Jennie duduk diam sambil melamun di ruang kerjanya. Terhitung sudah dua minggu dia tidak bertemu Chaeyoung, Lisa dan Jisoo. Rasa rindu ada di hatinya, dia juga sempat bingung kenapa bisa merindukan orang yang di kenalnya beberapa saat ini.
Memandangi rintikan hujan dari balik jendela, dia teringat dengan Lisa. Jennie pernah mendengar dari Chaeyoung bahwa Lisa tak tahan dingin. Setiap terkena cuaca dingin dia akan mengalami flu atau demam.
Mengambil ponselnya, menekan nomor Chaeyoung hendak mengiriminya pesan.
Chaeyoung🐿
last seen recently
Chaeyoung-ah, apa kalian baik baik saja? Apa Lisa terserang demam? - 13.27 KST
Em, kami baik baik saja Unnie. Bagaimana denganmu? - 13.30 KST
Sudah lama kau tak berkunjung, pasti kau sangat sibuk. - 13.30 KST
jangan kelelahan Unnie - 13.31 KST
Apakah Lisa marah kepadaku? - 13.31 KST
Aku mengikutimya beberapa waktu lalu, aku yakin dia marah besar - 13.32 KST
Aku takut jika aku membuatnya tak nyaman jika berkunjung kesana - 13.32 KST
Ya! Untuk apa takut dengan Lisa? Kemarilah, aku merindukanmu - 13.33 KST.
Tak membalas pesan itu, Jennie langsung bergegas mengemasi barangnya dan pergi menuju rumah Chaeyoung dan Lisa.
Di sepanjang perjalanan Jennie sama sekali tak bisa menahan senyumnya. Akhirnya dia bisa bertemu dengan tiga manusia yang menjadi temannya akhir akhir ini.
"Ah, aku harus menjemput Lisa"
Memutar arah mobilnya menjadi ke arah kampus Lisa, Jennie terus saja tersenyum membayangkan seberapa terkejutnya wajah Lisa saat melihat mobilnya.
Setelah sampai di kampus Lisa, senyumnya perlahan luntur. Dia melihat dengan matanya sendiri Lisa di rundung oleh teman kampusnya.
Bergegas berlari ke arah Lisa, memeluk tubuh Lisa erat membuat pasang mata disana membulat sempurna.
"Ya! Kalian pikir kalian siapa bisa merundung adik ku?" Jennie berteriak marah, mereka yang ada disana semakin menahan nafas.
"A-adik?" Nayeon tampak gelagapan. Bagaimana tidak, yang mengaku sebagai kakaknya Lisa sekarang adalah CEO terkenal.
"Kau, Pemilik JMine Group kan?" Seulgi datang tiba tiba.
"Nde, Aku pemiliknya" Semua orang disana terkejut bukan main, kaki Nayeon gemetaran takut akan nasib ayahnya yang berkerja di perusahaan Jennie.
"Aku peringatkan pada kalian, perlakukan adik ku secara baik. Atau aku, tak akan segan meratakan kalian dengan tanah" Jennie berucap dengan kalimat yang sangat di tekan kan.
Lisa hanya bisa diam memandang Jennie, kepalanya sangat pusing karena di lempar Nayeon dengan batu tadi. Bahkan kepalanya mengeluarkan darah.
"Im Nayeon, ku pastikan hidup mu akan hancur" Memnarik Name Tag Nayeon dengan keras, lalu menghampaskannya ke tanah dan di injaknya hingga hancur.
Mendekati Lisa lagi, Memeluknya mengusap belakang kepala Lisa. Dia sangat terkejut ketika melihat cairan kental berwarna merah terlihat di tangannya.
"Ya! Lili-ya! Kepalamu berdarah! Ayo kerumah sakit"
Jennie menggendong Lisa di punggungnya, lalu pergi meninggalkan banyak mata yang masih terkejut dengan apa yang mereka lihat tadi.
.......
Lisa tengah di tangani oleh dokter di dalam UGD. Jennie dapat melihat bahwa kini dokter tengah menjahit kepala Lisa yang robek berkat ulah Nayeon tadi. Jennie bersumpah akan menghancurkan hidup gadis itu.
Sebenarnya Jennie tidak diperbolehkan masuk ke dalam IGD dan melihat Lisa tengah di tangani oleh para dokter, tapi dengan kekuasaannya dia bisa dengan mudah membuat dokter memperbolehkannya masuk.
"Adik anda sudah kami obati Nona. Lukanya tidak terlalu parah, tak ada yang harus di khawatirkan" Dokter itu membungkuk hormat pada Jennie, lalu keluar begitu saja.
Mengangguk saja, Jennie segera mendekati ranjang Lisa. Menggenggam tangannya erat, melihat Lisa yang masih setia dengan wajah datarnya walau di dalam ke adaan seperti ini.
"Lisa-ya, gwenchana? Kenapa tidak bilang kalau kau di rundung?" Jennie bertanya sembari mengusap surai rambut Lisa dengan lembut.
"Hm" Lisa hanya menjawab dengan gumaman
"Ternyata kau sekaya itu ya? Aku tak tahu jika kau pemilik JMine Group" Lisa berucap sembari memandangi langit langit IGD.
"Kau ingin pulang sekarang?" Jennie kembali bertanya pada Lisa.
"Sebentar lagi, kaki ku masih terasa lemas"
Mendengar perkataan Lisa, Jennie tanpa aba aba mengendong Lisa yang membuat Lisa terkejut bukan main.
"Ya! Turunkan aku!"
Palembang, 26 Desember 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Cuardach
FanfictionBerpisah sejak kecil? bahkan mereka terpisah saat mereka tak mengerti apapun. Tinggal disebuah panti yang berbeda membuat mereka tak saling mengenal satu sama lain. mencari kesemua tempat tapi lupa memeriksa apa yang ada di sebelahnya.
