Happy Reading🙏🙏
Adelia melepaskan kulumannya pada penis Devan. Berdiri dari posisinya yang sebelumnya sedang berlutut untuk mengulum penis Devan.
Tangannya meraih celana dalamnya dibalik roknya. Dengan gerakan menggoda dan perlahan dia melepaskan benda itu dari tubuhnya. Membiarkan benda itu teronggok di lantai. Adelia menaikkan roknya untuk mempermudah gerakannya nanti.
Adelia memposisikan dirinya mengangkang diatas paha Devan.
Tangannya memegangi batang penis Devan mengurut-urut benda itu sebentar kemudian menuntun benda itu memasuki liang vaginanya yang trlah basah, seiring Adelia menurunkan tubuhnya menyambut pemasukan benda itu di dalam dirinya.
" Aahhh.." desah nikmat keluar dari bibir keduanya saat batang itu masuk sepenuhnya kedalam liang vagina itu hingga pangkal penis Devan.
Adelia menggerak gerakkan bokongnya memutar- mutar. Bibir merahnya yang basah mendesah nikmat merasakan gesekan penis Devan di dalam liangnya.
Adelia menatap Devan sayu satu tangannya merengkuh leher Devan. Tangan yang satu lagi meraih tangan Devan dan menuntun tangan devan masuk ke balik bajunya kemudian meletakkan tangan Devan diatas gundukan payudaranya.
" Belailah aku" pinta Adelia dengan suara mendayu yang sudah dimabuk gairah.
Menarik leher Devan untuk mendekatkan wajahnya dan langsung mengulum bibir keras Devan. Lidah Adelia menggoda bibir Devan untuk membuka mulutnya.
" Mmmpphhh..." Dengan lapar Adelia memagut bibir Devan lidahnya terus mendesak untuk bisa masuk ke dalam mulut Devan.
Awalnya Devan tidak berniat berpagutan dengan Adelia. Tapi goyangan pinggul Adelia dibawah sana diatas pangkal pahanya membuatnya terhanyut dan semakin larut dalam godaaan Adelia nafsunya semakin menggebu-gebu.
Dengan rakus Devan membalas pagutan Adelia. Lapar akan nafsu telah memenuhi pikirannya. Devan telah dibutakan oleh nafsu. Mulutnya membalas pagutan bibir Adelia dengan lapar, bibir mereka saling menerkam dengan lidah slaing menjelajah di rongga mulut dan saling melilit. Tangannya pun ikut bergerak. Meremas-remas payudara Adelia dengan keras dan penuh nafsu. Memelintir puting dada Adelia dengan kuat.
" Ough ..mmph... " Desahan puas dan nikmat keluar dari bibir Adelia disertai senyum kemenangan melihat Devan yang kini telah merespon rangsangannya.
Gerakan Adelia diatas tubuh Devan pun semakin liar disela pagutan mereka.
Devan mengangkat bibirnya dari bibir Adelia dengan nafas berat dan memburu. Begitu juga dengan Adelia. Devan mengalihkan perhatiannya pada payudara yang diremasnya. Mengangkat pakaian dan bra Adelia keatas. Kemudian wajahnya menyerusuk diatas gundukan ranum itu. Bermain-main dengan lidahnya disana.
" aaahhh..ahh.."Adelia mendesah dan menggelinjang-gelinjang penuh nikmat.
Devan mengulum puting dada Adelia dan mencecap puting itu dengan nikmat kemudian menyedot-nyedot seolah hendak menyusu membuat Adelia semakin melengkungkan tubuhnya dan bibirnya menjerit mengeluarkan lenguhan nikmat.
Liang vaginanya semakin gatal dan semakin becek meminta untuk mendapatkan rangsangan yang lebih.
Kedua tangannya memegangi kedua pundak Devan , Adelia mulai menaik turunkan tubuhnya. Yang awalnya berlahan semakin lama semakin cepat dan semakin tak beraturan Desahan nafsu dari keduanya memenuhi ruangan disertai dengan deru nafas mereka yang semakin memburu seiring dengan semakin meningkatnya kenikmatan yang mereka reguk.
" Oughhh..." Erang Devan semakin bernafsu. Gerakan Adelia semakin perlahan dan lambat tampaknya dia telah kelelahan menaik turunkan tubuhnya.
Devan menyingkirkan tubuh Adelia dari pangkuannya. Setelah Adelia berdiri Devan segera menyusul berdiri dan menghampiri mejanya. Menyingkirkan benda-benda di tengah mejanya ke pinggir meja. AKemudian Devan membalik tubuh Adelia menghadap meja dan sambil berpegangan pada pinggiran meja Adelia membungkukkan tubuhnya pada posisi menungging membelakangi Devan.
KAMU SEDANG MEMBACA
BINAL (TAMAT)
Random⚠️ mengandung konten dewasa 21++ ⚠️ Pemegang konci sorga jangan mampir. Skip aja!!.. Yang merasa ini bacaan yang tak pantas. skip aja ya.. cerita ini hanyalah fiktif. Jangan dihubungkan dengan kehidupan nyata. Isi cerita ini jangan ditiru ya. ••••••...
