이 • Langkah yang salah

821 236 127
                                        

"Udah siap belum? Ayo cepetan! Nanti kesubuhan."

"Gue sambit ya lo! Sabar atuh belum juga mandi!"

"Repot banget sih jelmaan kuyang yang satu ini."

"Junkyu! Bantuin bawa barang-barang!"

"SUNOO!!! MAU GUE TINGGAL ATAU GIMANA?"

"Eh, si Haruto ngilang!"

"Kita mau liburan berapa hari?"

"Seminggu Sunghoon! Jangan nanya mulu kenapa!"

"Jangan lupa bawa obat nyamuk!"

"STOP!" Yedam frustasi. Keriuhan yang terjadi benar-benar membuatnya sakit kepala. Bagaimana tidak? Para remaja itu sangat berisik sampai membangunkan tetangga sebelah yang sekarang sedang misuh-misuh diluar pagar.

"Jangan kaya anak kecil dong! Ribut mulu," ucap Yedam kemudian.

"PERMISI! ADA YANG BISA SAYA BANTING!" teriak remaja nolep dari depan pagar berbarengan dengan makian tetangga sebelah.

"Bilangin sama temen kamu! Jangan berisik atuh, gangu orang tidur aja," kata ibu itu.

"Ogah banget saya bergaul sama mereka." Elak Asahi yang melangkah meninggalkan ibu-ibu tadi. Tanpa basa-basi, ia nyelonong masuk ke dalam rumah.

Tas ransel Asahi yang gedenya melebihi akhlak Haruto itu terlihat penuh dengan minuman dan makanan ringan. Asahi mempunyai trauma lapar. Jika telat ditangani akan membuat daya tahan emosinya meningkat secara dramatis.

Sunoo yang melihat itu lantas kegirangan."WOY GILA ASAHI GANTENG BANGET, BAGI SNACKS DONG!"

"Gak!"

"Orang pelit pantatnya lebar!"

"Berarti Sunghoon pelit dong?"

"BHAHAHA"

"Gue denger lho, Yedam!" teriak Sunghoon.

"Chenle sama Jisung mana?"

"Nunggu di perempatan katanya, mau ngisi adab dulu," jawab Asahi tanpa dosa.

"Ayo buruan, bedak gue keburu luntur"

"Sunoo lo apa-apaan pake pedak segala? Lo kira mau kondangan."

"Serah dong! Apa dengan gue pake bedak, beras di rumah lo berkurang? Lagian nih ya, kalo mau ketemu sama temen baru itu harus cakep biar mereka pada demen." celoteh Sunoo panjang kali lebar kali tinggi.

"Lo mau temenan sama satwa liar?"

"Bukannya lo termasuk ya?"

"Mampus, di samain sama gajah."

"Pengen nonjok, please ...." Haruto memamerkan komuknya yang melas.

"Air mineral yang dikardus udah dimasukin ke mobil?"

"Udah, Yedam. Semuanya udah beres," jawab Sunghoon.

"Sip, bagus!"

Dengan jurus seribu bayangan, Haruto dan kawan-kawan sudah stay by di kursinya masing-masing. "Berangkat!" Mobil butut milik Yedam pun membelah jalanan kota. Kalo membelah diri itu namanya Amoeba.

+×+

Setelah 18.000 detik perjalanan, mereka semua disambut gedung berlantai lima dengan desain yang cukup modern. Semua sudut gedung itu dicat dengan warna hitam termasuk pagarnya. Sedikit takjub memang jika melihat gedung modern ditengah hutan dekat pegunungan seperti ini.

10080 [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang