64. Bad feeling

5.6K 264 11
                                        

YUHUUU DOUBLE UPDATE ..

JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK PARAH PEMBACA SHE IS STARLA..

SEBARKAN CERITA INI KE SOSIAL MEDIA KALIAN YUKK. BIAR CERITA INI FYP DAN BANYAK PEMBACANYA.

JANGAN LUPA TAG AKU JUGA

@WP. MISSLOVAA -INSTAGRAM
@THECIMORYY._ -TIKTOK

HAPPY READING...

<3

***

Sampainya Starla di Mansion, bertepatan Stella dan Cleo yang juga baru memasuki gerbang Mansion. Mereka memakirkan motor. Starla yang melihat Stella dan Cleo yang kini, berjalan ke arahnya memilih tetap menunggu di tempatnya.

"Baru pulang?" Tanya Stella pada Starla. Setelah sampai di hadapan Starla.

"Iya. Lo berdua, habis dari mana? Kok bareng?" Tanya bingung Starla. Melihat Cleo di samping Stella.

Stella mengaruk tegkuknya yang tidak gatal. "Tadi night ride" bohong Stella yang diangguki saja oleh Starla.

"Masuk yuk!" Ajak Cleo. Yang di setujui oleh kembar.

"El, lo tidur bareng gua ya" ujar Starla pada Stella di sampingnya. Saat ini mereka menaiki anak tangga.

"Okay!" Jawab Stella semangat. Cleo yang melihat tingkah mengemaskan adiknya dari belakang. Mengelus pelan rambut mereka berdua bersamaan.

"Adik gua gemoy banget!" Ujar Cleo yang terkekeh.

"Ya, iyalah, produk Papa!" Jawab Starla bangga. Yang membuat Stella memajukan jempol ke arahnya. Cleo yang mendengar hanya tertawa. Sampai mereka di kamar lantai dua. Cleo memasuki kamarnya. Sedangkan, Stella memasuki kamar Starla.

"El, lo mandi dulu" ujar Starla yang kini berbaring di atas kasur. Begitu juga Stella yang bebaring di sampingnya.

"Nggak! Lo aja!" Jawab Stella. Yang mengotak-atik handphonenya.

Starla berdecis. "Lo dulu lah!"

"Enggak! Lagi mager ni! Lo aja"

Starla menghela nafas kasar. "Iya-iya!"

Starla bangkit dari baringnya. Starla melepas denim jaket berwarna hitam di tubuhnya. Telihat tanktop hitam di dalamnya. Namun, saat Starla melepas jaketnya. Tanktop Starla sedikit ternaik, dan terlihat lebam besar di punggungnya.

"Ala!" Panggil Stella. Starla reflek menoleh ke belakang, ke arah Stella. Dengan wajah bertanya.

Stella mendekat. Starla yang bingung hanya diam saat melihat Stella bangkit dari kasur.

"Punggung lo kenapa?!" Tanya tegas Stella. Membuat dahi Starla mengerut.

"Hah!?"

Stella mendekatkan Starla ke kaca full body. Lalu, memutar tubuh Starla ke arah kaca. Membiarkan ia  melihat lebam di pungungnya.

Starla yang baru ingat ke jadian tadi langsung menelan saliva susah payah.

"Jawab gua! Itu kenapa!?!" Tanya Stella.

Hening.

"Ala! Lo berantem?! Sama siapa?! Jawab gua! Itu lebamnya besar loh La! Jangan bawa main-main!" Ujar panik Stella.

SHE IS STARLA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang