Maaf karena udah buat kalian nunggu lama.... hampir setahun sejak terakhir aku menulis episode sebelumnya, semoga saja kalian masih ingat alurnya, dan betah menantikan cerita ini,
Terima kasih untuk beberapa dari kalian yang mau nagih2in aku buat update, dan sekali lagi maaf karena lama updatenya, aku ga bisa cerita karena apa dan kenapa ngilang selama itu, karena jujur alasannya menyakitkan, ada banyak musibah besar menimpaku, tapi setelah melihat komen komen kalian yang masih menantikan cerita ini, aku seolah sembuh, your my healing guys, terus kasi aku semangat ya, semoga kalian sehat selalu dan mengalir rejekinya, thank u kind people...
Selamat membaca,
semoga seru 😂3
2
1
.
.
.Sms masuk setelah telepon dimatikan, petunjuk berupa alamat telah dikirimkan ke nomor Namjoon lengkap dengan foto Bomi yang sedang duduk berikatkan tali.
Ponselnya kembali berbunyi, Sigap Namjoon menjawabnya.
"Apa yang kau inginkan? Dan siapa kau?!"
"Bawa 5 milyar won jika kau ingin Bomi selamat." Panggilan diakhiri.
Namjoon segera berlari, masuk kedalam mobilnya, diikuti oleh Songhee. Ia meninggalkan Seokjin tanpa sepatah kata, tak memperdulikan pria itu lagi padahal justru dialah dalangnya.
Seokjin tertawa ria, bahkan terbahak-bahak, lucu menurutnya melihat Namjoon panik dan berlari secepat ini.
"Permainannya semakin seru, ayo Chaeyeon." Ajaknya pada sang sekretaris kepercayaan.
Chaeyeon segera berangkat, ia berusaha menghubungi Jungkook sang adik karena tiba-tiba menghilang, jujur Chaeyeon sangat asing dengan rencana ini, ia tak di briefing terlebih dahulu, karena Seokjin tampak merahasiakan dan Jungkook pun sekarang mulai sembunyi-sembunyi.
Chaeyeon duduk disamping Seokjin pada kursi penumpang, mobil yang dikendalikan oleh supir dikursi pengemudi dengan begitu cepat tak membuat Chaeyeon takut seperti kebanyakan wanita pada umumnya.
Satu dipikiran Lee Chaeyeon, dimana adik sepupunya? Dimana Jeon Jungkook?
"Dia dipihak ku." Ucap Seokjin santai, namun tiba-tiba, seolah dapat membaca pikiran Chaeyeon. Entah cenayang atau karena ekspresi Chaeyeon yang terlalu jelas.
Chaeyeon memberanikan diri bertanya lebih dalam. "Apa yang kau perintahkan padanya kali ini."
"Membunuh Bomi." Ucap Seokjin sambil tersenyum.
Segera Chaeyeon memegang tangan pria itu. "Kumohon jangan dia, biar aku saja."
Seokjin menatap dalam mata Chaeyeon yang tampak sangat tulus menyayangi keluarganya. Chaeyeon tak pernah berubah, wanita itu sangat setia dan rela berkorban untuk orang yang dia sayang "wanita bodoh" ucap Seokjin didalam hati.
Kali ini balik Seokjin yang memegang tangan Chaeyeon, menggenggamnya. "Justru aku tidak ingin kau yang membunuhnya."
Chaeyeon hanya diam, entah apa yang membuat Seokjin tiba-tiba berkata demikian, pembawaannya rasanya beda sekali, seperti bukan dia pikir Chaeyeon. Ia tertegun tapi juga terkejut, bingung dan pastinya ragu, campur aduk.
***
Sebuah gedung tinggi, dimana Jungkook sebelumnya membawa Bomi untuk kabur dari sekolah sehabis gadis itu berkelahi dengan teman sekelasnya, menjadi lokasi dimana Bomi kali ini disekap.
Gadis malang itu duduk disebuah kursi dengan tangan yang terikat, dan tubuh yang dililit tali, nyaris tak bise bergerak.
Bomi menangis ketakutan, dirinya tak belum siap dihadapkan dalam situasi seperti ini, dirinya tak pernah ingin diculik, lagipula siapa yang ingin diculik? Tak peduli penculiknya setampan tom cruise sekalipun.
"aku mohon." Pinta Bomi untuk lepas.
Sedangkan yang dipanggilnya hanya tersenyum miring, tampan sekali, sangat tampan, pria berwajah pahatan dewa itu tak mengindahkan permintaan Bomi, justru ia malah menamparnya hingga pipi gadis itu memerah, dan sudut bibirnya berdarah.
"Ini belum seberapa, lagipula selama beetahun-tahun ini kau hidup mewah dengan uang Namjoon, sekarang saatnya kau balas budi dengan membiarkanku melampiaskan dendam." Ucap pria itu dengan suara pelan, namun sukses membuat ngeri.
Bomi menahan segukan tangisnya. "Ahjussi bicara apa? Aku tidak mengerti."
***
Sementara ditempat lain, Namjoon sedang melajukan mobilnya sembari menelpon siapa saja yang harus terlibat, detektif handal dan para penembak jitu sudah ia hubungi untuk situasi yang mendesak, namun sayangnya dalam beberapa saat setelah itu, sebuah sms masuk betuliskan
"Ini hadiah karena telah menelpon orang yang tak perlu terlibat, ponselmu sudah kusadap"
Selang beberapa detik, sebuah video yang dikirimkan ponselnya, berisikan potongan cuplikan dimana tangan seseorang mengiris tipis leher Bomi menggunakan pisau kecil hingga berdarah.
Namjoon berhenti mendadak, ditengah padatnya jalanan seoul.
Bunyi dentuman keras, memecah kesibukan kota seoul hari itu, sebuah tabrakan serius.
Namjoon ditabrak dari belakang.
***
Gausah marah dulu, abis ini update lagi, gak dibikin penasaran kok😂
Ada yg bisa nebak dulu gak? Siapakah "ahjussi" itu ?

KAMU SEDANG MEMBACA
Wild Feeling | KNJ
FanficDua pebisnis dari perusahaan elektronik terkemuka di Korea Selatan saling bersaing untuk menjatuhkan, memiliki tampang diatas rata-rata namun kisah masa lalunya begitu menyedihkan. Yang satu menyimpan dendam besar, dan yang satunya lagi adalah korba...