Chapter 4 [Black Dragon]

3.2K 390 16
                                    

200 tahun yang lalu

Seluruh daratan tadinya menyatu di bawah kekuasaan Black Dragon King. Dia adalah Raja yg tangguh, kuat, dan bijaksana. Namun ia terlalu percaya akan penasihatnya dan menterinya, sehingga ia di butakan tak mengetahui apa yg terjadi di luar sana.

Ia hanya tahu rakyatnya sejahtera, aman dan tentram. Setiap ia berjalan di pasar dan kawasan rakyat jelata ia melihat hidup mereka bahagia, anak-anak bermain dengan riang, dan walaupun hidup mereka tidak mewah tapi kebutuhan dasar mereka tercukupi, itulah yg ia lihat.

Ia hanya tak tahu apa yg telah di perbuat oleh para menterinya untuk menipunya, memperalat dirinya untuk kepentingan pribadi mereka, menyembunyikan penderitaan rakyat yg sebenarnya. Membuat ia di benci oleh rakyat yg benar-benar mempercayainya dari awal.

Sampai putra dari seorang selir Phoenix Putih menyadarkannya akan kebutaan yg ia percaya selama ini. Phoenix muda itu begitu berani dan bijaksana seperti sang ayah. Di usianya yg masih muda ia telah memikirkan masa depan dan rakyatnya. Ia telah tumbuh dengan pemikiran berani dan bijaksana untuk menegakan keadilan.

Raja yg begitu mempercayai menterinya begitu marah, penghianatan yg ia terima begitu besar, sebesar rasa percayanya pada menterinya. Ia marah pada dirinya, kesal pada rasa kepercayaannya, dan sakit untuk penghianatan yg ia terima. Merasa dirinya tidak pantas. Sang Raja mengasingkan dirinya, menebus semua dosa yg ia lakukan terhadap rakyatnya, menebus kebodohannya selama bertahun tahun. 

Kerajaan yg ia bangun dengan darahnya sendiri ia percayakan terhadap anaknya yg sangat ia banggakan. Phoenix muda Pangeran Jung Jaehyun.

Meskipun ia tak mewarisi kekuatan sang ayah yg seorang naga. Ia tetap di percaya karena kebaikan hati dan kepintarannya dalam mengelola pemerintah di kerajaan. Jung Jaehyun pun tak menolak ia juga ingin mengubah susunan politik yg ada dalam kerajaan sehingga rakyat bisa kembali damai dan sejahtera.

Sebelum penobatan pangeran-pangeran yg lain menentang dengan tegas. Mereka berfikir istri seorang selir tingkat tiga tak memiliki hak istimewa untuk menjadi ratu. Putra Mahkotalah yg seharusnya menjadi raja berikutnya, karena ia adalah yg paling menyerupai raja sebelumnya, Black Dragon.

.
.
.
Hari penobatan t'lah tiba, Jaehyun tetap di angkat menjadi raja. Rakyat secara penuh mendukungnya memberikan hujan bunga pada hari penobatannua memberikan berkat dan karunia untuk kerajaan dan keluarganya kelak.

Di hari yg sama para pangeran yg tidak setuju memberontak, mereka berencana membunuh Jaehyun di hari penobatannya. Namun mereka tak tahu jika rencana itu sudah di ketahui oleh Jaehyun, dan tentunya ia sudah mempersiapkan segalanya. Ia memang tenang tapi ia juga tidak hanya berdiam diri. 

Rencana yg mereka sudah susun dengan matang akhirnya gagal. Kegagalan Itu tak pernah terpikirkan oleh pemimpin mereka, mereka hanya terfokus pada satu hal tanpa memperhatikan detail lain, padahal detail itu yg bisa mengancam mereka, bodoh.

Para pangeran yg kehilangan kepercayaan dari rakyat memilih untuk meninggalkan kerajaan dan membangun kerajaan mereka sendiri. Tidak semua rakyat membenci mereka, sebagian ada yg percaya dan memilih ikut bersama mereka meninggalkan kerajaan Black Dragon. Dengan begitu kerajaan yg begitu luas terbagi menjadi tiga, timur, selatan dan utara.

Namun Jaehyun tidak menginginkan hal itu, ia ingin kerajaan itu kembali bersatu, kembali berdamai. Meski sulit, meski butuh waktu. Ia hanya perlu berusaha bukan. Dengan kekuatan yg di wariskan sang ibu dan umur panjang dari sang ayah ia perlahan membangun kerajaan kecilnya hingga jaya sampai sekarang. Awalnya ia hanya ingin menyatukan kerajaan-kerajaan itu. Namun ternyata ia jatuh cinta pada pesona kedua putri kerajaannya.

Mon Espoir [SungRen] || ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang