'' langsung tidur''. Fahmi mengelus kepala Caca.
Mereka sudah sampai di depan gerbang mansion Marvellyn.
''Iya pamii''.
''Cuci tangan, cuci muka, cuci kaki jangan lupa sikat gigi''. Ucapnya lagi.
'' iya pami, ish bawel''. Sebal Caca menatap Fahmi.
'Cute, shit jangan gila lo Fahmi'. Fahmi menggeleng kan kepalanya.
''Pinter, Night pacarnya Fahmi''. Pipi Caca nampak memerah. Ia menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya nya. Caca berbalik dan lari.
''Hati hati, jangan lari!''. Teriak Fahmi
Brakk
Sayangnya gerbang rumah belum di buka. Kepala Caca terbentur gerbang itu. Fahmi langsung berjalan ke arah Caca.
''Makanya kalo di bilangin jangan ngeyel''. Fahmi mengelus elus dahi Caca. ''Masih sakit?''. Tanya nya.
Caca menggeleng ''Nggak, kan udah di obatin sama cogannya Caca''. Telinga Fahmi nampak memerah. Jantungnya tidak akan aman jika terus berdekatan dengan Caca.
Ekhem
''Y-yudah gue balik dulu''. Fahmi berjalan dan menaiki motor nya. Saat akan menjalankan motornya, ia mendengar gadisnya berteriak.
''ATI ATI DI JALAN COGANNYA CACA''. Teriak Caca yang kembali membuat pipi Fahmi bersemu.
Caca berjalan menuju pintu rumahnya. Ia menjadi takut. Ia membayangkan, dirinya akan di tampar seperti di novel novel.
''Oke Caca persiapkan dirimu''. Gumam Caca menarik nafasnya dan memegang knop pintu.
Ceklek
Pintu terbuka,Caca menyembulkan kepalanya. Dan benar saja para abangnya sudah bersedekap dada dan menatapnya tajam.
Ia menunduk saat Avian berjalan ke arahnya. Ia sudah menundukan kepalanya dan terus berdoa.
''M-aaf bang, Caca nggak iji...........''. Belum selesai berbicara, Tiba Tiba Avian memeluknya.
''I'm sorry baby''. Ucap Avian yang terisak di pelukannya.
''B-bang Vian kenapa?''. Tanya Caca, gugup dan bingung. Itulah yang Ia rasakan.
Vian melepas pelukannya,Benua langsung mendorong Vian dan memegang tangan Caca.
''Caca, maafin abang. Abang tau kesalahan abang susah buat di maafin, a-abang udah mukul kamu, nampar kamu, bahkan gak pernah dengerin omongan kamu, I'm so sorry''. Benua melihat Caca yang masih terdiam. Benua kembali terisak dan memeluk Caca.
'' Kamu boleh pukul abang, tampar abang, pukul aja gak papa. Asalkan kamu mau maafin abang''. Benua mengarahkan tangan Caca untuk menampar dirinya sendiri.
Caca yang tak tega langsung membalas pelukan Caca.
''Caca udah maafin Abang, abang jangan nangis''. Ucap Caca menghapus air mata di wajah tampan Benua.
Mereka semua langsung memeluk Caca. Berpelukan seperti kartun teletubies.
Setelah acara berpelukan tadi, mereka duduk di sofa. Caca merasa devaju, kilasan kilasan kembali masuk di pikirannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Transmigrasi [Terbit]
Teen Fiction𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰 𝐨𝐤𝐞 [END] #transmigrasi series 1 Buat yang udah pernah baca, bisa di baca lagi, karena cerita di revisi total dan alur cerita mungkin saja berubah. Terima kasih Warning!! ⚠️⚠️⚠️dapat menyebabkan esmosi ⚠️⚠️⚠️. Dilarang untuk plagiat...
![My Transmigrasi [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/287151308-64-k63948.jpg)