‣ O12.

3.9K 651 12
                                    

langit gelap dengan gemuruh petir kencang berserta tetesan air hujan yang turun secara deras

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

langit gelap dengan gemuruh petir kencang berserta tetesan air hujan yang turun secara deras.

Sanzu terlihat baru keluar dari kamar mandi usai membersihkan diri, rambut nya masih terlihat basah. sebenarnya ia tak ingin membersihkan ludira yang berada di pakaian nya itu. namun bau amis yang tak tahan oleh seisi mansion mengharuskan ia untuk mandi.

Sanzu beralih ke ruang tamu, mendapati (Name) menonton televisi sendirian. Sanzu menengok ke arah sekitar, tidak ada yang menjaga (Name) disini. tetapi (Name) terlihat anteng dengan tayangan di televisi.

"(Name) kau menonton apa?" Sanzu bertanya untuk memastikan (Name) tidak menonton hal yang sama di bagian sebelah.

namun pertanyaan Sanzu tak di jawab oleh sang empu, ia tetap fokus ke tayangan televisi itu. Sanzu yang penasaran pun ikut menonton nya, duduk di sebelah (Name) dengan manis.

tak lama kemudian ada jumpscare yang mengejutkan Sanzu, terlihat di layar televisi terlihat wajah wanita yang hancur dengan darah dimana-mana, bola mata itu keluar lalu mulut berseringai. Sanzu sedikit terkejut dengan itu.

yang lebih mengejutkan adalah (Name) yang sekarang tertawa lepas melihat tayangan itu, dahi Sanzu berkerut bingung. SEHARUS NYA ANAK ITU TAKUT! kira-kira begitu isi hati Sanzu, tetapi kenyataan nya (Name) malah tertawa.

tunggu apa (Name) meneruskan darah nya juga? maksudnya darah.. ya ya kalian tau kan?!

Ran dan Rindou terlihat turun dari tangga, menghampiri kedua insan yang sedang asik.

"tumben akur." sindir Ran setelah duduk di samping (Name), ia segera mengangkat tubuh (Name) lalu mendudukan (Name) di atas pangkuan nya.

"pantes akur, tontonan nya sama." ucap Rindou yang ikut fokus ke layar televisi.

Kakucho yang datang dari dapur membawa coklat panas dan makanan ringan ikut bergabung.

Takeomi yang baru datang dari gudang menimbrung.

"hujan petir gelap gini nonton film horor emang ngga takut?" tanya sang yang paling waras, tentu saja Takeomi.

"anak kecil itu barusan tertawa melihat hantu." sambar Sanzu.

"dia melihat hantu yang di televisi atau kau?" tanya Ran.

"tentu saja yang di televisi bodoh!"

setelah itu suara menggelegar dan wajah seram di layar televisi kembali terlihat, semua terkejut termasuk Manjiro yang sedang turun tangga. tetapi tidak dengan (Name), ia justru tertawa terbahak-bahak melihat tantu tipuan di televisi itu dan sama sekali tidak terkejut.

semua orang dewasa disana saling bertatap, kalau (Name) tidak takut seharusnya ia bisa terkejut. tetapi ini sama sekali tidak..

Manjiro pun ikut bergabung, Sanzu yang tadinya duduk di sebelah (Name) kini duduk dibawah dengan beralas karpet tebal.

"papa besar! lihat wanita itu! wajah nya lucu sekali ahahhahah!" seru (Name) sembari menunjuk layar televisi.

Manjiro hanya mengangguk kaku, ia tidak mau melihat televisi, jadi ia mengalihkan pandangan nya kepada (Name) yang masih menyimak film horor tersebut.

TBC

gua lagi bacapumpkin night anjritpas bat maljum T ^ T

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

gua lagi baca
pumpkin night anjrit
pas bat maljum T ^ T

111121

Revision:
010122

FairyHalcyon © Ken Wakui

KIDS ᭝ BONTEN ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang