십 • Korban lagi?

404 154 50
                                        

Sunoo berjalan santai dengan Chenle yang berada disisi kanan, ada sedikit kekakuan antara keduanya karena Sunoo tak kunjung menjawab pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut Chenle.

"SUNOO! DENGER GAK SIH?!" teriknya lantang.

"Apa sih? Ngomong bae kayak anak ayam!" timpal Sunoo. Pertanyaan yang Chenle berikan merusak fokus Sunoo yang sedang mencari kamar mandi sesuai instruksi Yedam. Hapalannya hilang setelah memarahi remaja bernama Chenle.

Dengan tatapan tajam, Sunoo membuat oknum disebalahnya mati kutu. "Kebelet gue ilang gara-gara lo! Kenapa sih harus banyak omong?"

"Kalo cuman diem doang ngeri, lo ga denger dari tadi ada yang minta tolong?" jawabnya sambil bertanya tentang apa yang didengar selama perjalanan.

"Denger, kunaon emangnya?"

Chenle berjalan lebih dulu dari Sunoo."Gapapa, cuman suara tadi familiar aja dikuping gue."

"Wah ngelunjak! Malah masuk duluan," cecar Sunoo karena Chenle mendahuluinya untuk masuk kedalam kamar mandi yang hanya satu itu.

Setelah beberapa saat, senyum lebar menghiasi wajah cemerlang Chenle yang sepertinya habis cuci muka. "Seger banget, seriusan! Masa di hotel yang nyeremin kaya gini kamar mandinya kayak kamar mandi sultan!"

Tak ingin mendengarkan apa yang Chenle bilang, Sunoo menggeser tubuh sahabatnya paksa. "Udah sana minggir!"

"Sabar dikit dong," ujar Chenle.

+×+


Sudah hampir lima menit Sunoo tidak menampakkan batang hidungnya, membuat Chenle merasa takut. Bukan takut terjadi apa-apa pada Sunoo, tadi ia takut karena sendirian ditempat yang redup dan dingin seperti ini.

"Sunoo?"

"Jangan nakutin dong, gue anemia," ucap Chenle.

Tapi tetap saja tidak ada sahutan. Kesabaran Chenle benar-benar diuji sampai ia nekat untuk menggedor pintu kamar mandi.

Dor!!!

Lagi-lagi tidak ada jawaban. Chenle sudah tidak ada jalan lagi selain membuka paksa pintu kamar mandi.

Dengan sekali tendangan, pintu itu terbuka dan menampakkan Sunoo yang mematung dengan tatapan kosong yang membuat Chenle segera menyadarkannya.

"Sunoo! Lo kenapa?" ucap Chenle sambil menggoyangkan tubuh Sunoo yang dingin.

"Badan lo kok dingin?" lanjutnya.

Kalian tau apa yang terjadi? Sunoo tetap tidak bicara barang sedikitpun. Walau teriakkan Chenle melengking ditelinganya. "Woy! Lo budek apa gimana? Jawab dong!"

Chenle kesal sendiri, setelah itu ia memutuskan untuk keluar dari kamar mandi meninggalkan Sunoo yang masih dalam posisi yang sama.

Baru saja satu langkah ia keluar dari pintu, Chenle sudah dikagetkan dengan kedatangan Sunoo. Muka temannya itu dipenuhi keringat sampai dadanya terlihat naik turun.

"Lo dari mana aja Chenle? Gue cari kemana-mana tapi gak ketemu! Jangan bikin gue jantungan! Kalo lo ilang, gue disalahin nanti!" cecar Sunoo panjang lebar.

Chenle terkejut, mengapa Sunoo tiba-tiba ada di depannya? Lalu, Sunoo yang tadi itu siapa?

"S-Sunoo? Bukannya lo ada di dalem kamar mandi ya?" tangan Chenle menunjukkan ke tempat dimana Sunoo hanya mematung.

Sunoo menggelengkan kepala, "Kamar mandi apa? Jelas-jelas itu ruangan kosong, Chenle!"

Dengan mata yang terbelalak, Chenle memundurkan langkahnya kebelakang. "Terus, orang yang tadi siapa?"

"Mungkin ....Aura disini emang dari dua hari yang lalu juga udah gak enak, mangkanya jangan kebanyakan ngelamun! Masih muda kok doyan ngelamun," ucap Sunoo.

"Tapi tadi lo disana!" ujar Chenle.

"Udah ah, ngahalu mulu lo kaya yang baca!" Sunoo melangkah maju sebelum jeritan dari seseorang yang entah dari mana menghentikan langkahnya.

"Lho? Sunghoon!" teriak Sunoo histeris.

"Sunghoon?"

"Hoon! Itu lo kan?

"Lo dimana?"

"Sunghoon!"

"Hoonie, teriak lagi kalo lo denger gue!"

Sunoo terus berteriak, sampai teriakan itu terdengar ke telinga Haruto dan yang lainnya. Mereka pun mencari asal suara itu.

"Kenapa lagi sih? Baru juga makan..." keluh Asahi.

+×+


"Sunoo, tolongin gue," lirihan itu percis seperti suara Sunghoon.

"Itu suara Sunghoon! Ayo cari!" paksa Chenle.

"Iya Le, iya. Ini juga lagi cari dimana asal suaranya," jawab Sunoo.

Sunoo memejamkan mata sejenak, "Tunggu dulu, kok kepala gue pusing ya?"

"Kenapa? Lo sakit?" tanya Chenle.

Sunoo membuka mata kemudian menggeleng, "Enggak, ayo cari Sunghoon lagi."

"Lo diem disini dulu, gue panggil Yedam sama yang lain. Oke?" usul dari Chenle ditolak mentah-mentah.

"Ditinggal sebentar aja lo digangguin setan, apalagi jalan sendirian! Udah nanti juga yang lain kesini," kata Sunoo yang kemudian berteriak lagi.

"Sunghoon?"

"Kasih tau gue, lo dimana?"

Suara teriakan anak laki-laki bernama Chenle mendominasi sekitar. "Woy Sunghoon! Lo dimana sebenarnya? Capek nih teriak! Seret tenggorokan gue!"

Teriakan Chenle yang begitu nyaring membuat suara misterius datang lagi.

"Aih-aih kalian ini, berisik banget kaya ibu-ibu senam. Cari siapa? Sunghoon ya? Dia lagi saya kurung disuatu tempat. Saya lagi puasa ngomong, petunjuknya adalah dua belas pangkat dua."

Suara itu hilang berbarengan dengan munculnya Haruto, Yedam, jisung, Asahi, Dan Junkyu.

Setelah itu, atap ruangan tiba-tiba runtuh dan menimpa salah satu dari keenam remaja yang posisinya paling depan.

Kalian tau siapa yang tertimpa reruntuhan?

Clue : Betis


+×+

Hai? Gimana ulangan hari pertama kalian? Semoga hari berikutnya bisa selancar pipa rucika ya!
Tadinya mau up setelah PAS tapi takut alurnya pusssh ilang.

Udah deh itu aja, selebihnya, Semangat!

10080 [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang