"memberi kesempatan tidak akan membuatmu rugi ,sebaliknya kau akan merasa lega karena kau sudah berusaha untuk mengerti."
********
Sudah satu minggu ini Zara adinda selalu mengikuti Viona.membawakan makanan dan mencoba untuk berteman dengannya.
Viona sudah jengah menegur dan menyuruh Zara untuk berhenti mengikutinya.tapi gadis itu tetap kekeuh mendatangi kelasnya dan mengikutinya kemanapun ia pergi.hal itu membuat Viona tidak bisa mengunjungi tempat rahasianya,karena keberadaan Zara di sekelilingnya.
"lo mau jadi temen gue kan ?"tanya Viona menghentikan langkahnya,refleks Zara yang di belakang Viona juga ikutan menghentikan langkah
"iya iya aku mau jadi temen kamu" jawab Zara antusias
"Lo mau temenan sama cewek kayak gue,gue galak ,ketus, sombong dan juga penyendiri"
"Tapi Viona baik itu sebabnya aku mau jadi temen kamu dan mulai sekarang Viona gak akan jadi penyendiri lagi karena aku bakal jadi temen Viona" sambung Zara menyunggingkan senyum manisnya.
"Lo mau di jauhin sama mahasiswa lain karena Lo Deket sama gue."tanya Viona penuh penekanan
"Gak masalah asalkan ada Viona"
Mendengar jawaban dari Zara membuat Viona menarik sudut bibirnya walaupun tidak kentara bahwa dia sedang tersenyum.
"Oke, mulai sekarang lo jadi temen gue karena lo yang maksa."
"tapi hari ini gue ada urusan gue mau pergi sendiri, lo nggak usah ikut ."lanjutnya
"iya Viona,nggak papa Aku mau balik ke kelas aja.makasih ya udah mau jadi teman aku, Aku pergi dulu da..dah.."
Akhirnya setelah sekian lama Zara membujuk Viona luluh juga dan mau berteman dengannya.
Zara tersenyum lebar kearah Viona sambil melambaikan tangan lalu pergi menuju kelasnya berada. Viona hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya.
"Ck itu bocah malu maluin gue aja" desis Viona
"Segitu senangnya kah Zara saat ia mengatakan mau menjadi temannya. semoga saja Zara tak sama seperti temannya dulu."pikir Viona
Viona mencoba membuka diri kembali dan mencoba berteman dengan Zara,sesuai nasihat dari sang kakek.
akhirnya Viona bisa berbaring ditemani hembusan angin di atas pohon. setelah seminggu ini dirinya diikuti oleh Zara kemanapun ia pergi.
Saat sedang enak-enaknya bersantai Viona dikagetkan oleh lemparan batu yang mengenai papan tempatnya berbaring.
Viona melongokkan kepalanya ke bawah pohon dan mencari pelaku pelemparan batu tersebut.
" woi siapa yang berani ganggu waktu istirahat gue." Teriaknya
orang yang berada di bawah pohon mendongak melihat kearahnya."gue kenapa lo mau marah?" jawab orang itu yang ternyata adalah Arjuna
"lo lagi, ngapain sih lo."teriak Viona ia mengacak rambutnya frustasi.
"lo yang ngapain, kerjaan lo tuh tidur mulu. cepat turun Lo harus ikut lomba 17 Agustusan kami kurang satu peserta."
"Terus apa hubungannya sama gue." Tanya Viona ketus
"Ya Lo harus ikutan lah secara Lo gak ada partisipasi apa apa dalam acara ini, seenggaknya Lo jadi peserta lomba kek."
"Ngapain gue mesti repot kan di sini Lo yang anggota BEM,jadi Lo urusin aja kerjaan Lo sendiri."
"Lo harus ikut"tegas Arjuna
KAMU SEDANG MEMBACA
Drowning In Sadness
Literatura FemininaKehidupan Viona yang bahagia berubah 180° setelah terjadinya sebuah insiden yang membuat ia kehilangan sang kakak. semua orang yang dulu dekat dengannya perlahan meninggalkannya. bahkan ia di usir dari rumah oleh ibunya sendiri. kakeknya kemudia...
