Happy Reading🙏🙏
Akhirnya Ayu bisa mendapatkan pekerjaan setelah beberapa kali mendapat penolakan dari beberapa tempat yang telah dia datangi.
Bukan pekerjaan kantoran di sebuah perusahaan. Karena Ayu sudah kehilangan harapannya untuk bisa bekerja di sebuah perusahaan.
Tampaknya Devan diam-diam telah menempatkan mata-mata untuk mengamati pergerakannya. Sekian banyak lamaran yang telah dia masukkan ke berbagai perusahaan tidak ada satupun panggilan wawancara yang dia terima hingga kini.
Kini dia hanya bisa pasrah bekerja sebagai penjaga toko di sebuah butik pakaian.
Walaupun hanya bekerja sebagai penjaga toko setidaknya Ayu bisa mendapat pemasukan untuk membiayai hidupnya.
Butik ini termasuk butik yang besar banyak baju dan gaun berpotongan indah dijual disini. Pakaian yang disediakan dibutik ini pun untuk segala usia dari anak -anak hingga pakaian dewasa. Yang datang pun kebanyakan orang-orang kaya yang berpenampilan glamour dan mewah.
Hanya saja setelah beberapa lama kerja disini Ayu mendapati bahwa rekan-rekan kerjanya terlalu memilih-milih pelanggan.
Jika yang datang berpakaian glamour dengan pakaian dan tas mentereng mereka akan berebutan melayani tamu itu. Tapi jika yang datang hanya berpakaian sederhana dan biasa saja mereka tampak ogah-ogahan melayani tamu itu bahkan selalu menyerahkan tugas melayani tamu yang mereka anggap miskin pada pegawai baru seperti Ayu.
Ketika ada kesempatan berkumpul di ruang istirahat pegawai, Ayu bertanya kenapa mereka membeda-bedakan pelayanan terhadap tamu yang datang, mereka beralasan karena biasanya yang berpenampilan glamour, mengenakan pakaian bermerek pasti dompetnya sangat tebal. Mereka pastinya akan berbelanja banyak pakaian dan tentunya orang yang melayani mereka dengan baik akan mendapatkan uang tips dalam jumlah yang lumayan banyak.
Apalagi bila yang datang adalah tamu VIP. Maka tips yang akan mereka dapatkan semakin besar jika mereka melayani tamu mereka dengan sangat baik dan membuat tamu VIPnya puas.
Sedangkan jika ada tamu yang berpenampilan sederhana mereka menganggap tamu itu hayalah orang miskin yang kebanyakan hanya melihat-lihat saja kemudian keluar dengan tangan kosong. Kalaupun mereka berbelanja yang mereka beli hanyalah baju-baju dengan harganya paling murah.
Ayu menggeleng-geleng kepala mendengar pemikiran mereka. Seharusnya mereka tidak boleh menilai pelanggan seperti itu. Semua tamu yang datang harusnya dilayani dengan baik tanpa harus dibedakan.
Bagaimana dengan orang kaya yang lebih suka berpakaian sederhana karena lebih nyaman dipakai?Memangnya mereka bisa menilai harga pakaian sederhana yang dikenakan orang oleh para pengunjung? Bisa saja walaupun pakaian yang mereka kenakan terlihat sederhana ternyata harganya bisa puluhan juta.
Ayu benar-benar tidak sepemikiran dengan rekan-rekan kerjanya itu. Menurutnya kita tidak bisa menilai seorang tamu hanya dari penampilan mereka. Mereka mengejek dan menertawakan pemikiran Ayu. Mereka mengatakan bahwa Ayu terlalu naif dan sok baik seiring waktu mereka yakin pemikiran Ayu akan berubah seperti mereka.
Hari ini pengunjung toko sangat ramai. Semua pegawai sibuk melayani tamu-tamu yang berdatangan. Ayu selalu diserahkan pada pelanggan yang rekannya anggap hanya datang melihat-lihat saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
BINAL (TAMAT)
De Todo⚠️ mengandung konten dewasa 21++ ⚠️ Pemegang konci sorga jangan mampir. Skip aja!!.. Yang merasa ini bacaan yang tak pantas. skip aja ya.. cerita ini hanyalah fiktif. Jangan dihubungkan dengan kehidupan nyata. Isi cerita ini jangan ditiru ya. ••••••...
