apakah ini nyata?

34 1 0
                                        

Hiruk-pikuk suasana di dalam kereta menjadi pemandangan yang saat ini tengah di lihat Viona.gadis itu baru saja mengantarkan sepeda motor yang di pinjamnya dari resepsionis hotel,sehingga ia harus pulang menaiki MRT transportasi umum di Jakarta.saat kereta berhenti ia melanjutkan perjalanan menuju ke cafe menaiki ojek.

  papan nama Spica cafe tampak menyambut kedatangan sang empunya,ada secercah rasa bangga yang dirasakan Viona saat dirinya melihat usaha yang di jalankannya berjalan lancar seperti saat ini.pengunjung tak pernah sepi untuk datang ke cafe yang ia kelola dan omsetnya pun lumayan menjanjikan.

Gadis itu melangkah memasuki cafe dengan senyum di wajahnya,ini adalah hari pertama ia menjalani hari di usia 21 tahun.bel pintu berdenting saat ia membukanya,gadis itu menghampiri meja barista sembari menyapa.

  "Gimana hari ini Ren?" tanyanya pada barista yang tengah sibuk membuat Coffee art,sang barista menoleh dan tersenyum pahit pada atasannya "rame banget Vi, gue kewalahan karena kita kekurangan orang.barista cuma gue sama Geri,kalau bisa elo cepetan cari penggantinya Gilang" ucap Rendy

" gue udah pasang iklan loker di website dan medsos Ren,rencananya hari ini gue interview mereka elo tenang aja oke."sahut Viona

" baguslah kalau gitu,jangan terlalu pilih-pilih pegawai Vi yang penting itu orangnya rajin."saran Rendy pasalnya ia tahu sifat bosnya itu yang terkesan galak saat melakukan interview.Viona juga merupakan orang yang sangat pemilih.

  "kita butuh orang yang berpengalaman dan kompeten jadi gue harus memilih dong."

  "nggak masalah fresh graduate juga gue bisa ajarin dia nanti yang penting orangnya rajin.gue nggak bisa nunggu lagi pokoknya secepatnya elo harus rekrut barista baru "

" iya dasar bawel,gue masuk ke kantor dulu."

  "Bentar,Tadi ada yang nanyain Elo Vi."

"emang siapa?"

" nggak tahu, ibu-ibu cantik dia nungguin lo di meja 12 lantai 2."

" siapa ya kira-kira apa dia ibu-ibu yang bikin rusuh tempo lalu."

"bukan,gue mah tahu ibu itu kagak cantik sama sekali beda lagi ini mah ibu-ibu cantik. samperin aja dulu siapa tahu penting,oh ya mukanya mirip elu deh kayaknya" jelas Randy

Viona merenung sejenak mendengar penjelasan dari Rendy,ibu-ibu cantik yang mirip dirinya apakah itu Ayunda. pikir Viona tapi ada apa gerangan sehingga ibu yang sudah lama tidak menemuinya itu tiba-tiba datang

" bos Vi kok melamun udah sana samperin"

"oke meja 12 di lantai dua kan gue ke sana sekarang"

Viona berjalan menuju lantai 2 menapaki anak tangga.entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdebar,apa mungkin karena iya gugup.

Dirinya menatap sekeliling suasana di lantai dua tidak seramai di lantai dasar karena hari masih siang biasanya pada malam harilah lantai dua akan ramai.Viona melihat ke meja 12 di sana duduk seorang wanita yang memang ada di pikirannya di saat yang  sama Ayunda menangkap kedatangan putrinya.saat mata mereka bertemu ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan dari tatapan mereka entah itu kerinduan penyesalan atau mungkin kekecewaan.

  "mengapa hanya berdiri kemarilah Viona " Ayunda membuka suara menatap putrinya meski tatapannya tak sehangat dulu.

Viona yang semula mematung bergegas mematuhi ibunya ia lantas duduk di kursi tanpa bicara sepatah kata pun,gadis itu hanya melihat Ayunda yang kembali memakan suapan terakhir ke mulutnya.

"cake di sini lumayan enak Mama menghabiskan sepotong saat menunggumu"Ayunda membuka suara.

Viona yang bingung harus menjawab apa hanya tersenyum  kecil,entah mengapa saat ini ia merasa canggung berada di hadapan ibunya sendiri. mungkinkah karena sudah 3 tahun lebih tidak berjumpa atau karena rasa bersalah yang bercokol di hatinya sehingga membuat ia menjadi seperti itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 25, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Drowning In SadnessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang