Munculnya sang pengganggu

149 11 0
                                        

"kamu tidak akan selamanya bisa mengacuhkan orang di sekitar mu karena bagaimanapun kamu tetap membutuhkan mereka, kalau tidak sekarang pasti nanti manusia itu makhluk sosial ingat!."

********

Pagi hari adalah waktu dimana semua orang memulai aktivitasnya.Wajar jika jalanan ibukota menjadi padat karena kendaraan berlalu-lalang.

walaupun sudah diterapkan sistem ganjil genap di beberapa jalur masih tak mengurangi kadar kemacetan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta. karena kenyataannya orang orang kaya memiliki kendaraan pribadi lebih dari satu sehingga mau hari itu ganjil atau genap ia tetap bisa menggunakan kendaraan pribadinya.

Berbeda dengan Viona yang memilih berangkat ke kampus dengan sepeda.sehingga peraturan itu tak berlaku baginya,tentu saja karena sepeda tidak memiliki plat nomor.

Dengan headphone yang menyumbat telinga dari bisingnya kota Jakarta.
Ia mengayuh sepedanya cepat agar segera sampai di kampus.memang jarak rumahnya tidak terlalu jauh dari kampus hanya memakan waktu sekitar 30 menit untuknya sampai jika menggunakan sepeda.

ia berbelok tajam saat memasuki gerbang membuat mahasiswa yang sedang berjalan di sekitar gerbang menjerit saat ia menerobos mereka dengan sepedanya.

Viona hanya terkikik geli melihat reaksi para mahasiswa yang dilewatinya.begitulah ia selalu membuat orang kaget dengan apa yang dilakukannya tiba-tiba.

tapi tidak akan ada yang berani menegur ataupun memarahinya.tentu saja karena mereka takut menghadapi Viona yang ketus dan tak tersentuh.

belum lagi jika ia sedang kesal ia akan mengangkat tangan dan mengepalkannya di depan orang yang membuat nya kesal sampai terdengar bunyi gemeletuk tulang yang saling beradu.Membuat orang yang berhadapan dengannya langsung menciut ketakutan.hal itu bukan sekedar ancaman semata namun nyata adanya karena sudah pernah ada korban.

Sehingga orang-orang memilih tutup mulut dan tak berkomentar apa-apa terhadap kelakuannya,karna tidak ingin berurusan dengannya.

Mereka terbelalak karena hari ini ada orang bodoh yang berani beraninya menghentikan laju sepeda Viona.sehingga mereka hanya bisa menelan ludah saat seorang mahasiswa itu berlari mengejar Viona. dengan bekal makanan di tangannya ia berteriak memanggil Viona.

" kak.. kak tungguin aku mau kasih kakak ini"teriaknya

" gue nggak mau buat Lo aja"sahut Viona

tetap menjalankan sepedanya tetapi gadis yang mengejarnya tak menyerah dan terus mengikutinya. akhirnya dengan sangat terpaksa Viona menghentikan laju sepedanya.

"apa lagi sih, gue bilang nggak mau buat Lo aja. Lo budek?"

Viona menatap gadis di sampingnya yang tampak ngos-ngosan. semua mahasiswa yang melihat mereka berharap-harap cemas akan nasib sang gadis yang tetap gigih memberikan bekal pada Viona.

"tapi Kak, kakak kemarin udah tolongin aku ini sebagai rasa terima kasih aku sama Kakak. aku juga mau balikin jaket kakak"

Gadis itu membuka tasnya dan mengeluarkan jaket berwarna biru,lalu menyerahkannya pada Viona.

"semester berapa Lo?"Tanya Viona datar

" oh kenalin Kak nama aku Zara adinda jurusan sastra semester 6,aku mahasiswa pindahan di sini."

Seraya tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah Viona. Viona tak menghiraukan uluran tangan gadis itu, ia mengambil jaket yang ada di tangan kiri Zara lalu mengikat jaket itu ke pinggangnya.

" stop panggil gue kakak oke, gue juga mahasiswa semester 6 dan soal bekal yang lo kasi antar ke kelas gue kalo lo emang niat ngasi, bawaan gue berat soalnya."

Drowning In SadnessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang