Menggapai Suhaa: 37/FLASHBACK

227 6 1
                                    

Hari pertama Suhaa masuk BK..

"Akhirnya selesai juga."

Suhaa segera memasukkan semua buku-bukunya ke dalam tas untuk keluar dari ruangan itu. Ia ingin sekali bertemu dengan Leya saat itu juga.

Ketika Suhaa membuka pintu ruang BK dari dalam, ia langsung berhadapan dengan sang wali kelas yang tengah berdiri menatapnya.

"Suhaa, manajer kamu nelpon.." benar, Suhaa meninggalkan ponselnya kepada Bu Lastri sebelum ke BK. Tapi kenapa manajernya malah menelpon lewat ponsel Bu Lastri?

Segeralah Suhaa menerima ponsel gurunya dari uluran tangan wali kelasnya untuk berbicara kepada manajernya.

"Iya kak, ini Suhaa," ujarnya pada ponsel sambil melihat ke arah Bu Lastri.

"Bisa datang sekarang nggak? Lagi rame banget nih, yang lain perlu bantuan kamu.."

"Ah, iya.. saya langsung ke sana kak," balas Suhaa yang langsung di balas oleh manajernya.

Perbincangan mereka selesai, Suhaa kembali memberikan ponsel gurunya dan mengambil sendiri ponsel miliknya dari tangan Bu lastri.

Setelah itu, Suhaa hendak kembali melangkah menuju kelas untuk menemui Leya sebelum pergi, tetapi tangan wali kelasnya menghentikan langkahnya.

"Kamu mau kemana Suhaa? Ini bukan arah menuju gerbang," ucap Bu Lastri sambil menghentikan Suhaa dengan memasang wajah bingung.

"Saya mau izin dulu ke Leya Bu, nanti habis izin baru saya pergi. Takutnya Leya khawatir," balas Suhaa cepat.

"Loh, kamu bisa lambat.. kamu mau dipecat sama manajer kamu hah?!"

"Bentar doang Bu, habis minta izin sama Leya, saya langsung berangkat.." kembali Suhaa membantah.

"Eh, nggak usah. Leya masih sibuk belajar, nanti ibu yang ngasih pesan buat Leya. Udah berangkat aja," ucapnya sambil mendorong Suhaa ke depan.

"I-ibu yakin?"

Bu Lastri membalas dengan anggukan meyakinkan hingga membuat Suhaa merasa yakin.

"Tolong sampein kalau saya minta maaf, tolong suruh Leya telepon saya pas malem, sekitar jam 12-an. Soalnya ponsel Suhaa mati sampe malem,"

Kembali Bu Lastri menjawab dengan anggukan yang sangat meyakinkan hingga membuat Suhaa menyerahkan semuanya kepada wali kelasnya.

Setelah itu, akhirnya Suhaa pergi meninggalkan sekolahnya menuju Cafe untuk bekerja.
***
***
Hari berikutnya, saat kedua kalinya Suhaa masuk ke BK..

Lagi-lagi, setelah Suhaa selesai mencatat dan menjalankan hukuman dari sekolah, Suhaa langsung ingin ke arah kelas untuk bertemu Leya.

Ia juga ingin menanyakan mengapa ia tak mendapat telepon dari gadis itu semalam. Padahal ia sudah menunggu hingga ponselnya mati karena kehabisan daya.

Tetapi ia dihalangi oleh Bu Lastri dan Dela yang tengah berdiri di depan pintu tepat di samping Bu Lastri.

"Loh Del, lu kok di sini? Nggak belajar?" Suhaa bertanya dengan ekspresi bingung.

"Tadi gue izin ke toilet, gue liat pintu BK ke buka, makanya gue ke sini." Dela menjelaskan keadaanya.

"Suhaa, manajer kamu SMS ibu, katanya kamu harus cepet kesana. Kalau ada pesan yang mau kamu sampein, bilang aja.." kali ini, Bu Lastri yang berkalimat.

"Suhaa nggak bisa ke kelas bentar ya Bu? Cuma pengen ketemu aja.." balas Suhaa memelas.

"Nggak usah Suhaa, hari ini mereka punya pekerjaan kelompok, kayaknya masih sibuk tuh di kelas," jawab Bu Lastri meyakinkan.

Menggapai Suhaa (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang