"sebuah luka tidak akan dengan mudah sirna,seperti karang yang di terjang ombak di lautan meskipun ombak itu telah berlalu namun bekasnya akan tetap tertinggal"
********
Seorang gadis tengah terbaring di atas pohon besar dengan telinga yang tersumbat headphone berwarna hitam. dahinya dipenuhi oleh peluh yang bercucuran. sesekali iya mengigau tubuhnya bergerak dengan gelisah.
"Air.. air.."igaunya
"To..long kak Vino Aaa..."teriak gadis itu
gadis itu lalu tersentak bangun dengan nafas yang tersengal-sengal ia mengatur kembali nafasnya.
Di ambilnya tas yang tergantung di ranting pohon, lalu ia mengeluarkan botol air minum dari dalam tas dan meneguknya hingga tandas.
"Sial mimpi itu lagi." ucapnya
Seraya mengusap dahi yang berkeringat,ia menyenderkan punggungnya pada batang pohon yang tampak kokoh.
Gadis itu melepaskan headphone yang menyumbat telinganya menutup matanya sejenak untuk menenangkan pikiran.
"Eh lo denger suara teriakan gak tadi"
"Iya gue denger Lo denger juga, gue kira gue yang salah denger."
"Suaranya dari atas pohon deh kayaknya."
"Jangan bilang itu hantu,ih serem gue takut."
"Sembarangan Lo mana ada hantu siang bolong."
Percakapan dua orang mahasiswi dari bawah pohon membuat Viona melongokkan kepalanya ke bawah.
"Kurang ajar dia ngatain gue hantu,lihat aja kalian ya."
Viona menyeringai terlintas ide jahil di pikirannya,ia memetik buah pohon yang ada di dekatnya, lalu melempar orang-orang di bawahnya dengan buah tersebut. sehingga orang yang berada di bawah terkaget dan berteriak
"Aww itu siapa yang ngelempar gue."teriak mahasiswi di bawah pohon sambil berjingkat ketakutan
" Tuh apa gue bilang hantu kan"
"Aaarg aaarg...hihihhi"Viona membuat suara yang menyeramkan.
"A..a..ad..a hantu lari .."
Suara Viona berhasil menakuti dua mahasiswi itu yang sekarang tengah berlari ketakutan.Viona pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah mereka.
"rasain lo pada, siapa suruh ngatain gue hantu."
Viona menatap orang-orang itu Dengan rasa puas,ia pun memegang perutnya yang berbunyi.
"yaelah perut gue laper lagi, ini pasti gara-gara ngerjain mereka energi gue jadi terkuras."
Ia pun menyandang tasnya lalu meloncat dari atas pohon dengan pendaratan yang mulus. tentu saja ia sudah 3 tahun belakangan melakukan kegiatan tersebut sehingga ia sudah ahli melakukannya.
saat ia menunggu kelas ia akan memanjat pohon yang sudah seperti rumahnya itu, ia pun sudah menyulap pohon itu agar nyaman ditempati. hanya saat dia lapar baru ia akan turun seperti saat ini.
Seseorang menepuk pundak Viona, refleks Ia pun berhenti dan perlahan berbalik.
"ngapain lo "Ucap Viona dengan nada ketus.
"lo ya ngapain?ngerjain orang lagi,ngelemparin mereka dari atas pohon sampai lari kocar-kacir kayak gitu." jawab cowok yang menepuk pundaknya tadi.
"Itu Lo tahu kenapa mesti nanya."jawabnya
" maksud gue apa tujuan Lo."tanya balik cowok itu.
"Mereka lucu kalo lari kocar-kacir kayak gitu,gue puas ngeliat nya."jawab Viona santai yang membuat orang di hadapannya geram.
KAMU SEDANG MEMBACA
Drowning In Sadness
ChickLitKehidupan Viona yang bahagia berubah 180° setelah terjadinya sebuah insiden yang membuat ia kehilangan sang kakak. semua orang yang dulu dekat dengannya perlahan meninggalkannya. bahkan ia di usir dari rumah oleh ibunya sendiri. kakeknya kemudia...
