Kumpulan asap tebal membuat para remaja yang sedang tidur lelap itu terbangun. Dengan terbatuk, tangan masing-masing dari mereka menggenggam satu sama lain. Takut jika kejadian kemarin terulang.
Haruto terdiam sejenak, mengedarkan pandangan lalu terkejut setelahnya. Sebab, tanpa sadar mereka semua berada diruang yang berbeda.
Penerangan yang awalnya redup menjadi terang-benderang. Ruangan bercat putih yang terpasang dua puluh lampu mampu membuat mata mereka kesakitan.
"Silau!"
"Siapa sih yang nyalahin lampu sebanyak ini? Kurang kerjaan banget!"
Suara intruksi yang entah dari mana membuat para remaja itu celingukan.
"Dengerin! Jangan sampe ada yang kelewat," perintah Sunoo.
Telinga mereka benar-benar siap untuk mendengarkan intruksi itu walau kenyataannya mereka semua masih harus berperang dengan silaunya lampu.
"Temukan dua puluh koin perak yang tersembunyi, satu koin yang kalian dapat akan mematikan satu lampu. Gunakan insting kalian dengan baik, petunjuknya adalah kayu."
Setelah dirasa suara itu tidak muncul lagi, tangan mereka kemudian meraba apa yang ada. "Gerak cepet!"
"Gimana kita bisa nyari koin kalo disini aja penuh sama barang-barang gak terpakai!" keluh Haruto.
"Emosi aing," ujar Sunoo.
Langkah Junkyu terhenti. "Maksud dari kayu apa?"
"Entah..."
"Kunci itu disimpen dibalik atau didalam benda kayu, mungkin?" pikir Chenle.
"Nah! Disini banyak barang kayu. Ayo cepet cari! Mata gue sakit!"
Setelah lima menit berlalu, keberhasilan menghampiri mereka semua.
Satu koin didalam rak kayu.
Satu koin dibalik lukisan.
Lima koin dibawah meja.
Tiga koin dibawah kursi.
Total sepuluh koin yang mereka temukan, panas dan terangnya ruangan mulai berkurang. Sepuluh koin pertama ditemukan dengan begitu mudahnya, tapi sepuluh koin berikutnya sangat susah dicari.
Frustasi melihat apa yang terjadi, Haruto berteriak dengan lantang. "Woy! Orang yang tadi! Sepuluh koin lagi dimana? Kita capek!"
Yang terpanggil tertawa renyah. "Cari sampai dapat, anak bodoh!"
Jisung tersulut emosi dengan kata terakhir yang diucapkan orang tadi. "Siapa sih lo? Hidup gue udah ribet, jadi jangan ditambah ribet!"
"Jadi pengen cubit ginjalnya!" ucap Sunoo.
"Belom aja usus halusnya gue ayak, " sahut Junkyu.
"Gue tau!" Yedam mengubah posisi berdirinya menghadap tumpukan benda tadi, ternyata satu benda ada yang terlewat. Sebuah kotak kayu berukuran sedang masih ada pada tempat semula. "Chenle! Bantu gue angkat kotak ini."
Haruto berlari ke arah suara itu. "Biar gue aja, Dam."
"Yaudah, sok mangga."
"Isinya bukan uler, kan?" Chenle menahan tangannya.
Sunoo yang awalnya diam, mulai terlihat kesal dan membuka kotak itu cepat. "Tinggal buka apa susahnya! Lelet banget sih!"
Setelah kotak itu terbuka, isinya sangat mengejutkan. Di dalamnya terdapat sebuah jam tangan yang sudah berlumuran darah, sepuluh koin, dan sebuah kunci.
"I-Ini bukannya gelang Asahi, ya?" tanya Sunoo gelagapan.
"Iya ini gelang Asahi, " kata Yedam.
"Asahi?...."
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, tanpa pikir panjang, mereka melangkah keluar dengan tergesa-gesa karena lampu sudah padam satu-persatu. Salah satu dari mereka menggenggam kunci yang ditemukan tadi.
+×+
Semua sudah keluar dari tempat tadi. Mereka melewati sebuah lorong, Sunoo yang berada paling depan berhenti mendadak.
"Kenapa?" tanya Haruto.
Sunoo berbalik badan. "Kalian denger suara orang minta tolong gak?"
Jisung membenarkan perkataan Sunoo. "Denger, gue kira cuman halusinasi gue doang."
"Mirip suara Asahi gak sih? Gue juga denger suara tadi," seketika Chenle ingat sesuatu. "Kunci yang tadi dibawa gak?
"Ini?" Jisung mengeluarkan benda kecil itu dari sakunya .
"Bagus! Cari pintu kamar, sekarang!" Yedam berlari mendahului yang lain.
"Woy tungguin gue," Haruto, Jisung dan Chenle mengikuti Yedam dari belakang.
"Bukannya kaki Yedam luka, ya?" tanya Sunoo pada Junkyu.
"Udah ayo cepetan! Lo mau gue tinggal ditempat serem kaya gini?" Junkyu menarik paksa tangan Sunoo.
Dan benar saja, seorang bertubuh tinggi yang sedang membawa kapak muncul. Dengan langkah pelan, orang itu berniat menghampiri para remaja tadi dengan kekehan dari balik jubah hitamnya.
Clue : Introvert
KAMU SEDANG MEMBACA
10080 [Selesai]
Mystery / Thriller[ S E A S O N 1 - 3 L E N G K A P ] "Siapa dalangnya?!"
![10080 [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/290907463-64-k741955.jpg)