Happy Reading!
______________________________
Maura merasa perutnya berbunyi, ya memang dirinya tadi belum makan dari siang, dan sekarang pun dirinya enggan turun untuk makan malam.
Dirinya masih malas mengingat perdebatan mereka kemarin malam dan perkataan kenzo tadi pagi masih jelas didengarnya dan tersimpan dalam otaknya.
Maura bingung kini harus bagaiamana? Masa iya dirinya harus tidur kelaparan malam ini, tidak bisa dibiarkan! Mau pesan makanan pun harus turun kebawah dan pastinya akan bertemu dengan mereka juga.
" Males banget gue, mana ini perut bunyi terus, sabar ya nak"-ucapnya dengan wajah melas dan mengelus perutnya berharap cacing-cacing itu tidak berdemo dadakan di perutnya.
Bodo amatlah, persetan dengan keluarga itu yang penting perutnya terisi, masalah keluarga itu biarlah nanti ia hadapi.
Maura pun mulai membuak ponselnya dan memencet salah satu aplikasi pemesan makanan dan memesannya.
Setelah lama menunggu akhirnya sampai juga, Maura pun keluar dan mengambil makanannya.
" Makasih ya pak"-ucap Maura dan langsung kembali memasuki rumah, tapi saat tiba diruang keluarga Maura melihat seluruh anggota keluarga berkumpul dan menatap ke arahnya, dirinya tadi yak melihat dan hanya fokus keluar rumah menjemput makanannya.
Maura acuh sja selagi mereka tak mengganggu, Maura melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan mereka sekalipun.
" Maura"-panggil armita, Maura berniat menghentikan langkahnya, tapi ia urungkan dan tetap berjalan.
"Maura"-panggil armita lagi tapi Maura masih enggan bahkan untuk menoleh sekalipun.
" Lo budek? Mama manggil lo! "-ucap kenzo membuatnya menghentikan langkah dan menolehkan kepalanya.
" Lo ngomong sama gue? "-ucapnya menunjuk dirinya sendiri.
" Kalau lo lupa, disini nggak ada yang namanya Maura selain lo"-ucap arkan pada Maura membuat gadis itu terkekeh pelan.
" Sorry, tapi nama gue zoeya, Z O E Y A zoeya edrea noemi! "-ucapnya dan menekankan namanya, semuanya dibuat bungkam dengan pernyataan yang dikeluarkan dari mulut gadis itu.
" Jangan lupa, kalau lo sekarang tinggal di tubuh adek gue"-ucap kevan menatap tajam Maura.
" Lo lupa siapa yang bilang kalau gue nggak berhak pake nama itu, lagian gue juga nggak mau dipanggil pake nama itu, gue punya nama sendiri, dan tenang aja lo cukup berdoa biar gue bisa cepet-cepet keluar dari tubuh adek lo ntah gue balik ke tubuh asli gue atau malah mati itu urusan belakangan, yang penting gue bisa bebas dari ini semua"-ucapnya membuat mereka semua lagi-lagi dibuat bungkam.
Mendengar dua kalimat terakhir yang diucapkan gadis itu menbuat dada mereka seakan diremas, Tapi mereka tidak tau akan perasaan apa itu.
" Ada apa nyonya armita memanggil saya? "-tanya Maura membuat armita tidak bisa mengeluarkan satu katapun, rasanya asing saat Maura, ah ralat zoeya memanggilnya dengan nyonya.
" Jika anda masih ingin bertanya dimana anak anda berada, maka saya tegaskan lagi, saya tidak tau. Oke? Kalau sudah tidak ada yang ditanyakan lagi saya pamit undur diri cacing di perut saya sudah demo, permisi"-ucapnya dan menaiki tangga menuju kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
EXHAUSTING(END)
FantasyTransmigration? Really? Ini cerita klise yang menceritakan tentang seorang gadis yang berada ditubuh gadis lainnya yang memiliki kisah cerita yang sama dengannya, tetapi dengan jalan cerita yang berbeda tentunya. Bagaimana iya harus menyelesaikan...
