30.

61.7K 4.4K 86
                                        

"Aku nggak butuh security, aku butuh kamu di samping aku, itu jauh lebih aman."
— Hanum Kharismaniyah.

"— Hanum Kharismaniyah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🤍

Pukul menunjukan jam 01:23, Hanum sudah kembali di kamarnya. Tadi wanita cantik itu harus menjalankan operasi mendadak karena lukanya cukup besar sehingga perlu di jahit, tanpa pikiran apapun Zayn langsung meminta agar istrinya cepat dapat tindakan.

Namira dan Faiz sedang tertidur lelap di sofa, Rendi sudah pulang, dan hanya Zayn sendirian menjaga Hanum. Pria itu duduk di samping istrinya sambil mengusap tangan halus itu, kabar bahagia datang di ikuti kabar kesedihan.

Zayn sudah di beritahu dokter jika Hanum sedang hamil, pria itu sudah khawatir dengan kondisi istrinya ditambah ia tahu jika istrinya juga sedang mengandung dan membawa rasa khawatirnya bertambah.

"Anak ayah hebat, yang kuat ya nak di dalam." gumam Zayn.

Dokter memberi saran untuk memeriksa kehamilan Hanum karena dokter sendiri tidak bisa menentukan baik buruknya kehamilan Hanum. Tetapi setidaknya Zayn merasa lega kalau utun di dalam perut istrinya baik-baik saja.

"M-mas," lirih Hanum.

Wanita itu berusaha membuka matanya, melihat cahaya dari lampu kamar yang sangat terang. Zayn berdiri, ia menutupkan mata istrinya dari jauh dengan telapak tangannya agar mata istrinya tidak terlalu sakit akibat melihat cahaya yang terang.

"Kenapa bangun? Hm? Bobo lagi, masih malam, aku disini." ucap Zayn, tangannya beralih ke kepala istrinya dan mengusapnya sayang.

Mata coklat itu beralih ke setiap sudut ruangan, ia berusaha untuk bangun tetapi suaminya menahannya. "Mas,"

"Mau ngapain? Istirahat sayang, jangan banyak gerak dulu."

Hanum kembali merebahkan tubuhnya, ia menatap suaminya yang masih memakai kemeja kerja, tiba-tiba kepalanya sangat terasa sakit sekali. "Aaww!"

Zayn panik, ia memegang tangan Hanum agar istrinya tidak memukul kepalanya, "Sayang, hey, kenapa? Mana yang sakit?"

"Pusing mas, pusing banget." lirih Hanum.

Zayn mendengar itu melirik ke arah meja, mencari bell yang terhubung ke suster, jari telunjuknya langsung memencet bel tersebut agar suster cepat datang.

"Sebentar ya," ucap Zayn.

Tak lama suster dan dokter datang, Zayn menjauh agar dokter dan suster bisa memeriksa dengan serius. Suster memberikan Hanum obat agar bisa mengurangi rasa pusingnya, hingga wanita itu tenang dan tidak menjerit kesakitan lagi.

"Gimana dok?" tanya Zayn.

"Itu efel dari benturan terlalu keras Pak, apa Bu Hanum pernah mengalami amnesia?"

"Iya pernah, tapi saya kurang tau jelasnya gimana karena itu kejadian sudah sangat lama." jawab Zayn.

Dokter tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "Ingatan Bu Hanum sudah pulih berkat benturan itu, walaupun beberapa hari ke depan ia akan merasakan pusing yang hebat seperti tadi, jadi tolong siapkan obat di dekatnya agar Bu Hanum tidak terlalu lama merasakan sakitnya."

Z A Y N (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang