Hiii...im back...
Kita lanjut lagi ya Binal-nya ☺️
Happy reading🙏🙏🙏
" Mbak mau melamar pekerjaan?" Tanya wanita itu sekali lagi untuk meyakinkan pendengarannya.
" Iya, mbak" jawab Ayu dengan yakin dan tenang saja melihat reaksi si resepsionis.
Wanita di hadapan Ayu itu seketika tertawa seakan merendahkan dan mengejek sambil menatap Ayu dengan tatapan meremehkan.
" Kalau mau melamar pekerjaan masuknya ke HRD mbak. Bukan ke tuan Belford. Tidak mungkin tuan Belford mengurusi hal-hal remeh mengenai lamaran kerjaq begini" ujar wanita itu setelah puas menertawakan Ayu.
" Tapi teman saya menyuruh saya menghadap tuan Belford langsung untuk menyerahkan surat lamaran saya ini" ujar Ayu tetap bersikeras mengutarakan tujuannya datang kesini.
" Dimana-mana orang kalau masukin lamaran tuh dititip disini. Nanti akan diperiksa di bagian penerimaan pegawai. Jika mbak memenuhi kriteria mbak akan dihubungi untuk melakukan wawancara" ujar si wanita resepsionis menjelaskan walaupun dirinya memandang rendah Ayu tapi dia tetap harus berusaha bersikap ramah sesuai dengan pekerjaan yang diembannya saat ini.
" Mbak pasti ingin merayu tuan belford ya? Maaf mbak, kalau tidak ada janji dengan tuan belford saya tidak akan mengijinkan mbak untuk masuk menemuinya. Karena sudah banyak wanita yang telah berusaha menemui tuan Belford dengan berbagai alasan" imbuh wanita itu lagi.
" Coba di telpon dulu boss nya mbak. Tolong tanyakan langsung. " Bujuk Ayu.
" Maaf mbak, saya tidak bisa asal menelepon boss hanya untuk urusan lamaran pekerjaan. Saya akan kena marah" tolak di resepsionis bersikeras menolak permintaan Ayu.
Si resepsionis merasa bahwa Ayu tidk ada bedanya dengan para wanita lain sebelumnya yang selalu saja berusaha untuk bisa masuk ataupun berusaha untuk menerobos masuk untuk bisa bertemu bossnya. Mereka selalu menggunakan seribu satu alasan untuk bisa bertemu sang boss.
Bossnya adalah pria idaman para wanita. Banyak wanita yang mengincar bossnya. Bahkan artispun tidak luput dari pesona sang boss.
Tapi bossnya tidak pernah menerima tamu jika bukan berurusan dengan pekerjaan. Apalagi berurusan dengan pelamar kerja.
" Saya tidak bohong mbak. Saya benar-benar disuruh kesini sepagi mungkin." Ujar Ayu bersikeras.
Segala kata yang keluar dari mulut Ayu tidak ada yang bisa meluluhkan pertahanan si resepsionis.
" Baiklah kalau beggitu. Saya akan menghubungi teman saya" desah Ayu menyerah dengan usahanya untuk berusaha sendiri agar bisa menemui boss belford.
Akhirnya Ayu menghubungi Ana untuk memberitahu bahwa dirinya tidak bisa bertemu dengan boss dari perusahaan belford karena orang di bagian resepsionis tidak mengizinkannya masuk.
Ana menyuruhnya untuk tetap menunggu beberapa saat karena dia akan menyelesaikan masalah Ayu dalam waktu singkat. Kemudian Ayu menutup panggilannya setelah mengucapkan terima kasih atas bantuan Ana sekali lagi.
Si resepsionis terus mengawasi pergerakan Ayu dari sudut matanya dengan tatapan penasaran dan curiga.
" Bagaimana mbak? Lamarannya mau dititipkan saja?" Tanya resepsionis itu sekali lagi pada Ayu setelah wanita itu menyelesaikan panggilannya teleponnya.
" Saya disuruh menunggu" jawab Ayu sambil memberi senyum pada si resepsionis.
" Terserah mbak jika anda bersikeras untuk menunggu. Tapi tolong jangan berdiri disini. Anda akan mengganggu tamu lain." Ujar resepsionis itu mempersilakan Ayu untuk duduk di sofa yang telah disediakan bagi mereka yang sedang menunggu di lobby.
KAMU SEDANG MEMBACA
BINAL (TAMAT)
Diversos⚠️ mengandung konten dewasa 21++ ⚠️ Pemegang konci sorga jangan mampir. Skip aja!!.. Yang merasa ini bacaan yang tak pantas. skip aja ya.. cerita ini hanyalah fiktif. Jangan dihubungkan dengan kehidupan nyata. Isi cerita ini jangan ditiru ya. ••••••...
