Happy Reading!
______________________________
Yah kini telah sampai hingga di penghujung acara, dimana kini juga tempat ajang penunjukan berbagai prestasi dari dua sekolah, dimana layar besar terpampang dan menampilkan berbagai moment-moment dan beberapa murid yang menjadi kebanggan dari sekolah.
Dimulai dari murid sekolah SMA talaska disana menampilkan wajah-wajah para murid yang tengah tersenyum lebar dengan piala yang mereka genggam.
Yang menjadi sorotan para penonton adalah seorang gadis yang sangat cantik yang tak pernah terlewat dari satu foto pun, senyum yang selalu terpampang diwajahnya, membuat siapapun tidak akan bosan melihatnya.
Dan terakhir persembahan dari SMA TALASKA adalah dari ketua cheerleaders dan ketua basket Putri. Dimana itu adalah foto terakhir mereka yang diambil beberapa minggu lalu di pertandingan basket. dengan satu foto besar di tengah-tengah mereka dengan nama besar 'The queen of talaska' dan dibawahnya terdapat nama seorang ' ZOEYA EDREA NOEMI'.
Semua warga sekolah talaska menatap foto itu sendu, dan semua itu tak luput dari pandangan Maura yang kini tengah bertugas memutar video di bagian it. Devan yang melihat itu merangkul pundak gadis itu dengan tersenyum.
Gadis itu meneteskan air matanya, dirinya tersenyum sendu, mereka masih menganggapnya sama, dirinya tidak dilupakan, dan dia bahagia dengan fakta itu.
Maura menatap 'mereka' yang tengah menatap foto itu dalam dan beberapa dari mereka kini tengah menatapnya tak kalah dalam juga.
Terlihat jelas wajah penyesalan, kerinduan, dan banyak hal lain yang membuat Maura semakin bingung, apa 'mereka' juga tau?
Lain halnya murid SMA pelita bangsa dan SMA yang lain menatap takjub ke arah layar.
" itu bukannya adiknya si Galen ya? "-tanya salah satu murid.
" Hm, itu bukannya adeknya si bara? "-balas murid yang lain.
"Bukan anjir, dia adeknya si Galen"
"Cakep banget woy! Sabilah"
"Iya kalau dianya mau setan"
Semua itu terdengar di telinga agreo dan juga keluarga Deon yang menatap sendu ke arah layar itu. Apalagi saat Deon mendengar darkah memanggil ZOEYA adalah putrinya.
Dan tentunya semua itu tak luput dari dua orang yang kini tengah mengepalkan tangannya erat, sumpah serapah tengah disimpan didalam otaknya. Dua gadis, ah atau wanita?
" Ra "-panggil devan menyadarkan gadis itu.
" Iya kenapa? "
" Sekarang waktunya"-ucap devan membuat Maura mengangguk.
Tak lama kini waktunya pertunjukan dari SMA pelita bangsa tak jauh juga prestasi yang bisa dibanggakan dari SMA pelita bangsa. Disana juga terpampang foto Maura bersama dengan beberapa murid di salah satu Olimpiade matematika.
Hingga layar tiba-tiba saja padam dan begitu juga lampu-lampu bahkan tak ada yang menyala satu pun.
'Maura! Nggak bakal gue biarin lo lepas kali ini! '
KAMU SEDANG MEMBACA
EXHAUSTING(END)
FantasíaTransmigration? Really? Ini cerita klise yang menceritakan tentang seorang gadis yang berada ditubuh gadis lainnya yang memiliki kisah cerita yang sama dengannya, tetapi dengan jalan cerita yang berbeda tentunya. Bagaimana iya harus menyelesaikan...
