Empat orang dengan gaya duduk yang berbeda-beda membuat Yedam terkejut, terlebih saat melihat gaya berpakaian Jake dan Jaehyuk yang lebih mirip seperti siswa bad boy yang ada di novel-novel. Lebih tepatnya seperti bad boy yang tak pernah menampakkan diri, lebih suka bersantai dipojokkan kelas.
"Gila! Lo Jake?" Yedam terkagum-kagum, paras remaja itu seperti bule. Tubuh tinggi, wajah mendekati sempurna, tidak ada celah dari fisik Jake. Yedam tidak sedang berbohong!
"Iya, kenapa?"
"Gapapa." Yedam lalu melirik Jaehyuk dari ujung kaki sampai ujung kepala secara cermat. "Jaehyuk, lo bukannya anak yang sering bermasalah, ya?"
"Kurang hajar! Gue salah satu anggota OSIS!"
Sungchan terkekeh geli. "Anggota OSIS yang gak pernah berperan di acara apapun. Sumpah, ya, gue pengen ketawa keceng."
"TINGGI BANGET GILA!" lagi-lagi Yedam dibuat kagum. Teman-teman Doyoung mengapa sangat berkualitas sekali, terlebih saat dilihat secara langsung.
"Gausah bilang gue tinggi, nanti gue gak pede."
"Yaudah-yaudah, sekarang ada yang mau gue omongin, mumpung masih pagi, masih sepi juga."
Yedam, Doyoung dan Sunoo duduk lesehan seperti yang lain. Membuat lingkaran, menunggu Yedam berbicara.
"Gue gak mau nyeritain apa masalah gue sampe gue pengen bales dendam, tapi kalau kalian kepo, coba tanya sama doyoung. Gue yakin dia bukan orang yang minim informasi."
"Sebelum gue minta hasil pencarian berita tentang Sunghoon sama Jay, gue ada sedikit masalah," lanjut Yedam.
"Apa?" Jisung bertanya dengan nada yang meninggi. Panik.
"Coba liat baik-baik." Ponsel Yedam diletakkan ditengah-tengah. Postingan misterius beberapa menit lalu dilihat dengan seksama oleh ketujuhnya.
"Apa yang aneh?" Sungchan bingung. Baginya tidak ada yang aneh dari postingan tersebut, hanya ada hutan kecil dengan beberapa objek yang sengaja di blur oleh pemilik akun.
"Jisung? Sunoo? Lo masih inget kejadian di mana kita harus mecahin teka-teki terakhir? Kejadian dimana kita harus liat empat orang diantara kita meninggal?"
"Jadi berita itu bener? Yang meninggal itu Chenle, Asahi, Haruto sama Junkyu?"
Ucapan dari Jaehyuk dibalas anggukan oleh Yedam. "Objek yang di blur itu mayat mereka berempat."
"Berita tentang kita berdelapan yang katanya meninggal di hutan itu udah kesebar, gue bingung cara ungkap kebenarannya gimana."
"Gak akan ada yang percaya kalau sebenernya gue sama yang lain pergi ke hotel yang isinya banyak jebakan. Gue harus seret Jay sama Sunghoon ke media. Gue pengen dua orang itu klarifikasi."
"Terus? Tugas kita apa?" tanya Jake.
"Pantau terus akun ini, dan coba cari tahu apapun yang berkaitan sama Jay, termasuk silsilah keluarga Sunghoon."
"Kan Gue udah bilang kalau gue punya beberapa informasi tentang Sunghoon. Jaehyuk juga udah punya beberapa berita tentang Jay. Kalau Jake pantau akun itu aja.
Mereka menyimak semua perkataan dari Doyoung.
"Sunghoon itu pendiem tapi kerjanya cepet. Dia kelihatan gak banyak gerak tapi tiba-tiba bisa bunuh orang. Gue cuma jaga-jaga, takut Sunghoon punya plan B. Karena biasanya Sunghoon—"
Kalimat Doyoung terpotong oleh bel masuk. Padahal, Yedam adalah orang yang paling kepo tentang apapun yang terucap oleh bibir doyoung, orang yang sepertinya berpengetahuan luas.
"Lanjut di grup aja, oke?"
"Oke!"
Mereka lantas pergi ke kelas masing-masing, walau otak mereka sama-sama dijajahi berbagai pertanyaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
10080 [Selesai]
Mystery / Thriller[ S E A S O N 1 - 3 L E N G K A P ] "Siapa dalangnya?!"
![10080 [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/290907463-64-k741955.jpg)