Happy reading^_^
Viona memasuki ruang BK tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. gadis itu menatap tajam dosen yang menyulut amarahnya, Dreynant duduk disalah satu kursi dengan tenang sepertinya dosen itu memang sengaja menunggu Viona.
" Viona apa tidak sebaiknya kamu mengetuk pintu terlebih dahulu" ucap dosen gendut dengan kumis tipis dan kacamata menatap Viona tak suka,lebih jelasnya tak suka pada kelakuan gadis itu.
" untuk apa,kalian sudah tahu aku akan datang bukan jadi aku tidak perlu mengetuk pintu lagi itu membuang waktu."gadis itu menyeret kursi dan mendudukinya dengan kesal.
" jadi Pak Agung ada apa memanggil saya?"tanya Viona to the point.
Dreynant memperhatikan Viona dengan serius seolah gadis itu adalah fokus utamanya.
"Pak Dreynant sebagai dosen baru kamu melapor kepada saya bahwa kamu sudah bolos kelasnya dua kali,apa itu benar Viona?"pak Agung mulai mengutarakan maksudnya memanggil Viona.
" ya itu benar "sahut Viona tanpa rasa bersalah sama sekali.
" jadi apa alasan kamu tidak datang ke kelas" Pak Agung bertanya kembali.
" tidak ada alasan saya memang berniat bolos" Jawab Viona cuek seolah bolos bukan masalah besar menurutnya.
Pak Agung menatap Viona geram karena sikap tak peduli gadis itu.
" apa kamu mau saya memanggil kakekmu untuk memberi tahu kelakuan mu ini "ancam pak Agung.
" Saya sudah datang bukan, Kenapa masih ingin memanggil kakek saya.bapak tidak bisa melakukannya kakek banyak urusan" ucap Viona tak terima.
" ini bukan pertama kalinya kamu membolos saya tidak bisa mentelorir kamu lagi."
Pak Agung menghela nafas sejenak "ya sudah kalau kakek kamu sibuk saya akan memanggil orang tuamu saja" Pak Agung mengangkat gagang telepon dan membalik lembar data mahasiswa.
Viona beranjak dari duduknya dan merebut gagang telepon dari tangan pak Agung.wajahnya tampak marah mata gadis itu bahkan sampai berkilat menatap sang dosen bimbingan konseling.
" jangan berani-beraninya menghubungi mereka,mereka tidak ada urusannya dengan ku" ucap Viona dingin.
" silakan hukum aku sesuka bapak tetapi jangan pernah berani menghubungi mereka. Saya tidak akan segan-segan jika bapak berani melakukannya, meskipun bapak adalah seorang dosen"Viona melanjutkan masih dengan ekspresi yang sama.
Pak Agung selaku dosen tersentak dengan reaksi Viona ia hanya bisa mematung. sementara Dreynant tersenyum miring melihat Viona.
"ini baru menarik"batin Dreynant.
Viona meletakkan gagang telepon setengah membanting.
" aku permisi"ucapnya sambil melirik Dreynant dengan tatapan meremehkan.
Gadis itu bahkan berani menghembuskan nafas kasar di depan wajah Dreynant sambil bergumam dengan nada mengejek "huh dosen pengadu"seraya kemudian berlalu dengan langkah lebar meninggalkan ruang BK.
Sepeninggalan Viona,wajah Dreynant tampak mengeras ia tak menyangka dirinya akan direndahkan oleh seorang gadis. tangannya terkepal menahan marah,tanpa pamit Ia pun turut meninggalkan ruang BK.
Dreynant mengeluarkan handphone dari saku celananya seraya menekan tombol menghubungi seseorang.
" halo Dewa cari tahu tentang gadis itu sekarang juga.Aku tidak tahan lagi dengan sikapnya,Aku muak.hari ini juga kau harus dapatkan hasilnya aku tidak bisa menunggu lagi kau dengar" D alias Dreynant berbicara penuh emosi.
ia menyamar sebagai dosen karena ingin mencari tahu gadis yang selalu ada adi mimpinya.tapi ia tak menyangka bahwa gadis itu akan begitu menyebalkan seperti Viona.
"..............." terdengar jawaban di seberang sana yang membuat wajah D alias Dreynant menjadi kaget.
" apa kau bilang apa kau tidak salah lihat,gadis itu sekarang ada di sini kau mau menipuku huh"
sahut Dreynant tak percaya.
"..........."
"baiklah kirim buktinya padaku" Dreynant menyudahi telepon dan mengecek pesan yang masuk ke handphonenya.sebuah foto terkirim padanya Ia membuka foto itu seketika matanya terbelalak tak percaya.
" haha apa ini apa dia punya kembaran,astaga ini membuat ku pusing.jadi siapa gadis yang ada di mimpiku?"Dreynant tertawa sumbang menertawai dirinya sendiri.ia lalu mengacak-acak rambutnya saking frustasi.
Tak ingin terlalu banyak berpikir Dreynant berjalan cepat untuk mencari Viona.ia tidak peduli lagi pada kelas atau tugasnya sebagai dosen. toh Iya cuman dosen gadungan di sini pikirnya. yang ia butuhkan adalah menemui Viona sekarang,ia akan bertanya langsung pada gadis itu.
********
Chapter ini dikit dulu ya,
mau di gabung takutnya kepanjangan.
Rencananya aku mau selipkan kata" di setiap chapter tapi sekarang belum dapet idenya. Yang ada saran bisa komen, kalau kata"nya sesuai sama isi chapter bakal aku pajang dan tuliskan namanya.
Yoo.. itupun kalau kalian berminat aku tidak memaksa sukarela aja.
Sorry kalau bacotan aku kepanjangan, abisnya aku pengen lebih dekat sama kalian
haha lebay kan yaa^_^
tunggu episode selanjutnya
See you bye bye
Don't forget Voment!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Drowning In Sadness
Chick-LitKehidupan Viona yang bahagia berubah 180° setelah terjadinya sebuah insiden yang membuat ia kehilangan sang kakak. semua orang yang dulu dekat dengannya perlahan meninggalkannya. bahkan ia di usir dari rumah oleh ibunya sendiri. kakeknya kemudia...
