Kabarin kalo ada typo.
Happy reading good people❤️.
Pagi pagi sekali beberapa anggota Alfagar sibuk menyiapkan kejutan yang disiapkan Alfa untuk Stela. Justin dan Laskar bagian dekorasi dan yang lain membantu, sementara beberapa gadis yang ikut memilih menunggu dan berjaga jika Stela tiba tiba masuk ke Aula.
"Jus? Gimana yang sebelah situ?" Tanya Laskar membenarkan rangkaian bunga yang di letakkan di atap.
"Agak susah, but fine" Jawab Justin lalu turun dari tangga. Kepala menoleh ke belakang melihat Kayla yang sedang menata bunga bunga di lantai bersama Salsa.
"Ayang cantik!" Panggil Justin mendekat pada Kayla. Gadis itu yang semula duduk kini berdiri menatap Justin bingung. Tidak biasanya cowok itu menyapa manja seperti itu, yang meskipun Justin selalu manja padanya.
"Kenapa?" Tanya Kayla membuka suara. Justin menggaruk tengkuknya lalu berbisik pada Kayla.
"Mama telfon, tanya kapan kamu siap jadi mantunya" sontak saja wajah Kayla memerah.
"Kampret ih!" Kata Kayla memukul pelan dada bidang Justin. Mereka yang sedang menata ruangan langsung menatap pasangan sejoli itu.
"Pacaran mulu gue tebas lu pake pedang Levi" ucap Raja melempar sebuah tangkai bunga pada Justin. "Jomblo bacot" balas Justin acuh membuat Raja kesal sendiri.
"Udah jangan berisik lo pada! Gue beresin se jiwa dan raga lo mau?" Kata Samuel sedikit berteriak membuat mereka kembali tenang.
"Bokap nyokap lo dateng juga Al?" Tanya Liam penasaran. Alfa menoleh lalu mengangguk.
"Sebenernya ini sekalian sih" kata Alfa tersendat. "Maksud lo langsung ijab qobul?" Ucap Raja tiba tiba menyela pembicaraan Liam dan Alfa.
"Gak gitu juga bujang, Papa sama Mama cuma sekalian publish kapan tanggal nikah nya" Raja dan Liam lalu beroh ria.
"Lo kapan Ja?" Tanya Liam menyenggol lengan Raja. "Apanya dah?".
"Nikah lah masa sunat lagi, mau lo si Patrick gak tumbuh?" Raja sontak melindungi Patrick dengan tangannya. "Idih ngeri lo Iam! Patrick jelas tumbuh lagi lah! Ya kali buntung, buntung tangan gak masalah ini buntung anu" cerocos Raja menyebabkan ambigu para kaum hawa.
"RAJA MULUTNYA BIKIN OTAK GUE AMBIGU ANJING" teriak Kayla dari tempatnya.
"Salah sendiri hobi nonton adu pedang, eh iya Justin! Kemarin gue nge-gep cewek lo nonton adu pedang" Justin menoleh pada Raja dengan ekspresi wajah bingung.
"Adu pedang? Apaan? Ninja?" Tanya Justin balik. "Bukan bego! Itu lo yang uk-" Kayla sontak menyekap mulut Raja dengan tisu basah.
"Bacot lo! Udah jangan di dengerin dia emang agak terganggu psikisnya" kata Kayla lalu melanjutkan pekerjaannya. "Enak aja lo!" Balas Raja tak mau kalah.
"Udah Ja! Sana bantuin yang lain jangan gangguin cewek gue mulu" kata Justin lalu Raja pergi sambil menye menye.
"Ini udah semua kan?"tanya Alfa lalu mereka mengangguk. "Bokap nyokap juga udah sampai" sambung Alfa lalu berjalan keluar ruangan.
"Next time gue bakal bikin kaya gini" kata Samuel tiba tiba membuat Stefanny menoleh. "Kapan?" Tanya Stefanny.
"Bentar, kalo pulau sebelah udah kebeli" Stefanny hanya mengangguk polos membuat Samuel terkekeh pelan.
"Jadi disini tempatnya?" Tanya Zeus saat masuk ke ruangan yang sudah Alfa siapkan. "Iya, kalian tunggu disini aja, Stefanny sama yang lain bantuin Stela siap siap" kata Alfa lalu para gadis keluar menuju kamar Stela.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALFAREZ [END]
Teen Fiction[𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝙐𝙈 𝙈𝙀𝙈𝘽𝘼𝘾𝘼 𝘾𝙀𝙍𝙄𝙏𝘼 𝙎𝘼𝙔𝘼] ⚠️DONT COPY MY STORY⚠️ Ini hanya sebuah cerita tentang Alfarez Daniel Mahardika, Si tampan kembaran Malaikat pencabut nyawa. Ketua geng ALFAGAR yang terkenal akan julukan 'The King O...
![ALFAREZ [END]](https://img.wattpad.com/cover/256784431-64-k729796.jpg)