📢(SKUEL IKHWAN UNTUK DINDA)📢
FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA.
SPIRITUAL - ROMANSA
Zayn Khalif El Emran, pria umur 27 tahun yang sudah menduda 6 tahun setelah istri tercintanya pergi untuk selama-lamanya yaitu, Maura. Pernikahan mereka hanya bertahan 1...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam menunjukan pukul 00.12, rumah yang hening karena semua orang sudah tidur. Zayn baru pulang, ia sengaja tidak memberitahu istri dan anak-anaknya, Zayn pulang bersama Rendi.
Memang yang pergi ke Singapura Zayn bersama Rendi, jadi Hanum tidak begitu khawatir kalau suaminya melakukan hal yang aneh-aneh. Saat pergi pun Zayn bersama Rendi, satu mobil, jadi Rendi tadi mengantarkan bosnya dulu.
Pengantin baru itu harus terhalang waktu untuk berduaan karena kepentingan kantor, Zayn sudah bicara jika setelah dari Singapura, Rendi boleh cuti sebulan padahal biasanya karwayan hanya boleh cuti 3 minggu.
CKLEK
"Assalamualaikum," bisik Zayn yang baru memasukan rumahnya.
Zayn menaruh mainan anak-anaknya di sofa ruang tengah, agar anak-anaknya senang ketika bangun pagi. Lalu Zayn mengangkat kopernya ke lantai dua, tetapi ada suara pintu kebuka.
Zayn menoleh, ia melihat Faiz dengan mata yang mengantuk baru keluar dari kamarnya. Faiz mengusap matanya, melihat siapa yang datang tengah malah gini, anak itu keluar karena ingin ke kamar mandi.
"AY—"
"Ssutt,"
Zayn berlutut dan Faiz bergegas lari memeluk ayahnya. Pelukan hangat yang di rindukan, Faiz yang benar-benar menjaga Hanum dan adik-adik selama 5 hari ini, ia pikir masih ada 2 hari lagi untuk menjaga keluarganya.
"Ayah, ini Ayah?"
"Iya, ini Ayah. Kenapa Abang bangun? Sudah malam ini,"
"Abang mau pipis, tadi Abang mimpi buruk Ayah."
"Mimpi buruk kenapa? Siapa hm?"
"Aku mimpi Ayah pergi, jangan pergi Ayah. Jangan pergi jauh-jauh lagi, Abang takut." lirih Faiz.
Zayn tersenyum tipis, berarti memang Faiz sedang memikirkan dirinya. "Iya nak, Ayah nggak pergi. Ayah disini sama Abang, bunda, adik-adik."
"Abang kangen,"
"Ayah juga." Ucap Zayn dengan tangan yang tidak berhenti mengusap kepala Faiz.
5 menit mereka berdua berpelukan dan berbincang sedikit namun Faiz tidak kuat ingin ke kamar mandi, Zayn menemaninya sampai putranya kembali tidur.
"Bobo, besok Ayah punya mainan baru."
"Iya Ayah."
Zayn tersenyum, jari-jarinya menyisir rambut Faiz. Lalu mencium kening Faiz sebelum meninggalkan anak itu, Zayn menutup pintunya perlahan agar Faiz tidak terganggu.
Kemudian Zayn mengambil kopernya untuk dibawa ke kamarnya, Zayn membuka pintu kamarnya secara perlahan sekali karena ia tahu pasti Kiana juga tidur di kamarnya dan anak itu mudah sekali untuk terkejut.
Zayn menutup pintu kamarnya, melihat Hanum sedang tidur sambil memeluk guling dan ponselnya masih menyala. Zayn tersenyum, ia mendekat kepada Hanum, lalu mencolek hidung Hanum.