YUHUUU UPDATE DI PAGI HARI YANG CERAH NI...
JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK PARAH PEMBACA SHE IS STARLA..
SEBARKAN CERITA INI KE SOSIAL MEDIA KALIAN YUKK. BIAR CERITA INI FYP DAN BANYAK PEMBACANYA.
JANGAN LUPA TAG AKU JUGA
@WP. MISSLOVAA -INSTAGRAM
@THECIMORYY._ -TIKTOK
HAPPY READING...
<3
***
Ruangan serba putih itu terdengar sangat kuat bunyi monitor pasien. Stella yang sedang di operasi oleh dokter, tertutup lelap matanya. Namun, baru pengeluaran peluru di pungung gadis itu. Monitor yang tadi menjadi pengarah detak jatungnya menujukan respon lurus. Membuat Dokter dan beberapa Suster yang berada di sana buru-buru melakukan tugasnya.
"Keluarkan Alat AED!" Ujar tegas dokter yang sudah belumuran darah di tangannya yang beralas sarung tangan.
"Baik, Dok!" Balas Suster di sampingnya. Dengan buru-buru Suster mengambil alat itu dan langsung menyalakannya.
"1..2..3.."
Deg!
***
Beberapa menit kemudian pintu ICU terbuka lebar. Dokter yang baru keluar dari Ruang operasi, segera menyebarkan padangan mencari orang tua pasien. Ervin langsung mendekat ke arah Dokter bagitu juga Starla dan yang lainnya.
"Gimana kondisi anak saya, Dok?"
Dokter itu menghela nafas kasar. "Maaf Pak, kami sudah melakukan yang terbaik. Tapi, tuhan berkehendak lain. pasien atas nama Stella Amerly Cameron, Tepat jam 03.15 AM tadi di nyata kan telah meninggal dunia.."
Mereka semua yang mendengar kabar itu menangis terisak- isak. Starla yang tidak bisa merasakan kakinya lagi setelah mendengar berita itu tubuh Starla langsung mencium lantai rumah sakit yang dingin. Kiara, Serra dan Aletta yang segera mendekat Ke Starla dan memeluk tubuh Rapuh Starla Malam ini. Starla menangis, ia mememukul dadanya yang sakit mendengar kabar ini.
Bersama itu pintu terbuka. Jenazah Stella di bawah keluar dari ruang Operasi. Dengan kekuatan penuh, Starla menghalang branks itu . Mau tidak mau, suster yang mendorong brankas terpaksa menghentikan langkahnya.
Starla membuka pelan kain yang menutupi wajah Stella. Tubuh Starla bergetar. Ia terisak melihat wajah Stella yang sudah pucat, gadis itu sudah tidak bernafas, mata hazel yang sama seperti Starla sudah tertutup rapat dan tidak akan pernah terbuka lagi.
Ketua Xavier itu sudah meninggalkan mereka semua. Kenangan yang beberapa bulan terakhir berputar di kepala masing-masing mereka. Starla memeluk tubuh Stella yang sudah pucat dan tidak berdaya lagi. Tangisan Starla mengema di Lorong Itu.
"El... bangun.. lo janji ngga bakal tinggalin gua sendiri... kenapa sekarang lo tinggalin gua.." Starla terisak tubuhnya gemetaran karena terlalu lama menangis.
"El.. lo sumber ke kuatan gua setelah kejadian itu.. jangan tinggalin gua El.. siapa yang bakal jaga gua kalau lo ngga ada.. gua butuh lo.."
"El... bertahun-tahun kita bersama.. dan gua udah anggap lo sebagai kakak gua juga selama itu.. Ala butuh lo El.. gua butuh lo.. semua orang butuh lo.. Xavier akan kacau kalau lo ngga ada.. lo pemimpin yang tegas.. El.. " Tangis Kiara. Ia memeluk tubuh Stella di samping kiri branka.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHE IS STARLA (END)
Novela Juvenil[SEBELUM ITU MARI DIFOLLOW DULU] ••• "Lo ngapain pulang ke Indo sih La?" "Pengen aja" jawab santai Gadis itu. "Pengen aja?! Ngga waras Lo?!" "Emang kenapa, sih?! Ini negara kelahiran gua!" "Bukan gitu. Lo tahu kan? Dia se-gang sama gua?! ••• "Dasar...
