réunion de famille
family gathering
_____________
Mark dan Gigi kini berada di salah satu restaurant hotel yang cukup mewah. Sepupu Gigi, Christ berulang tahun.di awal bulan Oktober ini. Ngomong ngomong soal bulan yang sudah berganti, tidak ada yang sadar kalau mereka hampir menjalani semua ini selama sebulanan. Bahkan belum ada yang tau selain, Jeno, Karina, Juan, Jeffry, dan Johnny. Kalian ingat kan?
"Nyaman pakai pakaian gini?" tanya Mark pada Gigi yang kini turun dari mobilnya dengan rok pendek kotak kotak juga satu sleeveless blus coklat tua.
Gigi mengangguk dan menggandeng tangan Mark. "gue biasa kok pakai gini" jawabnya menatap Mark yang kini agak terkejut dengan apa yang Gigi lakukan.
"gue gandeng ya?" izin Gigi. Mark hanya bisa mengangguk, dia memang sedikit kaget tapi juga senang, karena beberapa hari ini Gigi mulai berani untuk melakukan sesuatu duluan, tanpa harus Mark yang bergerak. Huh, walau sebenarnya semua ini salah.
Mereka memasuki restaurant tersebut, mencari pojok ruangan yang dibooked oleh Christ, "atas nama Christ" ucap Gigi pada pelayan disana. Pelayan itu pun mengajak mereka ke lantai atas, tempat dimana acara diselenggarakan.
"I thought you wouldn't come" seru Christ ketika melihat Gigi memasuki area itu kemudian memeluknya.
"no way, I will definitely come, anyway, happy birthday, kak christ" ucap Gigi dalam dekapan Christ. Yang berulang tahun itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih, Matanya mendapati Mark disebelah Gigi.
"so, who is this?" Tanya Christ.
Mark tersenyum lebar, mengulurkan tangan untuk berkenalan juga mengucpkan happy birthday pada pemilik hari saat itu. "I'm mark, nice to meet you"
"owh, you are fluent in english. Where are you from?" seru Christ bahagia.
"USA. you?" basa basi sebenarnya, just by hearing his accent, Mark clearly knew he had been in australia for years. Yep, he has an australia accent.
"Aussie, so, you are her husband?" tanya Christ tanpa basa basi menggandeng tubuh Gigi.
Gigi yang menjawab "yes, he is, Christ, I hope you both bisa dekat kayak dia dan bang Jeff"
"owh, well lets see. Anyway, enjoy the night, gue mau ke Felix bentar" ucap Christ yang menepuk pelan bahu Mark sebelum berlalu pergi.
Keduanya pun bertemu sapa dengan keluarga Gigi yang lain, ada sepupu sepupunya dari yang sudah kerja hingga remaja kuliahan, beberapa anak kecil keponakan Gigi, juga para orang orang dewasa para penghasil rupiah juga devisa negara. Mereka menyapa dan juga berbicara ringan dengan sepupu sepupu Gigi.
"OH! ARE YOU MARK LEE?" seru salah seorang gadis remaja disudut ruangan.
Sontak Mark juga Gigi menoleh. Itu nama pena Mark. Tidak ada yang tau soal nama pena tersebut di keluarga Gigi, ya selain pembacanya. Pria itu tidak menyangka ketika tau ternyata ada yang membaca novelnya. Gadis remaja berambut coklat yang Mark yakin masih kuliah tersebut menghampiri keduanya. "are u Mark lee? I mean, holy shit, you are mark lee, the author of how about us, right?" seru gadis itu.
Gigi menatap Mark dengan agak kaget dan meminta penjelasan. Wanita itu tau, kalau nama Mark ya Antonio Mark, bukan yang lainnya. "lo kenapa ga bilang sih kak? Kalau yang nikah sama elo tuh penulis hebat kayak Mark?" timpal gadis tersebut.
"gue bahkan ga tau, Maya. He never tell me" jelas Gigi.
"Can I have your signature, MR. LEE?" mohon Maya dengan menekankan panggilan Mr. Lee pada Mark sebagai maksud menggoda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Second Date
Fiksi PenggemarKetika Mark dan Gigi terjebak karena perjodohan keluarga, tapi masing-masing dari mereka memiliki kekasih. Lantas, bagaimana caranya agar mereka bisa bertahan dengan pasangan mereka masing-masing ditengah keterpaksaan yang keluarga mereka lakukan? "...
