"jika lelaki tidak mau di kejar berarti ia adalah lelaki sejati dan ia mau ia yang mengejar wanita impiannya,bukan begitu lelaki sejati?"
********
Sang langit tampaknya sudah tak kuasa menahan air yang sudah bertumpuk diantara awan-awan dan akhirnya tumpah jualah air itu kini. pagi menjadi dingin karena tetesan air yang mengguyur dari langit membentuk hujan.
Viona melangkahkan kakinya turun dari mobil sang kakek.sweater berwarna merah marun tampak membungkus tubuhnya dari cuaca yang dingin.ia melangkah menyusuri koridor universitas yang 2 tahun lebih sudah menjadi tempatnya menimba ilmu.
Para mahasiswi yang dilewati Viona memandangi ke arah nya dengan pandangan memuja dan ada sebagian yang menunjukkan pandangan sinis. Mendapatkan pandangan seperti itu awalnya Viona tidak peduli, tetapi lama-kelamaan ia Risih juga.
Viona kemudian mempercepat laju jalannya untuk menghindari pandangan yang memuakkan menurutnya itu.namun ia merasa seseorang mengikutinya dari belakang.untuk memastikan siapa yang mengikutinya ia membalikan badan melihat ke belakang.
"Aww.." Viona meringis sakit saat wajahnya justru menabrak bahu lebar nan kokoh yang pastinya itu bahu seorang lelaki.
Sambil memegang hidung mancungnya yang terasa sakit Viona mendongak.
"Arjuna, lu bisa nggak sih jalan pake mata"
"Kenapa jadi gue bukannya elo yang salah, ngapain tiba-tiba pake balik badan segala."
Viona mendorong bahu Arjuna dengan kepalan tangannya "lo ngikutin gue "
"Siapa yang ngikutin lo geer banget sih"
"Terus lu ngapain di belakang gue"
"Gue mau jalan ke kelas lah mana gue tahu yang ada di depan Gue itu elo, lagian Siapa juga yang mau deket-deket sama cewek galak"
"Oh ya ya udah kalau gitu lo jalan duluan sana,gue juga nggak mau dekat-dekat sama lo.pantesan aja gue dari tadi ngerasa pandangan orang-orang ke gue itu aneh ternyata itu karena lo ada di belakang gue."
"Ya mau gimana lagi pesona gue emang gak bisa ditolak" Arjuna menyisir rambut dengan tangan nya seraya tersenyum Angkuh.
"Udah sana jalan" Viona mendorong tubuh Arjuna agar berjalan mendahuluinya.
"Iya elah,sabar napa sih lo"protes Arjuna.
Dengan langkah pelan Arjuna akhirnya berjalan di depan Viona. Sambil sesekali tersenyum dan membalas sapaan dari mahasiswi yang di lewatinya,membuat Viona yang di belakangnya menjadi jengkel.
"Woi keong Lo bisa cepat gak jalannya."protes Viona
"Santai aja kali baru juga jam berapa." Arjuna menjawab dengan santai
"Pala Lo jam berapa,kelas gue bentar lagi mulai."
"Yaudah elo tinggal jalan duluan susah amat"
"Awas lo ya kalo ngikutin gue lagi"
"Udah gue bilang gue gak ngikutin, elo nya aja yang kegeeran."
Viona dengan tak sabaran berjalan melewati Arjuna, kedua kakinya melangkah lebar. Arjuna berusaha mengejar langkah Viona agar ia tetap berada di sekitar gadis itu.tetapi Wujud Viona sudah hilang dari pandangan matanya.
"Kemana sih tu cewek cepat banget ngilangnya."
Arjuna mengedarkan pandangan ke sekeliling nya,para mahasiswi yang tadi tidak berani mendekati nya Sekarang sudah mulai mendekat.
"Kak Arjuna anterin gue ke kelas dong"
"Kak Arjuna ke kantin bareng yuk"
"Kak aku bawa bekal lho buat kakak"
KAMU SEDANG MEMBACA
Drowning In Sadness
ChickLitKehidupan Viona yang bahagia berubah 180° setelah terjadinya sebuah insiden yang membuat ia kehilangan sang kakak. semua orang yang dulu dekat dengannya perlahan meninggalkannya. bahkan ia di usir dari rumah oleh ibunya sendiri. kakeknya kemudia...
