akan menjatuhkannya. beruntung pria itu dengan sigap langsung menangkap handphone itu.

"Apakah kau ingin meminta bantuan,ini pakailah"pria itu menyodorkan handphone pada sang empunya.

Gadis itu segera mengambil handphonenya lalu menekan tombol * pada panggilan darurat untuk menyalakan bel bahaya.

"Pergilah!! mereka akan segera datang dan menghabisi mu."ancamnya.

"Aku tidak takut mereka,aku hanya akan pergi setelah kau menjawab pertanyaan ku"seru pria itu.

"Aku tidak tahu apa apa!!"sahutnya cepat.

Pria itu tampaknya mulai marah ia memegang dagu Viola Dengan keras."kau mulai berani karena sudah berhasil meminta bantuan huh, tidak tahukah kau bahwa aku bisa melakukan apa saja padamu!!"

Drowning In SadnessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang